6 Cara Screening Karyawan dan Pentingnya Bagi Perusahaan

Annissa Manystighosa

Penulis, pengajar, dan penerjemah yang sedang menekuni pengetahuan seputar bisnis.

hrd
Isi Artikel

Sebagai pemberi kerja, perusahaan tentu ingin merekrut karyawan yang tepat dan berkualitas. Tak heran, screening adalah salah satu tahapan yang dilakukan dalam proses rekrutmen karyawan.

Tim rekrutmen melakukan pengamatan yang cermat untuk mengevaluasi setiap pelamar. Proses screening ini biasanya disebut sebagai background checking, yaitu proses memeriksa masa lalu seorang calon karyawan.

Nah, biasanya proses tersebut cukup memakan waktu. Oleh karena itu, HR sebaiknya mempelajari bagaimana cara screening karyawan agar lebih efisien dan mempermudah pekerjaannya. Untuk info lebih jelasnya, yuk simak pembahasan berikut!

Apa Itu Screening Karyawan?

Screening adalah tahap dimana perekrut mengonfirmasi informasi pada CV kandidat. Pasalnya, perusahaan tentu tidak ingin mempekerjakan orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak profesional. Perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor, mulai dari kemampuan karyawan, latar belakang sekolah, dan kepribadian.

Selain itu, HR bisa memeriksa riwayat kriminal pada calon pelamar yang dapat merusak reputasi perusahaan di masa depan. Tim recruiter juga melihat reputasi kandidat dari perusahaan sebelumnya. Jika seorang calon memiliki track record buruk, akan sulit bagi perusahaan memanggilnya untuk wawancara.

Screening karyawan dilakukan tidak hanya saat merekrut pekerja baru, tetapi juga mempromosikan staf untuk naik jabatan.

Pentingnya Screening Karyawan

Pentingnya Screening Karyawan

Screening adalah strategi perusahaan dalam merekrut karyawan baru. Namun apa kira-kira alasan perusahaan melakukan proses ini?

1. Menjaga Tempat Kerja Tetap Kondusif

Screening adalah proses penting untuk mengetahui apakah calon karyawan memiliki catatan buruk atau tidak. Tim HR harus memastikan bahwa calon karyawan memiliki kepribadian yang sejalan dengan visi perusahaan. Tentunya mempekerjakan orang yang salah jelas dapat membahayakan tempat kerja dan reputasi perusahaan.

2. Proses Perekrutan Menjadi Lebih Cepat

Secara umum, pemberi kerja akan memberikan berbagai kualifikasi ketika memposting lowongan pekerjaan. Tim perekrut telah menentukan ketentuan yang sesuai dengan persyaratan.

Oleh karena itu, screening adalah strategi untuk meningkatkan efektivitas proses perekrutan. Setiap calon karyawan selalu dihimbau untuk melamar posisi yang sesuai dengan kualifikasi mereka.

3. Mencari Staf Kompeten

Kita semua tahu bahwa tiap perusahaan ingin mempekerjakan karyawan dengan kompetensi kerja yang baik. Teknik terbaik untuk mengonfirmasi kualifikasi yang tercantum dalam Curriculum Vitae atau CV calon karyawan adalah melalui screening karyawan.

Apakah calon karyawan benar-benar memiliki kualitas yang dibutuhkan perusahaan, ataukah mereka mencantumkan informasi yang bohong di CV? Prosedur screening adalah sangat penting dalam situasi ini.

Baca juga: Rekruter, Coba Perhatikan Hal Ini Ketika Melakukan Screening CV

Cara Screening Karyawan

Nah, penting bagi Anda mengetahui cara screening karyawan yang baik agar prosesnya berjalan lancar dan efisien. Simak ulasannya di bawah ini.

1. Periksa CV dan Cover Letter

Langkah pertama dalam proses screening adalah memeriksa CV yang diajukan pelamar. Anda dapat menggunakan teknik manual atau menggunakan software screening.

Dalam memeriksa CV, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

  • Kemampuan, pengetahuan dan pengalaman kandidat yang relevan
  • Pencapaian atau kinerja kandidat di tempat kerja sebelumnya 
  • Jejak karir kandidat

Selanjutnya, Anda juga perlu meninjau cover letter, jika ada. Cover letter inilah yang dapat membedakan pencari kerja dari pelamar lainnya. Pencari kerja atau job seeker sebenarnya bisa meningkatkan peluang mereka untuk lolos screening dengan adanya dokumen tambahan ini.

2. Memverifikasi Kesesuaian Dokumen Terlampir

Langkah selanjutnya dalam tahap screening adalah memverifikasi keaslian surat-surat yang dilampirkan, seperti fotokopi KTP, Ijazah, SKKB atau SKCK, dan lainnya. Hal ini penting guna menghindari kemungkinan pelamar kerja yang memalsukan dokumen.

3. Membuat Standar Screening Kandidat

Guna memudahkan Anda dalam proses screening karyawan, Anda bisa membuat standar screening kandidat yang terdiri atas skala wawancara, bagan berisi persyaratan pekerjaan, dan skala penomoran atau ruang untuk catatan.

Gunakan standar ini di setiap screening kandidat. Atau Anda juga bisa membaginya sesuai posisi yang diperlukan, misal entry level, c-level, dan sebagainya.

4. Screening Akun Media Sosial

Cara screening karyawan satu ini tak kalah penting. Meski sebenarnya baru digunakan sekitar 10 tahun terakhir, namun dengan screening akun media sosial pelamar, Anda dapat mengetahui karakter mereka dari bagaimana cara mereka menggunakan media sosial.

Ada banyak contoh di mana calon karyawan ditolak atau bahkan karyawan dipecat hanya karena melakukan hal yang dianggap tidak sopan di media sosial. Misalnya, memposting ujaran rasis, menjelek-jelekkan bos saat ini atau sebelumnya, membocorkan rahasia perusahaan, dan lain-lain

Baca Juga: Screening Sosial Media untuk Rekrutmen Calon Karyawan

5. Screening dari Telepon atau Panggilan Video

Meskipun langkah ini masih dalam tahap screening sebelum proses wawancara dimulai, seringkali calon kandidat menganggapnya sebagai tahap wawancara karyawan.

Tujuan screening melalui telepon atau panggilan video adalah untuk mengonfirmasi bahwa nomor telepon kandidat aktif. Dalam situasi ini, tanggapan kandidat dapat memberi tahu HR tentang kemampuan komunikasi mereka.

Jika Anda membutuhkan kandidat yang memiliki kemampuan komunikasi kuat, seperti dalam penjualan atau layanan pelanggan, langkah ini sangat penting.

6. Menentukan Calon Karyawan yang Lolos

Dari semua kandidat yang telah Anda screening sejauh ini, kini Anda dapat memutuskan siapa pelamar yang lolos. Anda bisa menyesuaikan kualifikasi dan kriteria lain yang diperlukan pada tahap ini.

Selain itu, Anda dapat memilih 5 hingga 10 pelamar untuk di-review oleh manajer atau user yang bertindak sebagai atasan pelamar. Dalam situasi ini, Anda juga dapat memberitahu user dan mengumumkan siapa yang lolos untuk menghadiri sesi wawancara.

Prosedur ini dapat digunakan sebagai langkah terakhir sebelum memberikan surat penawaran kerja atau offering letter sebagai bentuk persetujuan antara perusahaan dan pelamar.

Nah, itu tadi penjelasan tentang apa itu screening karyawan, lengkap dengan cara screening karyawan agar lebih efisien.

Ingin menjaring pelamar dalam waktu cepat? Pasang iklan lowongan kerja Anda di KitaLulus! Sebagai platform pencarian kerja teraman di Indonesia, 50.000 perusahaan lebih telah mempercayai KitaLulus untuk menjaring ratusan ribu talents.

Selain itu, pasang iklan loker di KitaLulus juga tanpa biaya alias GRATIS! Terlebih lagi prosesnya sangat mudah. Anda hanya tinggal mengisi form yang tersedia dan selanjutnya tim KitaLulus yang akan mengedit dan mempublikasikan iklan Anda. Tak perlu ragu lagi, pasang info loker Anda sekarang juga!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd