Storytelling dalam Bisnis, Teknik, dan Contohnya

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Storytelling adalah– Tahukah Anda, storytelling tidak hanya untuk anak-anak saja? Bahkan Anda bisa menggunakan storytelling dalam bisnis sebagai kebutuhan promosi produk dan/atau jasa yang akan dipasarkan.

Bedanya, storytelling dalam bisnis sering ditemukan dalam bentuk iklan. Ada banyak hal yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan strategi ini, salah satunya adalah memperkuat citra brand perusahaan Anda.

Pahami lebih lanjut terkait storytelling dalam bisnis, bagaimana cara membuatnya, dan apa manfaat storytelling bagi bisnis Anda di bawah ini.

BACA JUGA: Pengertian Komunikasi Pemasaran, Tujuan, Peran, dan Contohnya

Apa Itu Storytelling dalam Bisnis?

storytelling dalam bisnis

Storytelling adalah sebuah narasi untuk mengenalkan suatu produk dan/atau jasa dari brand tertentu. Seperti yang disebutkan diatas, salah satu tujuannya adalah untuk memperkuat citra brand perusahaan.

Sedangkan menurut laman Echostories, storytelling adalah narasi kohesif yang terdiri dari fakta dan perasaan yang diciptakan oleh brand perusahaan Anda. Strategi ini tidak seperti ketika Anda berpromosi melalui iklan tradisional dimana Anda harus menunjukkan dan menceritakan tentang brand.

Tetapi Anda harus membuat cerita yang bisa menimbulkan banyak reaksi emosional dari audiens. Seperti produk atau jasa, harga, sejarah, kualitas, pengalaman, tujuan, dan nilai penting lainnya yang ingin Anda sampaikan.

Seiring dengan berkembangnya zaman, kebutuhan dan keinginan pelanggan pun turut berubah. Tidak terkecuali cara para pelaku bisnis untuk mempromosikan dagangannya. Storytelling dalam bisnis inilah yang sudah banyak diadopsi sebagai salah satu strategi promosi.

Dilansir dari laman Hubspot, storytelling dalam bisnis bisa mengungkapkan bagaimana misi Anda terus berjalan. Melalui strategi ini, Anda bisa membuat narasi menarik yang bisa membuat audiens mengingat, mengembangkan empati, dan peduli pada brand Anda.

Di era digital seperti sekarang masyarakat sudah memiliki kendali penuh terhadap informasi yang ingin mereka konsumsi. Termasuk salah satunya melalui iklan. Awalnya, storytelling dalam bisnis hanya menceritakan tentang sejarah perusahaan. Tapi lama kelamaan bentuknya berubah. Menjadi sebuah narasi yang menceritakan keunggulan dari produk dan/atau jasa.

Fungsi Storytelling dalam Bisnis

Seperti yang disebutkan diatas, strategi storytelling bisa menjadi salah satu cara paling ampuh untuk mempromosikan produk dan/atau jasa yang ingin dipasarkan.

Selengkapnya tentang fungsi storytelling dalam bisnis adalah sebagai berikut:

1. Membangun Koneksi

Dengan menggunakan storytelling, Anda bisa membangun hubungan yang lebih dalam dengan audiens. Hal ini karena dengan bercerita bisa mendorong koneksi yang lebih kuat, lebih dalam, dan menyatukan banyak orang.

2. Metode Ampuh untuk Belajar

Sebagai pebisnis Anda dituntut untuk terus belajar tentang banyak hal. Termasuk mengenal pelanggan, brand yang diwakilkan, hingga daerah sekitar Anda. Storytelling bisa membantu Anda untuk memahami apa yang terjadi di pasar, apa yang dibutuhkan pelanggan, brand, dan juga perusahaan Anda sendiri.

3. Alat Taktis

Satu lagi fungsi dari storytelling adalah, yaitu sebagai alat taktis. Di era digital seperti saat ini, pelanggan tidak hanya mencari pengalaman yang berbeda, melainkan juga dari pengalamannya. Maka dari itu, dengan bercerita Anda bisa memberikan sesuatu yang berbeda untuk pelanggan dan juga brand perusahaan.

Jenis Storytelling dalam Bisnis

jenis storytelling bisnis

Pada dasarnya, ada dua jenis storytelling yang bisa Anda gunakan untuk membangun brand, yaitu:

1. Short Snippets

Jenis storytelling pertama adalah short snippets. Dimana dalam hal ini biasanya konten kreator akan mengunggah versi pendek cerita ke sosial media, lalu meminta audiens menonton cerita lengkapnya di channel atau media lain seperti YouTube.

2. Brand Stories

Jenis storytelling yang satu ini menghubungkan brand dengan pelanggan. Tujuannya adalah untuk membagikan nilai dari brand itu sendiri yang bisa membuat audiens percaya dan tertarik.

3. Product or Service Stories

Selanjutnya, jenis storytelling yang bercerita tentang produk dan/atau jasa yang akan dipromosikan. Biasanya alur ceritanya mengenai alasan perusahaan mengeluarkan produk dan/atau jasa tersebut, perjuangan dan tantangan yang dihadapi, hingga perubahan signifikan terkait produk dan/atau jasa itu sendiri.

4. Customer Stories

Customer stories adalah jenis storytelling yang mengisahkan cerita dari sisi pelanggan selama menggunakan produk dan/atau jasa.

Pelanggan diminta untuk menceritakan dampak atau perubahan yang mereka alami setelah atau selama penggunaan produk dan/atau jasa tersebut. Biasanya bentuknya lebih seperti cerita inspiratif dari sisi pelanggan.

5. Clickbait

Satu lagi jenis storytelling adalah clickbait. Biasanya konten kreator akan diminta untuk membuat cerita pendek dengan durasi tidak lebih dari satu menit untuk menarik perhatian audiens. Tujuannya adalah agar audiens betah dan penasaran untuk terus menonton videonya.

BACA JUGA: 9 Contoh Iklan Penawaran Paling Kreatif dan Cara Membuatnya

Teknik Storytelling dalam Bisnis

teknik storytelling brand bisnis

Hingga kini, sudah ada banyak perusahaan yang menggunakan brand storytelling dalam bisnis. Jika Anda baru ingin mulai mencoba, ada beberapa teknik storytelling bisnis yang bisa Anda coba, berikut langkahnya:

1. Buatlah Cerita dengan Alur yang Sederhana

Teknik pertama brand storytelling adalah dengan membuat alur cerita yang sederhana. Mengapa? Sebab audiens akan menganggap alur yang sederhana sebagai sesuatu yang realistis, lebih dipercaya, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Anda bisa membuat brand storytelling dalam bisnis dengan fokus pada tiga bagian. Yaitu, awal masalah yang akan diselesaikan, solusi untuk memecahkan masalah tersebut, dan terakhir penutup atau keberhasilan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan produk dan/atau jasa Anda.

2. Tegaskan Masalah pada Cerita Anda

Menurut laman Hubspot, sebuah cerita tanpa adanya masalah, maka tidak bisa memainkan emosi audiens. Terlebih jika tujuan Anda menggunakan storytelling dalam bisnis adalah untuk menginspirasi mereka.

Namun pada prakteknya, masih banyak pebisnis yang ragu atau takut untuk memberikan bumbu ini. Mereka percaya dengan memberikan alur cerita yang baik dan dengan image cerah saja sudah cukup untuk menarik perhatian audiens.

Padahal kenyataannya, masyarakat Indonesia suka dengan bumbu seperti ini. Seperti yang disebutkan diatas, manfaat dari storytelling dalam bisnis adalah agar Anda bisa belajar untuk lebih memahami apa yang dibutuhkan pelanggan. Hal ini adalah salah satunya.

3. Terhubung dengan Pelanggan

Terhubung dengan pelanggan adalah teknik ketiga yang bisa Anda gunakan. Artinya, Anda harus terlibat lebih jauh dengan pelanggan, melakukan pendekatan untuk bisa memasukkan brand perusahaan Anda. Maka dari itu, Anda bisa mulai dengan menyajikan cerita yang menginspirasi masyarakat.

4. Gunakan Kisah Menyentuh atau Humanis

Jika Anda ingin membangun atau menimbulkan emosi audiens, maka ada baiknya untuk menggunakan kisah yang menyentuh atau humanis.

Saat ini, sudah banyak brand yang menggunakan cara ini untuk membangun storytelling dalam bisnis. Mengapa? Sebab cara ini diklaim bisa menjual produk dan/atau jasa dengan cara menyentuh emosi audiens.

5. Ceritakan Awal Mula Brand Anda berdiri

Teknik terakhir untuk membuat storytelling dalam bisnis adalah dengan menceritakan awal mula brand Anda berdiri. Cara ini bisa Anda ceritakan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Sehingga nantinya dari cerita tersebut Anda bisa mempersonalisasikan brand yang dipromosikan.

Contoh Storytelling Produk

storytelling dalam bisnis adalah

Jika Anda masih merasa bingung, berikut contoh storytelling produk yang bisa Anda jadikan acuan:

1. Penggunaan Produk dari Generasi ke Generasi

Contoh storytelling produk yang pertama ini sering digunakan oleh brand kosmetik yang sudah berdiri dari puluhan tahun yang lalu atau dari generasi pertama sebuah keluarga dan masih bertahan hingga saat ini.

Bentuk storytellingnya adalah dengan menunjukkan setiap generasi di suatu keluarga menggunakan produk kecantikan yang sama. Tujuannya adalah untuk meyakinkan audiens bahwa produk yang dipasarkan memiliki kualitas yang baik dan dipercaya dari waktu ke waktu.

2. Kisah Sukses

Anda juga bisa menceritakan kisah sukses perjalanan bisnis dalam membangun sebuah brand. Alur ceritanya bisa dari awal perusahaan terbentuk, hingga kini sudah dikenal oleh masyarakat luas.

Contoh storytelling produk ini sudah banyak digunakan oleh produsen besar di Indonesia. Salah satunya adalah produsen mie instan yang menceritakan perjalanan suksesnya hingga kini berhasil menjual produknya ke mancanegara.

3. Kisah Inspiratif

Kisah inspiratif juga bisa menjadi contoh storytelling untuk produk Anda. Disini Anda bisa menggunakan kisah dari sisi diri sendiri atau dari beberapa pelanggan setia. Pastikan kisah inspiratif ini sesuai dengan nilai dan manfaat dari produk dan/atau jasa yang dipasarkan.

Demikianlah penjelasan terkait storytelling dalam bisnis, manfaatnya untuk brand, dan lima cara mudah untuk membuatnya.

Tentu dalam membuat alur cerita ini Anda akan menjumpai berbagai tantangan. Salah satunya adalah kreativitas. Namun Anda harus memanfaatkan hal tersebut untuk terus berinovasi dan memberikan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan Anda.

Jika perusahaan Anda membutuhkan seseorang yang jago bercerita, jangan lupa untuk menaruh info lokernya di KitaLulus, ya! Saat ini, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Medan, Gowa, Semarang, dan Surabaya.

Pastikan Anda sudah mendaftarkan diri untuk memasang iklan lowongan pekerjaan secara gratis di KitaLulus. Langkah selanjutnya, tinggal menunggu kandidat terbaik dan berpotensi sesuai dengan kualifikasi Anda dengan #LebihMudah, bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd