7 Strategi Penetapan Harga Jual Produk & Faktor Pengaruhnya

Annissa Manystighosa

Penulis, pengajar, dan penerjemah yang sedang menekuni pengetahuan seputar bisnis.

hrd
Isi Artikel

Dalam suatu bisnis, pasti tujuan akhirnya adalah mendapatkan keuntungan. Maka dari itu, Anda perlu tahu apa saja strategi penetapan harga produk yang baik agar terhindar dari kerugian atau kemungkinan harga jauh di bawah pasar.

Menentukan harga suatu produk adalah bagian penting dari penjualan. Karena harga bisa menjadi alasan utama pelanggan memilih untuk membeli atau batal membeli produk Anda.

Jadi, ketika menetapkan harga produk, Anda harus benar-benar memikirkan strategi terbaik. Yuk simak selengkapnya di bawah ini!

Pengertian Strategi Penetapan Harga

Sebelum kita berbicara tentang berbagai jenis dan fungsinya, mari kita bahas dulu apa itu strategi penetapan harga atau pricing strategy. Strategi penetapan harga adalah cara perusahaan memutuskan berapa biaya yang akan dikenakan untuk barang atau jasanya.

Hampir semua perusahaan menetapkan harga berdasarkan biaya pembuatan produk, biaya tenaga kerja, dan biaya iklan, kemudian menambahkan persentase tertentu untuk mendapat untung.

Harga menjadi bagian dari pemasaran yang dapat mempengaruhi berapa banyak keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Mengetahui harga yang tepat dapat menarik minat sebagian besar pelanggan dan mitra bisnis. Itulah alasan mengapa strategi penetapan harga itu penting.

Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga

Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penetapan harga, di antaranya sebagai berikut.

1. Pertimbangkan Biaya

Biaya merupakan salah satu faktor yang harus dipikirkan dalam menetapkan harga suatu produk. Dalam hal ini, kita berbicara tentang biaya produksi, yang meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya lainnya.

Misalnya biaya sewa, peralatan produksi, pengiriman, atau transportasi lain untuk mengirim produk ke tempat pemasaran. Pastikan Anda menentukan harga yang wajar.

Contoh dengan membuat harga jual lebih tinggi dari biaya rata-rata pembuatan produk. Keuntungan akan lebih besar jika selisih antara harga jual dan biaya produksi juga lebih besar.

2. Customer atau Pelanggan

Sebelum menetapkan harga produk, penting juga untuk memikirkan pelanggan. Cari tahu seberapa besar minat mereka terhadap produk yang Anda jual. Untuk beberapa jenis produk, strategi penurunan harga dapat menarik minat lebih banyak orang.

Namun hal ini tidak selalu benar. Untuk beberapa produk, harga yang terlalu rendah dapat membuatnya kurang menarik. Pelanggan berpikir bahwa harga murah berarti kualitasnya juga rendahan.

Jadi, bersikaplah cerdas memikirkan kalangan pelanggan yang membeli produk Anda sebelum memutuskan harga penjualan.

3. Jenis Produk

Faktor berikutnya berkaitan dengan jenis produknya. Cobalah mencari tahu jenis dari barang yang Anda jual. Jika produk yang Anda jual adalah sesuatu yang diinginkan banyak orang, tetapkanlah harga pada angka rata-rata produk serupa yang dijual oleh pesaing Anda.

Begitu pun juga jika Anda ingin menjual produk yang berbeda dari produsen lain, Anda dapat mencoba menetapkan harga lebih tinggi. Pelanggan biasanya berpikir bahwa jika harganya lebih tinggi, maka kualitasnya pasti lebih baik. Hal ini sesuai dengan pepatah “ada harga, ada kualitas”.

4. Target Pasar

Coba pikirkan pangsa pasar yang Anda targetkan. Misalnya, apakah produk Anda banyak diminati oleh masyarakat perkotaan atau pedesaan?

Cari tahu apakah harga jual produk dipengaruhi oleh tempat pembuatannya, bahannya, dan lain-lain. Jika Anda menetapkan pasar baru sebagai tujuan pemasaran Anda, sebaiknya tetapkan harga rendah karena dapat membantu menarik pelanggan baru dan menghasilkan keuntungan.

Dengan begitu, perusahaan Anda akan mencapai pendapatan rata-rata yang diinginkan dengan cepat, sehingga biaya produksi bisa dikurangi.

5. Kompetitor atau Pesaing

Melirik harga produk kompetitor tentu dapat membantu Anda memutuskan di angka berapa sebaiknya harga jual produk yang tepat. Anda dapat menetapkan angka di bawah harga kompetitor, persis sama, atau di atas harga rata-rata untuk produk yang sama.

Pilih salah satu opsi ini berdasarkan tujuan bisnis dan pemasaran Anda. Jangan khawatir, masing-masing pilihan harga ini memiliki nilai positif.

6. BEP (Break Even Point)

Penghitungan BEP atau break even point bisa menjadi salah satu faktor untuk memutuskan berapa biaya atau harga untuk suatu produk. BEP dihitung dengan cara menetapkan harga jual berdasarkan total biaya pengeluaran dan hasil yang diterima perusahaan secara keseluruhan.

Jelas produsen atau perusahaan yang menggunakan cara ini tidak mendapat keuntungan. Namun, hal tersebut juga membuat perusahaan tidak mengalami kerugian dan bisa menemukan keseimbangan pasar.

Tidak ada trik sempurna untuk menetapkan harga, tetapi seperti yang telah kita bahas, strategi penetapan harga yang cerdas mencakup analisis biaya dan informasi penting yang harus dikumpulkan.

Baca Juga: Payback Period: Rumus, Cara Hitung, Kelebihan dan Kekurangan

Keunggulan Menggunakan Strategi Penetapan Harga

Keunggulan Menggunakan Strategi Penetapan Harga


Pada dasarnya, sebuah usaha membutuhkan strategi penetapan harga untuk menciptakan permintaan pasar dan menghasilkan keuntungan lebih banyak. Namun selain dua hal tersebut, aspek bisnis ini memiliki sejumlah efek positif lainnya yang dapat membantu perusahaan. Apa saja? Berikut daftar keuntungan strategi penetapan harga.

  • Perusahaan lebih mudah untuk melakukan penetrasi pasar.
  • Perusahaan dapat menetapkan biaya lebih tinggi untuk barang dan jasa mereka.
  • Mendapatkan data nyata tentang berapa banyak pelanggan setia.
  • Membantu perusahaan dalam membuat produk yang lebih baik.
  • Perusahaan lebih memperhatikan layanan pelanggan.
  • Menjaga pelanggan agar datang kembali.
  • Meningkatkan nilai dan citra merek atau brand.

Jenis Strategi Penetapan Harga

Setelah Anda mengetahui manfaat strategi penetapan harga, berikutnya Anda juga harus mempelajari berbagai cara menentukan penetapan harga. Masing-masing jenis strategi ini didefinisikan dan diterapkan dengan cara yang berbeda.

Jadi, perusahaan perlu melihat kembali kebutuhan dan sumber daya sebelum memutuskan strateginya. Nah, berikut adalah tujuh cara berbeda untuk menetapkan harga produk.

1. Cost-plus Pricing

Penetapan harga cost-plus adalah cara paling sederhana dan paling umum. Dalam metode ini, permintaan pasar atau banyaknya persaingan tak perlu Anda pikirkan.

Misalnya, Anda menjual salad buah. Untuk membeli bahan-bahannya, Anda membutuhkan Rp 15.000 per porsi. Anda ingin mendapat untung sebesar Rp 5.000. Jadi, harga jual salad buah Anda seharga Rp 15.000 ditambah Rp 5.000, yaitu Rp 20.000 tiap porsinya. Cara menetapkan harga ini juga disebut sebagai "harga markup".

2. Competition-based Pricing

Cara menentukan penetapan harga yang kedua adalah dengan strategi melihat kompetitor. Cara ini juga disebut competitive pricing atau competitor-based pricing.

Berapa harga produk pesaing Anda akan digunakan sebagai titik awal untuk mengetahui angka penjualan rata-rata. Anda bisa menjual barang dengan harga lebih murah agar bisa bersaing. Sebaliknya, jika Anda memutuskan harga lebih mahal, Anda bisa menjual barang mewah atau berkualitas.

3. Premium Pricing

Kata pepatah, "ada harga, ada rupa." Strategi penetapan harga premium dibangun berdasarkan aturan praktis ini. Akan selalu ada pelanggan yang bersedia membayar lebih untuk kualitas yang lebih baik.

Ada juga orang yang ingin membeli barang-barang mahal dan terkenal. Strategi penetapan harga premium sengaja ditujukan untuk kelompok pelanggan sejenis ini.

4. Freemium Pricing

Bagi Anda yang bekerja untuk SaaS atau perusahaan produk digital, tak ada salahnya mencoba mengatur harga menggunakan model "freemium". Freemium adalah gabungan dari kata "free" dan "premium". Ada produk yang gratis, ada juga yang berbayar.

Fitur yang dimiliki setiap paket tentunya berbeda-beda. Pelanggan bisa mendapatkan layanan yang lebih lengkap jika mereka membayar. Paket gratis bisa Anda berikan untuk masa percobaan tertentu sehingga pelanggan dapat mencoba beberapa layanan terlebih dahulu. Jika ada yang cocok, mereka akan sukarela membelinya.

5. Skimming Pricing

Seperti yang kita tahu, ketika Apple mengeluarkan seri terbaru iPhone, mereka masih menjual seri lama. Tapi harga yang lama ini turun. Hal tersebut dinamakan skimming pricing.

Dalam strategi penetapan harga semacam ini, perusahaan memulai dengan menjual produk baru dengan harga tinggi. Lalu seiring berjalannya waktu, nilai produk akan semakin turun sehingga harganya juga akan turun.

Selain perusahaan yang menjual gadget, supermarket yang menjual makanan juga sering menggunakan cara ini. Pada tengah malam, harga makanan siap saji sering turun. Bukan karena kualitasnya buruk, tujuan sebenarnya adalah untuk memindahkan barang-barang dengan cepat sehingga tidak ada makanan yang disimpan pada malam itu.

6. Bundle Pricing

Pasti Anda sering melihat strategi penjualan seperti ini:

  • Harga kaos Rp 200.000
  • Harga rok Rp 150.000
  • Harga menjadi Rp 300.000 jika Anda membeli kaos dan rok

Harga paket atau bundle pricing tersebut termasuk dalam strategi penetapan harga. Ada dua produk yang berbeda, tetapi ketika Anda membelinya bersama-sama, harganya jadi lebih murah.

Mungkin sulit dipercaya, tapi strategi ini dapat mempercepat penjualan. Pelanggan percaya pengeluarannya akan lebih hemat.

Di sisi lain, harga jual Anda menurun. Tentunya akan merusak angka laba bersih. Jangan khawatir, jika harga bundel berhasil mendatangkan lebih banyak pelanggan potensial, keuntungan yang dihasilkan masih positif.

Baca juga: Bundling Adalah: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat & Contohnya

7. Psychological Pricing

Selanjutnya ada penetapan harga berdasarkan pola pikir. Strategi ini berkaitan dengan cara orang berpikir dan bertindak.

Odd Pricing

Tahukah Anda, menulis harga Rp 499.000 lebih disukai daripada angka Rp 500.000. Mengapa demikian? Angka Rp 499.999 menurut pola pikir manusia akan terasa lebih terjangkau.

Anda dapat mencoba strategi ini jika Anda ingin membuatnya kesan harga murah. Cirinya adalah harga harus diakhiri dengan angka ganjil, bukan bilangan bulat.

Even Pricing

Di sisi lain, even pricing adalah kebalikan dari odd pricing. Saat Anda menuliskan harga dengan angka bulat, seperti Rp 500.000 dan bukan Rp 499.999, hal ini bisa membuat produk Anda tampak lebih mahal dan mewah.

BOGOF

BOGOF adalah singkatan dari "buy one get one free” atau "beli satu, gratis satu". Strategi ini dapat mempercepat penjualan, seperti halnya bundling. Namun, batasi promo ini untuk sementara waktu saja karena dapat berdampak pada keuntungan yang Anda dapatkan jika dilakukan dalam jangka panjang.

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang strategi penetapan harga mulai dari faktor, keuntungan serta cara-cara yang bisa Anda terapkan. Sebagai produsen tentunya Anda butuh tim finance untuk membantu menghitung pemasukan dan biaya produksi. 

Jangan khawatir jika saat ini Anda belum punya staf finance yang mumpuni untuk membantu Anda mengurus keuangan. Anda dapat memasang iklan lowongan pekerjaan di KitaLulus untuk merekrut tim finance dengan kemampuan terbaik.

Caranya mudah, isi formulir pendaftaran untuk memposting lowongan pekerjaan secara gratis! Iklan Anda akan dipromosikan ke berbagai media rekanan KitaLulus sehingga Anda bisa mendapatkan kandidat dengan lebih cepat.

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd