Surat Peringatan 1 dan Hal-hal yang Harus Anda Ketahui!

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Passion menulis di bidang karir dan bisnis. Mulai aktif menulis dari 2012 dan sampai kapan pun.

Surat peringatan 1
Isi Artikel

Sebagai karyawan atau pekerja, wajib untuk mengikuti peraturan dan tata tertib yang berlaku di tempat kerjanya. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kedisiplinan. Lalu, bagaimana jika sebagai karyawan atau pekerja kita melakukan kesalahan yang fatal sehingga harus mendapatkan Surat Peringatan (SP) 1 dari HRD? Bagaimana sih, contoh surat peringatan 1 yang benar?

Surat peringatan karyawan dikeluarkan oleh HRD setelah seorang karyawan atau pekerjanya melakukan pelanggaran berulang-ulang kali tanpa adanya perubahan. Sebagai contoh surat peringatan 1 diberikan untuk karyawan atau pekerja yang selalu telat datang ke kantor selama seminggu berturut-turut dan tidak ada perubahan di minggu berikutnya.

Lalu, apakah hal ini dicantumkan di Undang-undang Ketenagakerjaan atau tidak? Simak penjelasan terkait contoh surat peringatan 1 berikut ini.

CONTOH SURAT PERINGATAN KARYAWAN

Aturan pemberian surat peringatan (SP) sudah tercantum pada Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hal tersebut diatur dalam pasal 161 yang berbunyi:

“Dalam hal pekerja/buruh melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama, pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja, setelah kepada pekerja/buruh yang bersangkutan diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut”

Namun pada prakteknya, banyak perusahaan yang memberikan surat peringatan secara tidak berurutan. Sebagai contoh surat peringatan karyawan, perusahaan memberikan surat peringatan 1 kepada karyawan atau pekerja yang melanggar.

Lalu ketika karyawan atau pekerja tersebut kembali melanggar dalam masa berlakunya surat peringatan 1, maka perusahaan bisa langsung memberikan surat peringatan 3. Praktik seperti ini tidak menyalahi aturan karena beberapa kondisi yang sudah diatur dalam perjanjian kerja.

Lalu, bagaimana dengan contoh surat peringatan karyawan yang diberikan perusahaan kepada karyawan atau pekerjanya? Ada beberapa jenis surat peringatan kerja yang diberikan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Yaitu:

1. Contoh Surat Peringatan Karyawan Tidak Disiplin

Surat peringatan karyawan ini diberikan kepada karyawan atau pekerja yang tidak disiplin dan melakukan pelanggaran tata tertib saat bekerja.

2. Contoh Surat Peringatan Karyawan Absen Kerja

Surat peringatan 1 ini diperuntukkan bagi karyawan atau pekerja yang sering absen kerja tanpa adanya alasan jelas dan tanpa pemberitahuan.

3. Contoh Surat Peringatan Karyawan Terlambat Masuk Kerja

Biasanya surat peringatan karyawan ini diberikan jika karyawan atau pekerja sudah terlambat masuk lebih dari tiga kali.

4. Contoh Surat Peringatan Karyawan karena Bertindak Tidak Sopan

Saat ada karyawan atau pekerja yang bertindak tidak sopan seperti mengeluarkan kata-kata tidak pantas, melawan atasan, atau keluar ruangan tanpa permisi, maka mereka akan mendapatkan surat peringatan 1 ini.

  1. Contoh Surat Peringatan Karyawan dan Sekaligus Pemberitahuan PHK

Sanksi PHK diberikan sebagai pilihan terakhir jika karyawan atau pekerja yang bersangkutan tidak bisa dipertimbangkan lagi di perusahaan tersebut.

 

FORMAT SURAT PERINGATAN 1

Perlu diketahui bahwa, surat peringatan bisa diberikan secara berurutan (SP1, SP2, lalu SP3) atau tidak. Hal ini tergantung pada peraturan di perjanjian kerja kedua belah pihak.  Lalu, jika surat peringatan diberikan secara berurutan, maka batas waktu untuk pemberian surat peringatan selanjutnya adalah enam bulan.

Dan jika dalam kurun waktu tersebut karyawan atau pekerja masih melakukan pelanggaran yang sama, maka diterbitkan surat peringatan 3 hingga dikenakan sanksi PHK.

Lalu bagaimana dengan format surat peringatan 1 yang benar? Pada umumnya format penulisannya memiliki struktur yang sama persis dengan surat resmi lainnya. Namun, ada beberapa hal yang menjadi pembeda dalam surat peringatan karyawan. Yaitu:

  1. Kop Surat.
  2. Tanggal Pembuatan Surat dan Nomor Surat.
  3. Salam dan Kata Pembuka.
  4. Identitas karyawan yang Diberikan Peringatan.
  5. Penjelasan Isi Surat. Alasan dari pemberian surat peringatan dan berikan keterangan tujuan terkait SP tersebut.
  6. Penutup Surat.

Sebagai pemberi kerja, sudah seharusnya kita bisa membuat karyawan atau pekerja menjadi disiplin dan bisa mentaati peraturan yang berlaku. Akan tetapi sebagai manusia biasa, kita tidak luput dari masalah dan kesalahan.

Temukan Kandidat Terbaik di KitaLulus

Apakah Anda ingin mencari kandidat terbaik di bidangnya? Atau Anda sedang mencari kandidat yang disiplin dan bekerja keras? Tenang, semua itu ada di aplikasi KitaLulus. Pasang iklan lowongan kerja Anda di aplikasi KitaLulus sekarang juga!

Bagi Anda yang sedang mencari kandidat, Anda bisa menaruh lowongan pekerjaan di aplikasi KitaLulus. KitaLulus beroperasi di beberapa kota besar seperti, Jabodetabek, Bandung, Makassar, dan Surabaya. Daftarkan diri Anda untuk memasang lowongan di KitaLulus. Dapatkan kandidat terbaik mulai dari sekarang!


Pasang Lowongan Kerja di Kitalulus
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok