Memahami Era VUCA, Penerapan, dan Langkah Menghadapinya dalam Bisnis

Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

VUCA adalah singkatan dari Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas). Banyak orang yang meyakini bahwa penerapan VUCA ini mirip dengan kondisi bisnis seperti saat ini.

Misalnya, Anda harus mengulas kembali strategi bisnis yang dijalankan karena muncul tren baru yang harus diikuti. VUCA adalah gambaran dari hal tersebut. Jika digabungkan, VUCA merupakan sifat dari beberapa kondisi dan situasi yang sulit.

VUCA adalah hal penting yang harus Anda lakukan dalam menjalankan strategi bisnis Anda. Mengapa demikian? Cari tahu jawaban lengkapnya terkait penerapan VUCA dan langkah menghadapinya di bawah ini.

BACA JUGA: Kepemimpinan Transformasional: Pengertian, Kelebihan, & Perbedaan dengan Transaksional

Apa Itu VUCA?

VUCA adalah singkatan dari volatility uncertainty complexity ambiguity

Tahukah Anda bahwa, pada awalnya VUCA adalah istilah yang dipopulerkan oleh United States Army War College? Istilah VUCA digunakan untuk menggambarkan situasi akibat perang dingin pada masa itu. Namun setelah itu, VUCA menjadi salah satu konsep yang digunakan oleh para pebisnis dan perusahaan di banyak industri.

Masing-masing dari keempat sifat tersebut memiliki arti dan poin yang berbeda-beda untuk menjalankan strategi bisnis Anda. Seperti di antaranya adalah:

1. Volatility (Volatilitas)

Jika diartikan, volatilitas adalah sebuah kecenderungan untuk berubah dari suatu keadaan ke keadaan lainnya, dan perubahan ini bisa terjadi secara ekstrim, tanpa disadari sebelumnya.

Ingat kasus crypto Terra Luna yang anjlok nilainya hingga -99,9% dalam beberapa sehari saja? Itu adalah contoh kasus volatilitas terparah yang bisa terjadi pada investor dan pebisnis.

2. Uncertainty (Ketidakpastian)

Uncertainty atau ketidakpastian dalam bisnis adalah hal yang umum. Hal ini biasa terjadi ketika Anda sudah mengetahui hubungan sebab-akibatnya, namun masih bingung dengan langkah yang akan diambil.

Saat menghadapi uncertainty, sebagai pebisnis pandangan Anda harus tetap optimis tapi tidak ceroboh. Anda harus tetap bisa menyeleksi mana langkah paling potensial dan menghitung apakah keuntungannya sebanding dengan risiko.

Selain itu, Anda juga sebaiknya tidak terlalu terpaku dengan cara lama (old ways) dan mau terus update dengan perkembangan terbaru.

Jangan seperti Nokia, Atari, Xerox, atau Yahoo. Dulu, perusahaan-perusahaan tersebut adalah penguasa market share di industrinya. Akan tetapi, karena salah mengambil keputusan investasi dan terpaku ke old ways, mereka akhirnya dikalahkan oleh perusahaan yang harusnya bisa jadi “milik” mereka.

3. Complexity (Kompleksitas)

Sifat selanjutnya yang ada dalam VUCA adalah complexity atau kompleksitas. Pada praktiknya, Anda akan menemukan kompleksitas ketika mengalami masalah dalam menjalankan usaha. Kompleksitas tersebut membuat Anda tidak dapat mengambil keputusan dengan bijak, karena opsi solusinya terlalu banyak.

Selain selalu mengikuti perkembangan keilmuan, tren pasar, dan teknologi, cara terbaik meminimalisasi complexity bisnis adalah dengan mengambil keputusan berdasarkan data (data-based decision making).

Sebelum membuat keputusan krusial, ada baiknya Anda dan tim mengumpulkan berbagai data yang ada terlebih dulu. Setelah itu, buatlah opsi solusi berdasarkan data tersebut. Sebelum action, pertimbangkan mana solusi yang paling efektif dan efisien dari segi modal.

4. Ambiguity (Ambiguitas)

Satu lagi sifat pada VUCA adalah ambiguity atau ambiguitas. Sebelum Anda memasarkan produk baru, pasti Anda bertanya-tanya “apakah pelanggan akan menyukai produk ini?” atau “bagaimana reaksi pelanggan terhadap produk ini?” atau “berapa besar keuntungan yang bisa diambil dari produk ini?” dan lain sebagainya.

Jika Anda dihadapkan ke pertanyaan-pertanyaan semacam ini dan tidak tahu jawabannya, Anda bisa melakukan riset terlebih dulu. Selain itu, kesabaran juga sangat dibutuhkan karena tidak semua produk bisa memperoleh kejayaan dengan instan dalam sekejap.

Contohnya seperti Amazon.com, perusahaan milik orang terkaya di dunia Jeff Bezos. Untuk menjadi situs ecommerce sebesar saat ini, Amazon butuh waktu 16 tahun lamanya.

BACA JUGA: 10 Ide Team Building Berbentuk Games untuk Karyawan, Dijamin Seru!

Langkah Menghadapi VUCA Bagi Pebisnis

Langkah menghadapi VUCA bagi bisnis

Era VUCA adalah era sangat menantang bagi pebisnis. Agar tidak gagal tanpa perencanaan, sebagai manajemen atau pebisnis Anda bisa menerapkan beberapa langkah menghadapi VUCA sebagai berikut:

1. Volatility (Volatilitas)

Untuk sifat volatility atau volatilitas, langkah menghadapi VUCA adalah dengan vision atau pandangan. Artinya dalam hal ini Anda harus bisa menerima dan merangkul setiap perubahan yang ada di dalam perusahaan.

Dalam dunia bisnis, perubahan merupakan hal yang tidak bisa diprediksi. Maka dari itu, lebih baik untuk menerima dan merangkulnya dibandingkan harus melawan. Jika Anda memilih untuk melawan, maka hal ini hanya akan merugikan Anda dan bisnis yang dijalankan.

2. Uncertainty (Ketidakpastian)

Kemudian untuk sifat uncertainty atau ketidakpastian, langkah menghadapi VUCA adalah dengan understanding atau pengertian. Hal yang bisa Anda lakukan adalah dengan mendengarkan dan memahami apa yang menjadi masalah atau kendala yang dihadapi orang-orang di sekitar Anda.

Selain itu, Anda juga bisa stay up to date dan sekaligus mendengarkan apa yang diinginkan oleh pelanggan Anda. Selanjutnya lakukan evaluasi dan pertimbangkan langkah selanjutnya. Jangan lupa untuk melakukan simulasi dan eksperimen di situasi terburuk agar Anda bisa bertahan di kondisi yang sama di masa mendatang.

3. Complexity (Kompleksitas)

Kemudian untuk sifat complexity atau kompleksitas, langkah untuk menghadapi VUCA adalah dengan clarity atau kepastian. Anda bisa memberikan kepastian dengan berkomunikasi secara jelas kepada tim dalam situasi apapun agar mereka bisa memahami arah dan/atau tujuan yang ingin dicapai.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa melakukan kolaborasi dengan tim pilihan Anda secara optimal dan efektif. bersikap bijaksana dalam membuat regulasi, hingga membangun koneksi dengan beberapa pihak lain di luar lingkup bisnis Anda, juga bisa dilakukan.

4. Ambiguity (Ambiguitas)

Satu lagi sifat dalam VUCA, ambiguity atau ambiguitas. Langkah menghadapi VUCA adalah dengan agility atau ketangkasan. Sebagai seorang pebisnis profesional, Anda harus berani membuat inovasi baru. Anda bisa menjadikan ketidakpastian menjadi peluang dengan melakukan penelitian dan hipotesis.

Anda juga bisa mendorong karyawan untuk dapat berpikir dan bekerja di luar zona nyaman mereka. Kembangkan budaya ide untuk membuat tim menjadi lebih kreatif, dan jangan lupa berikan apresiasi kepada kontribusi yang sudah mereka berikan.

Demikianlah jawaban dari pertanyaan “mengapa VUCA penting untuk strategi bisnis?” disertai dengan penerapan VUCA dan langkah menghadapi VUCA yang bisa menjadi acuan strategi bisnis Anda.

Nah, agar penerapan VUCA dalam hal kepemimpinan berhasil, Anda membutuhkan anggota tim yang hebat dan terampil di bidangnya. Tidak perlu ragu untuk menaruh informasi terkait lowongan kerja di perusahaan Anda bersama KitaLulus.

Bersama KitaLulus, Anda bisa mendapatkan banyak pilihan kandidat berpotensi dan berkualitas dari berbagai pilihan kota. Seperti Jabodetabek, Bandung, Makassar, Medan, Surabaya, Semarang, dan Gowa.

Tunggu apa lagi? Daftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan kerja di KitaLulus, sekarang juga. Saatnya untuk menerapkan kepemimpinan VUCA dengan anggota tim yang berkualitas.

BACA JUGA: Apa Itu Leadership? Ini Jenis, Ciri, dan Contoh Keterampilannya

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd