Desain Grafis: Pengertian, Tugas, Skill, Jenjang Karier, dan Gaji

Shirley Candrawardhani
Admin KitaLulus adalah content writer dan editor profesional yang mengelola konten artikel di KitaLulus.
desain grafis adalah
Desain Grafis: Pengertian, Tugas, Skill, Jenjang Karier, dan Gaji

Di perusahaan modern seperti startup, desain grafis adalah salah satu komponen yang sangat penting. Ini dikarenakan desain grafis berhubungan dengan kebutuhan konten.

Lantas, apa saja skill yang harus dimiliki untuk menjadi seorang graphic designer? Bagaimana jenjang karier dan gajinya? Ini dia pembahasan lengkapnya.

Apa Itu Desain Grafis?

desain grafis adalah

Di zaman sekarang, kekuatan konten adalah hal utama dalam melakukan promosi produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Pada umumnya, pembuatan konten menjadi salah satu job desk desainer grafis.

Desain grafis sendiri adalah sebuah bidang seni dan praktik yang melibatkan pembuatan visual yang dikomunikasikan dengan menggunakan elemen desain seperti warna, bentuk, garis, teks, dan gambar.

Tujuannya adalah untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan visual yang menarik guna memenuhi kebutuhan spesifik, seperti branding, iklan, promosi, dan publikasi.

Jadi, seorang desainer grafis yang baik seharusnya bukan hanya bisa menghasilkan karya indah dipandang mata. Lebih dari itu, graphic designer perlu menjadi seseorang yang bisa menyampaikan value dengan berbagai cara, mulai dari edukatif sampai persuasif.

Tugas Desainer Grafis

Jobdesk desain grafis

Seiring berkembangnya dunia digital, banyak perusahaan melakukan promosi melalui media sosial dan internet. Akan tetapi, masih ada yang belum paham mengenai lingkup kerja atau job desk desain grafis.

Berikut daftar tugas desain grafis yang perlu Anda tahu:

  1. Mendesain halaman web, brosur, logo, tanda buku, sampul majalah, laporan tahunan iklan, konten promosi, konten media sosial, hingga materi komunikasi lainnya.
  2. Membuat materi konten dengan tangan atau gadget khusus yang didukung dengan software untuk mendesain.
  3. Memadukan unsur seni, visual, dan bahasa dalam sebuah desain untuk menyampaikan pesan tertentu.
  4. Membuat desain yang komunikatif serta mudah dimengerti meskipun hanya dari visual oleh target audiens.
  5. Menyampaikan pesan secara unik dan kreatif.
  6. Berhubungan dengan klien untuk mendapatkan informasi dan pemahaman terkait materi konten.
  7. Membuat dan/atau menggabungkan ilustrasi, gambar, dan desain untuk mencerminkan tema dan nada komunikasi yang diinginkan.
  8. Memilih ukuran, gaya, dan jenis yang sesuai untuk teks dan gambar agar bisa dilihat atau dibaca dengan jelas.
  9. Membuat draft untuk ditinjau oleh klien dan membuat revisinya berdasarkan feedback yang diterima.
  10. Meninjau kesalahan produksi akhir dan memastikan bahwa hasil terakhir adalah yang sesuai dengan permintaan klien atau perusahaan.

Selain itu, dalam mengerjakan tugasnya, graphic designer harus bisa mengikuti perkembangan zaman agar inovasi desain yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Baca juga: Rekomendasi Situs Belajar Desain Grafis Online

Keuntungan Menjadi Graphic Designer

Keuntungan Menjadi Graphic Designer

Menurut International Design School, menjadi seorang desainer grafis memiliki sejumlah manfaat yang signifikan. Beberapa keuntungan tersebut termasuk:

1. Berekspresi Secara Artistik

Satu keuntungan utama dari pekerjaan sebagai desainer grafis adalah mampu mengungkapkan ide dan konsep dalam bentuk visual. Inilah yang membuat seorang desainer memiliki kesempatan untuk membuat karya yang unik dan memiliki gaya yang khas.

Walaupun desain grafis bersifat subjektif, seorang desainer tidak perlu takut untuk mengekspresikan diri. Meski biasanya terdapat batasan dalam brief project yang diberikan, desainer masih dapat mengekspresikan kreativitasnya dalam project tersebut.

2. Kesempatan Kerja Tidak Terbatas

Keuntungan lainnya adalah adanya peluang kerja yang tidak terbatas. Hampir semua merek atau perusahaan saat ini memerlukan desain visual untuk mempromosikan produk dan jasanya secara online maupun offline.

Oleh karena itu, peluang untuk menjadi desainer grafis sangat luas dan dapat ditemukan di berbagai industri dan perusahaan.

Berbagai layanan desain yang dapat ditawarkan di antaranya desain website, kemasan produk, spanduk, pamflet, logo, dan konten media sosial.

3. Fleksibilitas dalam Memilih Lingkungan Kerja

Menjadi desainer grafis juga memiliki fleksibilitas dalam memilih lingkungan kerja yang sesuai dengan preferensi individu.

Desainer dapat memilih untuk bekerja secara freelance dan menawarkan layanan desain grafis secara online. Fleksibilitas dalam bekerja dari mana saja dan kapan saja memungkinkan mereka untuk menjalankan bisnis secara mandiri atau bahkan sebagai pekerjaan sampingan.

Selain itu, mereka juga dapat memilih untuk bekerja di agensi atau perusahaan yang memerlukan layanan ini. Hal tersebut membuka peluang untuk bekerja di berbagai lingkungan kerja yang berbeda dan memungkinkan desainer grafis untuk mengeksplorasi industri yang berbeda pula.

4. Menghemat Budget

Salah satu keuntungan finansial menjadi desainer grafis adalah biaya yang relatif rendah untuk memulai. Desainer hanya perlu memiliki perangkat komputer atau laptop dan perangkat lunak desain yang diperlukan untuk memulai karya.

Dengan minimnya biaya awal, mereka dapat menghemat uang, terutama jika mereka memulai sebagai freelancer. Selain itu, dengan melakukan pemasaran diri yang efektif, desainer grafis dapat dengan mudah mendapatkan klien pertama mereka dan mulai membangun portofolio.

Meskipun biaya awal yang rendah dapat memberikan keuntungan finansial, namun menjadi desainer grafis yang sukses membutuhkan keterampilan dan dedikasi tinggi untuk menghasilkan karya yang berkualitas dan menarik pelanggan.

Baca juga: 19 Rekomendasi Laptop untuk Desain Grafis 2023, Spek Mantap!

Latar Belakang Pendidikan Desainer Grafis

Faktanya, desain grafis adalah tipikal pekerjaan yang dapat dengan mudah dipasangkan dengan jurusan kuliah/sekolah tertentu. Sebagai contoh, seseorang yang ingin menjadi graphic designer bisa memilih kuliah S1 jurusan Animasi atau Desain Komunikasi Visual (DKV).

Meski demikian, dengan banyaknya kursus online dan kemudahan mempelajari tools desain, siapapun saat ini bisa melamar lowongan graphic designer. Cukup menguasai 1 – 2 tools domain dan punya portofolio desain agar klien teryakinkan.

Skill yang Harus Dikuasai

skill desain grafis

Sebelum Anda memasang lowongan pekerjaan graphic designer untuk perusahaan, sebaiknya ketahui dulu skill apa saja yang harus dikuasai untuk bisa menyelesaikan tugas mendesain, di antaranya:

1. Kreativitas

Skill kreativitas sepertinya sudah menjadi sebuah keharusan untuk seorang graphic designer. Sebab, dalam mengerjakan job desk-nya, mereka akan dipertemukan dengan banyak proyek yang memiliki tema beragam.

Maka dari itu, kreativitas sangat dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya. Kreativitas bisa diasah seiring waktu dengan melihat banyak referensi design.

2. Komunikasi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, job desk graphic designer adalah mengkomunikasikan pesan melalui bentuk visual. Namun dibalik itu, mereka juga harus bisa berkomunikasi dengan baik melalui tulisan maupun lisan.

Sebab dalam pengerjaan graphic design, mereka akan bertemu dengan banyak klien yang tentunya memiliki segudang permintaan. Mereka juga harus bisa menjadi pendengar yang baik saat klien mengutarakan permintaannya.

3. Aplikasi Software

Tugas desainer grafis bisa dilakukan dengan dua cara. Yaitu dengan tangan dan bantuan aplikasi software. Biasanya para graphic designer menggunakan aplikasi Adobe untuk membuat design.

Namun bukan berarti software lainnya tidak bisa digunakan. Hal ini tergantung kepada masing-masing orang saat mengerjakan pekerjaannya. Sebagai pemberi kerja, Anda juga harus mendukung dengan cara memberikan fasilitas yang memadai.

4. Presentasi

Selain harus memiliki skill komunikasi, seorang desainer grafis juga harus memiliki skill presentasi. Setelah menyelesaikan tugas, mereka harus bisa mempresentasikan hasil karyanya.

Presentasi  meliputi penjelasan bagaimana proses pembuatannya, hingga menjelaskan alasan dibalik memilih style visual pada design yang dibuat.

5. Manajemen Waktu

Tidak dapat dipungkiri bahwa membuat desain sangat memakan waktu. Sebab sebuah desain yang bagus dan berkualitas tidak bisa jadi hanya dengan waktu semalam saja. Terlebih ketika dalam satu proyek ada banyak desain yang harus dibuat.

Maka dari itu, kemampuan manajemen waktu dibutuhkan untuk mendukung hal ini. Desainer harus bisa mengatur prioritas pekerjaan dan memberikan hasilnya sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

6. Artistik

Seorang graphic designer dalam menyelesaikan tugas harus memiliki skill artistik. Artinya, mereka harus mampu menciptakan desain yang menarik dan eye catching di mata target audiens.

Selain itu, job desk ini juga mengharuskan mereka untuk menghasilkan ilustrasi kasar dari bentuk ide. Bisa dengan sketsa tangan atau menggunakan gadget khusus.

Baca juga: Perbedaan Desainer UI dan UX, Tugas, Tanggung Jawab, Skill yang Wajib Dikuasai

Jenjang Karier Desainer Grafis dan Gajinya

Saking banyaknya, job desk graphic design dapat menyebabkan stres, burnout, bahkan terkuras secara fisik. Oleh karena itu sebagai pemberi kerja, Anda bisa membantu mereka untuk mengembangkan jenjang kariernya.

Jika di perusahaan Anda ada seorang graphic designer yang memperlihatkan kesungguhan dalam bekerja dan pantas untuk dipromosikan, maka jangan ragu lagi untuk mendekatinya.

Hal ini juga menjadi salah satu cara mempertahankan karyawan agar tidak mengundurkan diri saat sedang lelah dengan beban kerja yang diberikan.

Beberapa jenjang karier graphic designer paling menjanjikan misalnya:

  • Creative Director: mengelola tim kreatif untuk membuat visual sebuah produk yang akan digunakan untuk branding atau kebutuhan promosi.
  • Art Director: mengelola dan melakukan koordinasi antara graphic designer di bidang produksi dan ilustrasi untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai dengan kepuasan klien.
  • Brand Identity Developer: meliputi pembentukan identitas brand untuk perusahaan atau klien yang akan digunakan untuk promosi di media sosial atau internet.
  • Logo Designer: membuat logo untuk sebuah brand yang memiliki filosofi berumur panjang.
  • Web Designer: membuat grafik, layout, hingga mengatur halaman situs seartistik mungkin.
  • Content Developer: menulis dan membuat tampilan visual dalam bentuk video maupun audio untuk kebutuhan konten multimedia.

Sementara itu terkait pendapatan, gaji desainer grafis di Indonesia sangat beragam, mulai dari Rp2.000.000 – Rp7.000.000/bulan, bahkan bisa sampai puluhan juta rupiah. Selain melalui kerja full time, graphic designer juga bisa mencari pekerjaan freelance sebagai side-hustle.

Demikian penjelasan terkait tugas desain grafis, skill yang dibutuhkan, hingga pengembangan jenjang karirnya di perusahaan.

Apabila perusahaan Anda membutuhkan seorang graphic designer, taruh saja lowongan kerja Anda di KitaLulus! Dengan pengguna aplikasi yang lebih dari 3 juta, akan membuat iklan lowongan Anda ramai peminat. Sehingga mencari kandidat berkualitas tidak lagi susah dilakukan.

Yuk pasang info lowongan kerja di KitaLulus sekarang juga!

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top