Startup Adalah: Ciri dan Perbedaan dengan Perusahaan Konvensional

penulis
Putri Prima

Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.

hrd
Isi Artikel

Startup adalah– Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah startup. Secara sederhana, startup adalah perusahaan yang baru dirintis.  Saat ini, startup lebih mengacu kepada perusahaan-perusahaan berbasis teknologi.

Tapi, sebenarnya apa itu startup? Apa saja ciri-ciri yang membedakannya dengan perusahaan biasa? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Startup?

apa itu startup

Startup adalah perusahaan rintisan yang didirikan untuk mengembangkan produk atau layanan unik sesuai dengan target pasar.

Dengan kata lain, startup adalah perusahaan yang baru saja masuk atau masih berada pada fase pengembangan untuk terus menemukan pasar maupun juga melakukan pengembangan produk. Jenis perusahaan rintisan cenderung menggunakan sistem online untuk memasarkan atau mengenalkan produknya dan layanannya. 

Menurut Neil Blumenthal, startup adalah perusahaan yang dibuat untuk memecahkan masalah di mana ia menawarkan solusi tidak terbatas namun kesuksesannya sulit. Bagaimana maksudnya?

Maksudnya adalah startup dibangun dengan menyoroti permasalahan yang ada di pasar. Hal ini membuat produk startup menjadi solusi bagi masalah yang dirasakan banyak orang. Solusi yang dibawa startup tidak sekadar menyelesaikan satu masalah, melainkan memberikan solusi ke masalah-masalah spesifik lainnya yang bersangkutan dengan masalah utama. 

Contohnya, ecommerce yang menjadi solusi atas terbatasnya proses jual-beli secara offline. Lalu, lahir startup ecommerce yang menawarkan solusi jual-beli online. 

Namun, solusinya bukan hanya sampai situ, untuk dapat bertahan dan disenangi pasar startup ecommerce perlu memberikan solusi lainnya. Misalnya saja gratis ongkir, keamanan data, tampilan aplikasi dan navigasi yang mudah, dan sebagainya.

Namun, walau menawarkan solusi yang tidak terbatas, startup memiliki risiko tinggi. Banyak startup yang akhirnya tumbang karena kurang modal operasional dan produk atau layanannya kurang solutif bagi target pasar.

Ciri-Ciri Startup

Perusahaan rintisan memiliki ciri atau karakteristik yang khas, berikut ini daftar ciri-ciri perusahaan startup:

  • Budaya perusahaan unik dan fleksibel
  • Jumlah karyawan relatif sedikit
  • Umur perusahaan masih belia
  • Operasional melalui platform digital
  • Inovasi dan disruption adalah hal utama
  • Tes market perusahaan cenderung kecil
  • Pendanaan sangat mengandalkan investor

Sumber Pendanaan Startup

sumber pendanaan startup

Sebagai perusahaan rintisan, startup membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk mengembangkan produk dan layanannya. Apa lagi seperti yang kita tahu, startup mengembangkan produknya berbasis teknologi yang pasti membutuhkan dana yang banyak. 

Lalu, dari mana pendanaan perusahaan startup untuk dapat beroperasi dan melakukan pengembangan? Berikut ini beberapa jenis pendanaan yang dimanfaatkan startup.

1. Keluarga atau Teman

Banyak startup yang berdiri dengan pendanaan dari keluarga atau teman si pencetus. Peran keduanya sangat penting dalam pendanaan, mereka bisa mendanai sekaligus mempromosikan startup.

Tapi, mendapatkan pendanaan dari keluarga atau teman bukan tanpa risiko, justru risikonya sangat besar. Oleh karena itu, kamu harus dapat mengembangkan ide dengan baik agar dapat mengembalikan pinjaman.

2. Inkubator

Inkubator merupakan program yang dirancang agar perusahaan startup dapat berdiri sendiri dan sukses. Program ini akan membantu perusahaan rintisan untuk dibina dalam jangka waktu tertentu.

Kamu akan mendapatkan mentor ahli dibidangnya, dan pendanaan.

3. Venture Capital

Venture capital adalah modal dalam bentuk uang yang diberikan investor kepada startup yang potensial. Pendanaan ini terdiri dari kelompok investor kelas atas, bank investasi serta lembaga keuangan besar.

Perbedaan Perusahaan Konvensional dan Startup

perbedaan startup dan perusahaan konvensional

Pasti kamu penasaran, apakah perusahaan konvensional dan startup itu sama? Kesamaan keduanya adalah sama-sama berfokus untuk bisa diterima di target pasar dan meraih kesuksesan dalam menjalankan bisnisnya.

Tapi, secara fokus operasional bisnis, perusahaan konvensional dan startup itu berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan startup dan perusahaan rintisan.

1. Mentalitas Awal

Tidak seperti perusahaan rintisan yang fokus melakukan eksperimen yang berisiko untuk menemukan model bisnis baru dan aspek pasar yang punya potensi.

Perusahaan konvensional mempunyai fokus awal yang mendapatkan profit secepat mungkin. Itulah yang membedakan mentalitas antara startup dan perusahaan konvensional.

2. Cara Pendanaan

Perusahaan rintisan pertama berdiri dari modal pendiri sendiri, Kemudian bila sudah mengalami kemajuan akan mendapatkan pendanaan dari venture capital. Dalam dunia startup dikenal dengan tahapan pendanaan seed funding. Nominal pendanaan ini tergantung dengan sejauh apa startup dapat berkembang dan memperluas target pasar.

Sedangkan, perusahaan konvensional pendanaan awal berasa dari keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan itu sendiri. Di mana pada tahapan awal, perusahaan konvensional menggunakan modal usaha sendiri dan kemudian pembiayaan operasional didapatkan dari keuntungan penjualan.

3. Eksperimen Berisiko

Startup banyak menerapkan eksperimen berisiko dengan prinsip test, measure, dan act dengan tujuan mencari layanan yang tepat untuk pasar. Sedangkan perusahaan konvensional menjalankan strategi dengan hati-hati dan meminimalisir risiko yang mungkin muncul.

4. Struktur Organisasi

Perusahaan konvensional punya struktur organisasi yang disusun formal sesuai budaya korporat. Pada setiap struktur karyawan terdapat posisi atasan yang menentukan batasan. Sedangkan, struktur organisasi startup cenderung cair. Walau ada atasan dan bawahan, namu tidak ada sekat, komunikasi bisa berjalan santai.

5. Ritme Kerja

Ritme kerja karyawan startup cenderung dituntut untuk bisa bekerja cepat. Ini karena pada tahap awal banyak hal yang perlu dipelajari serta diselesaikan. Sedangkan, di perusahaan konvensional ritme kerja tidak secepat startup. Ini karena setiap pekerjaan sudah dibagi sesuai job descnya masing-masing.

6. Tingkat Pertumbuhan

Perusahaan konvensional bisa dikatakan lebih mampu menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Hal ini karena mematok pertumbuhan yang cepat. 

Berbeda dengan perusahaan rintisan yang sering kali harus gagal di tengah jalan karena gagal melakukan pertumbuhan dengan ide-ide segar untuk menciptakan model bisnis yang bisa direproduksi.

BACA JUGA: Apa Saja Risiko Merger Perusahaan yang Perlu Diantisipasi?

Contoh Startup

contoh startup

Saat ini, ada banyak contoh startup bermunculan. Tentu saja tren ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi dan semakin banyaknya anak muda yang berjiwa enterpreneur. Berikut ini beberapa contoh perusahaan rintisan yang ada di Indonesia:

1. Gojek

Perusahaan rintisan asli Indonesia ini memulai bisnis awalnya dengan menyediakan pemesanan ojek secara online. Namun, hari ini layanan Gojek terus berkembang mulai dari pesan makan, jasa antar barang, sampai memiliki pembayaran sendiri yang dikenal dengan Gopay.

2. Tokopedia

Ecommerce satu ini menjadi salah satu yang tersukses di Indonesia. Tokopedia juga terus mengembangkan layanannya tidak sekadar untuk jualan online saja tapi juga layanan pemesanan tiket, pembayaran tagihan, dan masih banyak layanan lainnya yang amat sangat memudahkan pengguna aplikasi Tokopedia.

3. EFishery

Startup satu ini berkembang di bidang akuakultur. Mengutip dari salah satu sumber, EFishery digadang-gadang bisa menjadi Indonesia's Next Unicorn.

Tujuan EFishery adalah menyediakan produk perikanan sebagai sumber protein hewani untuk semua orang yang ikut andil dalam revolusi akuakultur.

4. Traveloka

Traveloka merupakan salah satu perusahaan rintisan Indonesia yang menyediakan layanan untuk pemesanan dan pembelian tiket. Ada banyak layanan yang disediakan Traveloka mulai dari tiket pesawat, kereta api, bis, dan akomodasi liburan lainnya.

Itulah dia hal yang perlu kamu ketahui tentang startup. Selain menawarkan solusi untuk membuat hidup lebih mudah. Kehadiran perusahaan rintisan juga membuka lapangan kerja baru yang banyak diincar anak-anak muda.

Jika kamu membutuhkan karyawan untuk mengisi posisi di perusahaan, kamu bisa klik di sini. Yuk, pasang iklan lowongan pekerjaan sekarang!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd