10 Cara Merekrut Karyawan untuk Usaha Kecil

Kamila Fakhra Fahima
Kamila Fakhra Fahima adalah seorang HR lead dengan pengalaman profesional di bidang HRBP, rekrutmen, pengembangan sumber daya manusia, employer branding, yang juga memiliki passion di bidang bisnis dan kreatif.
merekrut usaha kecil
10 Cara Merekrut Karyawan untuk Usaha Kecil

Merekrut kandidat untuk usaha besar dan usaha kecil tentu saja tidak bisa disamakan. Apalagi biasanya usaha kecil tidak memiliki anggaran khusus untuk mengadakan proses rekrutmen besar-besaran.

Namun, ada berbagai cara merekrut karyawan untuk usaha kecil yang tetap efektif dan efisien. KitaLulus sudah rangkumkan untuk Anda, mari disimak!

1. Lakukan Survei untuk Menentukan Gaji

Cara merekrut karyawan untuk usaha kecil pertama adalah And perlu melakukan survei gaji karyawan. Langkah ini penting sebagai bentuk transparansi dalam proses rekrutmen.

Selain itu, dengan melakukan survei gaji, Anda juga bisa memastikan bahwa perusahaan memiliki anggaran yang cukup untuk menawarkan gaji yang kompetitif.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pemilik usaha kecil adalah membuka lowongan dan menawarkan gaji yang sesuai dengan anggaran perusahaan, tapi tidak sesuai dengan gaji yang diterima untuk posisi tersebut.

Padahal, untuk mendapatkan kandidat yang tepat, Anda perlu memberikan penawaran gaji yang tepat.

2. Pahami Apa yang Menjadi Hak dan Kompensasi Karyawan

Setelah survei gaji, Anda juga perlu mengetahui dan mempelajari kewajiban apa saja yang perlu dipenuhi terhadap karyawan, apalagi saat Anda ingin merekrut karyawan full time.

Hak dan kompensasi karyawan full time tentu lebih banyak dari freelance, mulai dari gaji UMR, uang lembur, cuti berbayar, BPJS, dan banyak lainnya.

Anda dapat mempelajari apa saja yang menjadi hak dan kewajiban pemberi kerja dengan memahami UU Ketenagakerjaan.

3. Buat Iklan Lowongan Kerja dengan Deskripsi yang Jelas

Cara merekrut karyawan untuk usaha kecil berikutnya adalah membuat iklan lowongan pekerjaan. Pada tahap ini, pastikan Anda sudah membuat deskripsi pekerjaan dengan jelas.

Job desk yang jelas dan rinci akan sangat membantu perusahaan dalam menemukan kandidat dengan lebih spesifik.

Di dalam job desk, masukan berbagai informasi penting seperti deskripsi tanggung jawab sehari-hari, ekspektasi pekerjaan, dan keterampilan yang diperlukan untuk posisi tersebut.

4. Gunakan Jalur Internal

Ini adalah praktik umum yang ditemukan dalam cara merekrut karyawan untuk usaha kecil. Cobalah memanfaatkan koneksi antar karyawan untuk menemukan kandidat yang Anda butuhkan.

Cara ini tidak hanya dapat membantu menemukan kandidat yang tepat, tapi juga membuat proses rekrutmen lebih efektif dan efisien.

Baca Juga: Cara Merekrut Karyawan yang Tepat dan Berkualitas

5 Memilih Platform Lowongan Kerja yang Tepat

Platform lowongan kerja akan sangat menentukan berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk menemukan kandidat dan berapa anggaran yang Anda keluarkan selama proses tersebut.

Maka dari itu, pastikan Anda tidak salah dalam memilih platform lowongan kerja. Manfaatkan berbagai platform yang ada seperti media sosial atau job portal.

6. Tentukan Tahapan Rekrutmen

Selanjutnya, Anda perlu menentukan tahapan apa saja yang perlu dilakukan dalam proses rekrutmen. Menentukan tahapan ini akan membantu Anda menemukan kandidat yang sesuai kebutuhan.

Anda bisa menyusun tahap rekrutmen seperti, mengumpulkan lamaran yang masuk, melakukan screening CV, memberikan tes kepada kandidat, melakukan wawancara, lalu memberikan offering kepada kandidat terpilih.

7. Melakukan Wawancara Kandidat

Proses wawancara menjadi tahapan penting dalam proses rekrutmen. Ini akan membantu Anda untuk menemukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Tahapan ini juga membantu Anda untuk lebih mengenal kandidat dengan menggali profile dan kualifikasi mereka.

Di tahap ini, cobalah susun pertanyaan terstruktur agar Anda dapat menangkap berbagai informasi yang diperlukan untuk membantu Anda mengambil keputusan.

Jalankan juga proses rekrutmen dengan santai, serta tanpa memberikan intimidasi kepada kandidat.

8. Pilih Kandidat

Setelah melakukan wawancara, pasti Anda sudah dapat menilai mana kandidat yang terbaik untuk mengisi posisi yang dibutuhkan.

Di dalam memilih kandidat terbaik, pastikan Anda tidak hanya mempertimbangkan skill dan pengalaman saja. Pertimbangkan juga kepribadian mereka, apakah sesuai dengan budaya perusahaan atau tidak.

9. Persiapkan Proses Onboarding

Ketika Anda sudah menemukan kandidat yang tepat, tahap selanjutnya adalah mempersiapkan proses onboarding untuk mereka.

Proses onboarding ini meliputi memperkenalkan lingkungan kerja, rekan kerja, proses kerja, dan hal seputar perusahaan lainnya. Tujuannya agar karyawan baru dapat beradaptasi.

10. Simpan Daftar Kandidat yang Tidak Lolos

Meskipun Anda sudah menemukan kandidat yang tepat, ada baiknya menyimpan daftar kandidat lainnya ke dalam talent pool. Hal ini penting supaya bila nanti Anda perlu melakukan perekrutan kembali, Anda bisa mencari dari daftar kandidat yang tersimpan di talent pool.

Tentu ini akan menghemat anggaran dan membuat proses rekrutmen lebih efektif dan efisien.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk merekrut karyawan di usaha Anda. Dengan mengikuti tahap-tahap di atas, Anda bisa menemukan kandidat terbaik yang dapat berkontribusi pada bisnis Anda.

Di dalam proses rekrutmen sendiri, memilih job portal yang tepat sangat menentukan keberhasilan menemukan kandidat yang tepat. Oleh karena itu, pastikan Anda hanya memilih job portal yang menawarkan akses yang luas pada pencari kerja, teknologi terkini, serta akses pemasangan iklan tanpa batas.

Semua itu bisa Anda dapatkan dalam Premium Rekrutmen KitaLulus. Dilengkapi dengan teknologi AI untuk membantu proses screening lebih cepat, akses ke pencari kerja yang luas, serta pemasangan iklan lowongan unlimited.

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top
webinar gen z