10 Tips Merekrut Gen Z yang Harus Dipahami HR

Admin Kitalulus
Admin KitaLulus adalah content writer dan editor profesional yang mengelola konten artikel di KitaLulus.
tips merekrut gen z
10 Tips Merekrut Gen Z yang Harus Dipahami HR

Faktanya, cepat atau lambat, gen Z akan menggeser milenial di pasar tenaga kerja. Bahkan menurut Survei Penduduk BPS tahun 2020, gen Z mendominasi populasi di Indonesia. Melihat fakta ini, tentunya sebagai HR kita harus sudah mulai meracik taktik untuk dapat merekrut gen Z.

Strategi merekrut gen Z tentunya tidak bisa kita samakan dengan merekrut generasi milenial atau juga gen Y. Hal ini karena generasi Z punya karakteristik dan preferensi yang berbeda dalam karier.

Untuk membantu Anda memenangkan persaingan dalam merekrut generasi Z, KitaLulus sudah siapkan tips merekrut gen Z dan apa saja yang harus Anda perhatikan. Coba simak di bawah ini!

Siapa Itu Gen Z?

gen z adalah

Sebelum masuk pada tips, mari kita mengenal dulu siapa sebenarnya gen Z ini. Generasi Z adalah mereka yang lahir antara 1996 sampai 2010. Mereka dikenal juga sebagai generasi digital karena mereka begitu “melek” dengan dunia teknologi seperti smartphone, VR, dan sejenisnya.

Mereka juga lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial baik itu Instagram, TikTok, dan YouTube. Generasi Z juga senang mengaktualisasikan diri mereka, terbuka terhadap hal-hal baru dan punya keinginan mencobanya.

Walaupun mereka memiliki kemampuan teknologi yang tinggi, namun gen Z sangat menginginkan koneksi 1:1 dan ingin memiliki kesempatan untuk membangun hubungan pribadi yang profesional dan bermakna.

Sebagai pekerja, mereka akan senang bila mendapatkan feedback yang berkelanjutan. Mereka juga sangat senang bila perusahaan tempat mereka bekerja sangat peduli terhadap isu sosial dan lingkungan.

Baca juga: 5 Perbedaan Generasi Milenial dan Generasi Z di Dunia Kerja

Karakteristik Gen Z

Sebagai generasi yang baru memulai dunia kerja, gen Z memiliki karakteristik tersendiri yang berani untuk mengambil resiko. Menurut survey, gen Z lebih memilih untuk keluar dari pekerjaan meskipun belum mendapatkan pekerjaan baru.

Alasan gen Z untuk keluar dari pekerjaannya pun sangat beragam, berikut kami rangkum hal-hal yang membuat gen Z resign.

alasan gen z resign

Tips Merekrut Gen Z

cara merekrut gen z

Di dalam mencari talenta generasi Z, tentu HR harus menggunakan pendekatan yang berbeda dari generasi yang sebelum-sebelumnya. Berikut ini cara merekrut gen z yang bisa Anda terapkan dalam proses perekrutan.

1. Fokus pada Mengembangkan Candidate Experience

Bagi gen Z, pengalaman mereka bersama brand, produk, atau apapun yang berkaitan dengan perusahaan akan sangat menentukan ketertarikan mereka. Oleh karena itu, candidate experience sangat penting di sini.

Cobalah bangun candidate experience yang menyenangkan sedari awal. Misalnya, buatlah gen Z merasa nyaman ketika mengunjungi website perusahaan.

Caranya dengan membuat website yang mobile friendly, informasinya lengkap, dan halamannya menarik. Ini akan membantu membangun kesan baik di mata gen Z.

2. Tawarkan Fleksibilitas

Bisa bekerja di perusahaan yang menerapkan sistem fleksibilitas adalah faktor penting yang dipertimbangkan oleh generasi Z dalam memilih pekerjaan. Oleh karena itu, bila memang memungkinkan tawarkanlah fleksibilitas di dalam lowongan yang Anda buat.

Saat ini fleksibilitas bukan hanya menjadi cara untuk menarik gen Z tapi juga penting untuk retensi. Anda bisa menawarkan jam kerja atau tempat kerja yang fleksibel.

3. Tunjukkan Tujuan dan Nilai Perusahaan

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mayoritas generasi Z ingin bekerja untuk perusahaan yang peduli dengan sustainability dan dampak sosial.

Bagi mereka, bekerja di perusahaan tidak lagi hanya sarana untuk mengejar karier atau pendapatan semata. Mereka melihat pekerjaan sebagai sarana mereka untuk berbuat kebaikan sosial dan perubahan bagi dunia.

Maka dari itu, untuk dapat menarik gen Z ke perusahaan Anda, cobalah untuk menunjukan tujuan dan nilai perusahaan bagi sosial.

Soroti aktivitas apa pun yang Anda lakukan untuk mewujudkan nilai-nilai sosial tersebut, baik itu mengadakan kegiatan amal, mengadakan CSR, dan lainnya. Soroti itu sehingga generasi Z tertarik dengan perusahaan Anda.

4. Tampilkan Peluang Pengembangan Karier

Tips merekrut gen Z selanjutnya adalah menunjukkan kepada mereka bahwa perusahaan memiliki career path yang jelas yang menunjukkan tingkat demi tingkat bagaimana mereka dapat berkembang dalam organisasi.

Career path yang jelas sangat penting juga bagi perusahaan untuk mempertahankan talenta muda.

Di dalam membuat career path ini, Anda bisa memasukkan tahapan jenjang karier dan kompetensi serta keterampilan apa yang harus dimiliki di setiap tingkatnya. Lalu tidak lupa masukkan juga keterangan bagaimana kinerja akan dinilai untuk menentukan kenaikan jenjang karier ini.

5. Tunjukkan Kultur Positif Perusahaan

Bagi gen Z, kultur positif lebih penting dari pada gaji. Mereka enggan bekerja di lingkungan kerja yang toxic. Budaya kerja yang sehat lebih menjadi idaman mereka.

Dengan begitu, untuk mampu memikat hati gen Z, sebagai HR Anda harus menunjukkan bahwa perusahaan memiliki budaya kerja yang positif, tunjukkan juga bagaimana perusahaan mengimplementasikannya.

Baca juga: 5 Komponen Agility yang Harus Dipahami HR untuk Merekrut Talenta Terbaik

6. Lakukan Perekrutan di Kampus atau Sekolah

Cara merekrut gen Z berikutnya adalah melakukan rekrutmen di kampus atau sekolah. Ini adalah cara yang efektif untuk mengumpulkan talenta gen Z sebanyak-banyaknya.

Anda bisa membuat program magang atau kerja sama dengan pihak universitas untuk menjalankan hal ini. Apalagi dengan campus hiring, proses rekrutmen pun bisa dilakukan lebih cepat.

7. Tawarkan Kompensasi Jangka Panjang

Memberikan gaji yang kompetitif adalah faktor yang sangat penting dalam menarik minat talenta, tidak terkecuali bagi generasi Z. Namun gen Z biasanya mencari lebih dari sekadar gaji saja.

Mereka punya ketertarikan besar untuk terlibat dalam membangun kesuksesan perusahaan dan mendapatkan kompensasi untuk itu di kemudian hari.

Daripada sekadar mencapai target jangka pendek dan menerima bonus tahunan. Memberikan insentif jangka panjang seperti opsi saham, insentif tunai jangka panjang, dapat membantu perusahaan untuk memikat generasi Z dan memastikan mereka bertahan lebih lama di perusahaan.

8. Gunakan Konten Visual

Tips lain dalam merekrut gen adalah menggunakan pendekatan visual. Seperti yang kita tahu generasi Z adalah generasi yang dekat dengan multimedia dan menyenangi konten visual.

Jadi, Anda dapat menggunakan kekuatan visual untuk membangun brand perusahaan dan engage dengan mereka. Caranya bisa melalui media sosial atau situs web perusahaan.

Tampilkan konten video atau gambar yang menarik dan kreatif untuk mempromosikan lowongan yang ada di perusahaan.

9. Bangun Employee Branding

Gen Z mengandalkan review dan rujukan dari seseorang untuk melamar pekerjaan, mereka akan melihat bagaimana rasanya bekerja di perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, Anda harus bisa membuat gen Z menjadikan perusahaan Anda sebagai perusahaan dambaan. Caranya adalah dengan mengajak para karyawan untuk membagikan kehidupan mereka di kantor melalui media sosial.

Cara ini juga terasa lebih otentik untuk mengenalkan budaya kerja perusahaan kepada mereka.

10. Melakukan Pendekatan secara Online

Tips merekrut gen Z yang terakhir adalah menggunakan pendekatan online. Ini penting untuk diperhatikan karena generasi Z di kesehariannya tidak bisa lepas dari gadget.

Dengan memiliki online presence yang baik, Anda akan mampu menarik talenta lebih baik. Maka dari itu, mulailah optimalkan media sosial perusahaan Anda.

Baca Juga: Cara Membuat Tech Talent Tertarik dengan Penawaran Anda

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Merekrut Gen Z

Agar proses rekrutmen gen Z berjalan lancar, tidak lupa perhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Kecepatan Menjadi Kunci

Untuk memenangkan hati gen Z, buat proses rekrutmen yang cepat dan tidak terlalu panjang. Berdasarkan Center for Generational Kinetics (GenHQ), 60% gen Z ingin lamaran mereka diproses setidaknya kurang dari 15 menit. 

2. Jelaskan Nilai Perusahaan Anda

Gen Z ingin tahu bahwa perusahaan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, memiliki online presence yang baik, melakukan digital transformasi, dan memberikan mereka peluang untuk mengembangkan diri.

Bila perusahaan Anda memiliki hal-hal ini, pastikan untuk menekankannya dalam proses wawancara.

3. Tunjukkan Kepedulian pada Kesehatan Mental

Gen Z adalah generasi yang sadar akan kesehatan mental. Ini menjadi bagian penting yang bisa Anda tekankan bahwa perusahaan sangat memerhatikan dan mengutamakan kesehatan mental para karyawan.

4. Pertimbangkan Transparansi Gaji

Ini juga termasuk salah satu hal yang jadi perhatian gen Z. Mereka ingin bekerja di perusahaan yang adil dan mencerminkan nilai-nilai mereka. Mereka ingin transparansi dalam organisasi termasuk mengenai gaji.

Itulah tips merekrut gen Z yang bisa Anda coba. Dari sini bisa kita ketahui bersama bahwa untuk menarik generasi Z, Anda perlu melakukan pendekatan dan strategi yang berbeda. Cara-cara lama telah usang dan tidak membuat mereka tertarik. Termasuk juga proses rekrutmen yang panjang dan membuat mereka menunggu lama.

Maka dari itu, perusahaan perlu melakukan perubahan terhadap proses rekrutmen dari cara manual menjadi berbasis teknologi dengan bantuan software rekrutmen.

Saat ini, untuk menemukan software rekrutmen tidaklah sulit, bahkan sudah ada yang berbasis AI salah satunya adalah Premium Recruitment KitaLulus.

Premium Recruitment KitaLulus mampu membantu perusahaan mendapatkan kandidat yang sesuai 92% lebih cepat dari cara manual. Selain itu, dengan Premium Recruitment Anda pun dapat menjangkau kandidat yang lebih luas dan mendapatkan akses tak terbatas dalam memasang lowongan.

Menarik sekali, bukan? Yuk coba fiturnya sekarang juga!

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top