Mengenal Multitasking, Kelebihan, Kekurangan, dan Tips Melakukannya Saat Kerja

Putri Prima
Putri Prima

Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.

Isi Artikel

Multitasking adalah- Mengerjakan beberapa di waktu yang bersamaan atau yang sering kita sebut multitasking mungkin bukan hal baru buat kita. Kemampuan multitasking adalah skill wajib yang harus kita kuasai agar dapat produktif dalam bekerja.

Tapi, apakah benar demikian? Bukankah dengan melakukan banyak hal sekaligus membuat hasilnya jadi kurang maksimal? Mari simak penjelasan lengkap mengenai apa sebenarnya multitasking itu.

Apa Itu Multitasking?

Apa itu multitasking

Istilah multitasking atau dalam bahasa Indonesia adalah multitugas mungkin sudah sering kamu dengar atau mungkin lakukan di keseharian. Tapi, apakah kamu tahu arti sebenarnya? Mengutip dari The Balance Careers, multitasking adalah sebuah kemampuan mengubah fokus secara cepat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya secara bergantian. 

Sementara itu, melansir Very Well Mind, ada beberapa definisi dari multitugas. Pertama, multitasking adalah melakukan beberapa tugas dalam satu waktu. Keuda, multitasking artinya melakukan perpindahan fokus ke satu tugas ke tugas lainnya secara cepat.

Pada laptop, juga dikenal istilah multitasking yang berarti menjalankan dua atau beberapa software secara bersamaan untuk menghemat waktu pengerjaan.

Dave Crenshaw, dalam bukunya ‘The Myth of Multitasking: How “Doing It All” Gets Nothing Done’ menyatakan bahwa kemampuan multitasking terbentuk karena budaya. Di mana seseorang dibesarkan dalam lingkungan yang terbiasa melakukan beberapa hal bersamaan dalam satu waktu.

Dari beberapa pengertian ini, dapat kita simpulkan bahwa multitasking adalah kemampuan membagi fokus dalam mengerjakan beberapa tugas dalam satu waktu bersamaan yang terbentuk karena budaya.

Contoh Multitasking

Nyatanya, dalam keseharian  kita tidak bisa lepas dari multitasking. Ada saja pekerjaan yang menuntut kita untuk melakukan multitasking. Dalam konteks pekerjaan berikut ini contoh multitasking.

  • Mengelola beberapa akun media sosial sambil mengerjakan desain.
  • Menulis proposal sambil menjadwalkan subkontraktor
  • Merevisi peninjauan kinerja karyawan sambil menjawab pertanyaan karyawan tentang benefits pekerjaan.
  • Melakukan side hustling atau aktif di beberapa proyek sekaligus dalam satu waktu.

Ada juga beberapa pekerjaan yang memang menuntut kamu untuk bisa multitasking, seperti:

  • Customer service
  • Staff administrasi
  • Perawat
  • Guru TK atau SD
  • Petroleum engineer
  • Digital marketing

BACA JUGA: Bagaimana Cara Manajemen Waktu yang Efektif?

Kelebihan dan Kekurangan Multitasking

Kelebihan multitasking

Menerapkan multitasking dalam bekerja dianggap mampu mempermudah dalam penyelesaian beberapa tugas. Dengan multitasking, kamu juga dianggap akan bekerja lebih efisien karena mampu menggunakan waktu untuk bekerja yang lebih sedikit. 

Akan tetapi, banyak juga yang menilai bahwa multitasking tidak selamanya positif, ada juga dampak negatifnya. Apa sajakah itu? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Kelebihan Multitasking

1. Pekerjaan Lebih Cepat Selesai

Melakukan pekerjaan dalam satu waktu yang sama tentu akan membuatnya lebih cepat selesai. Dengan begini, kamu bisa punya banyak waktu yang bisa digunakan untuk beristirahat.

2. Menghemat Waktu

Dengan multitugas, kamu juga bisa lebih menghemat waktu, karena kamu dapat mengerjakan beberapa tugas di satu waktu yang sama. Kamu pun akan dianggap bekerja dengan efisien.

Kekurangan Multitasking

Kekurangan multitasking

1. Menurunkan Produktivitas

Alih-alih membuat kita lebih produktif, nyatanya mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan akan membuatmu kehilangan 40 persen dari produktivitas. Ini karena otak manusia tidak mempunyai kemampuan yang baik dalam melakukan banyak pekerjaan di waktu yang bersamaan.

Kamu mungkin memang melakukan dua atau lebih pekerjaan dengan cara yang berbeda, tapi tidak dengan cara yang lebih baik. Kamu justru lebih mudah kehilangan fokus dan justru mengerjakan dua tugas tersebut berulang-ulang dan akhirnya tidak kunjung selesai.

2. Tidak Efektif

Mengerjakan beberapa tugas sekaligus  mungkin terlihat efisien tapi nyatanya cara ini kurang efektif. Kamu mungkin saja berhasil menyelesaikan tugas dalam satu waktu tapi hasil pekerjaannya jadi kurang maksimal. Ini karena kamu memecah konsentrasi pada beberapa pekerjaan.

3. Menambah Stress

Mengerjakan banyak hal dengan cara bersamaan bisa meningkatkan stres karena beban tugas yang bisa lebih besar dua kali lipat.

4. Mengganggu Daya Ingat

Multitugas membuat kamu mudah kehilangan daya ingat, ini terjadi karena kamu tidak bisa memperhatikan detail penting dari pekerjaanmu.

5. Menurunkan Kreativitas

Dengan multitasking, otak bekerja lebih berat. Ini bisa menurunkan kemampuan kamu dalam berpikir kreatif.

Cara Multitasking di Tempat Kerja

Cara multitasking di tempat kerja

Jika kamu memiliki banyak deadline, mau tidak mau kamu perlu multitasking agar pekerjaan tersebut cepat selesai. Mengutip dari Fairygodboss dan Forbes, berikut ini beberapa cara multitasking di tempat kerja yang bisa kamu coba:

1. Kelompokkan Tugas yang Sama

Tidak bisa dipungkiri melompat dari satu tugas ke tugas lainnya secara cepat membuat kita kewalahan. Untuk mengakali hal ini, kamu bisa memilih tugas yang dirasa mirip. Dengan begini kamu tidak perlu berpikir terlalu banyak dan bisa lebih mempercepat pekerjaanmu.

Tugas yang sama ini bisa terdapat dalam satu proyek yang sama. Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi melakukan proses dari awal karena memori jangka pendek kamu sudah bisa menyimpan berbagai hal terkait tugas sebelumnya.

2. Gunakan To do List

Untuk memastikan pekerjaan yang kamu lakukan tepat, coba gunakan to do list. Kamu bisa membuat daftar pekerjaan yang mesti kamu lakukan lalu mengidentifikasi tingkat kemiripan dan tingkat kerumitannya. Setelah itu, kamu bisa membuat jadwal waktu kerja yang sesuai.

3. Hindari Distraksi

Salah satu yang membuat multitugas akan terasa semakin sulit adalah adanya distraksi. Untuk itu, sebisa mungkin coba hindari distraksi baik itu sari smartphone atau dari lingkungan kantor. Pilihlah suasana bekerja yang tenang dan nyaman demi mengurangi berbagai gangguan yang mengalihkan fokus.

4. Lakukan Satu Kegiatan Aktif dan Satu Kegiatan Pasif

Cara lainnya untuk melakukan multitasking adalah dengan memilih hanya melakukan satu kegiatan aktif dan satu kegiatan pasif dalam satu waktu. Misalnya, kamu sedang membuat konten media sosial,sambil mendengarkan lagu. Ini adalah bentuk dari kegiatan aktif dan kegiatan pasif.

5. Manfaatkan Teknologi

Multitasking akan lebih efektif dilakukan bila kamu memanfaatkan teknologi untuk mengerjakan tugas. Misalnya kamu menggunakan fitur balasan otomatis di email atau chat. 

Perbedaan Multitasking dan Task Switching

Banyak penelitian yang menyatakan bahwa multitasking adalah hal yang sulit dilakukan. Seperti penelitian dari Psychology Today yang menyatakan hawa multitasking tidak benar-benar bisa terjadi.

Melakukan multitugas memang terlihat keren tapi sebenarnya kita justru tidak bisa benar-benar fokus dalam bekerja. Karena multitasking dinilai tidak efektif, maka dikenallah istilah task switching yang dinilai lebih efektif daripada multitasking

Task switching adalah melakukan banyak pekerjaan secara bergantian agar otak bisa fokus melakukan pekerjaan.

Itulah informasi lengkap mengenai multitasking. Menerapkan multitasking itu kebebasanmu, selama kamu merasa dapat mengerjakannya dengan baik, itu bagus. Tapi jika kamu kewalahan, cobalah metode task switching.

Melakukan multitugas akan lebih efektif kamu terapkan saat mencari pekerjaan di aplikasi KitaLulus. Di aplikasi KitaLulus, kamu bisa menemukan berbagai lowongan pekerjaan dalam satu waktu, kamu juga bisa langsung melamar dan lamaran akan langsung masuk ke WhatsApp HRD. Dengan begitu, proses mencari pekerjaan bisa selesai di satu aplikasi saja. Yuk, download aplikasi KitaLulus, sekarang dan cari kerja dengan #LebihMudah!

Close Pop up