CPNS

Ketahui Aturan Cuti PNS, Bagaimana Mekanisme dan Berapa Lama Waktu Cutinya

Close Pop up
Aturan cuti PNS
Bagaimana sih, aturan cuti PNS? Jenis cuti apa saja yang berhak didapatkan PNS? Baca penjelasan lengkapnya di artikel ini!

Setelah bekerja keras, sebagai seorang abdi negara, PNS juga diberikan hak untuk mengajukan cuti. BKN telah mengeluarkan aturan cuti PNS yang bisa diajukan nantinya sesuai dengan tata cara yang berlaku.

Jenis dan lamanya cuti PNS termasuk banyak. Baca penjelasan aturan cuti CPNS dari BKN berikut untuk memahami ketentuan cuti PNS sampai habis ya!


Aturan Cuti PN

Aturan cuti PNS tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 17/2020 tentang Perubahan atas PP No. 11/2017 tentang Manajemen PNS.

Dalam aturan terbaru ini disebut bahwa PNS yang menduduki jabatan guru dan dosen berhak mendapatkan cuti tahunan. Di aturan sebelumnya (PP No. 11/2017), guru dan dosen tidak mendapatkan jatah cuti tahunan.

Selain itu, PP ini juga mengubah aturan cuti PNS yang sakit.

Cuti PNS sendiri termasuk banyak jenisnya.  Jenis cuti PNS ada tujuh, yaitu cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti karena alasan penting, cuti bersama, dan cuti di luar tanggungan negara. 

Yang asyik dari aturan cuti PNS adalah selama pengambilan cuti, kamu sebagai PNS masih mendapatkan penghasilan, kecuali jenis cuti di luar tanggungan negara.

Tentunya semua jenis cuti ini punya aturan yang berbeda-beda untuk pengajuannya.  Pengajuan cuti PNS juga bisa ditangguhkan atau ditunda pada waktu tertentu bila ada kepentingan dinas yang mendesak, kecuali jenis cuti melahirkan yang memang tidak bisa ditangguhkan. 


Jenis-jenis Cuti PNS dan Syarat Pengajuannya

Sebelumnya di atas kita sudah menyebutkan bahwa ada tujuh jenis cuti PNS. Ketujuh jenis cuti tersebut mempunyai syarat pengajuan dan ketentuan yang berbeda-beda. Nah, hal ini juga wajib kamu ketahui agar tidak salah. 


1. Cuti Tahunan: 12 Hari Kerja

Aturan cuti PNS ini diberikan untuk PNS yang setidaknya sudah bekerja sekurang-kurangnya 1 tahun secara terus menerus. Dengan lamanya masa cuti adalah 12 hari kerja. Untuk mengajukan cuti tahunan kamu harus mengajukannya secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberi cuti. 

Cuti tahunan ini tidak bisa dipecah-pecah hingga jangka waktu yang kurang dari 3 hari kerja. Jika kamu masih mempunyai jatah cuti tahunan, tenang saja kamu masih dapat diambil pada tahun berikutnya paling banyak 6 hari kerja.

Pengambilan cuti tahunan maksimal 18 hari kerja, dengan catatan tahun sebelumnya hak cuti tidak digunakan atau terdapat sisa yang belum digunakan.

Selama kamu menjalani cuti ini, kamu tetap mendapatkan penghasilan penuh.


2. Cuti Besar: 3 Bulan

Jenis cuti PNS yang satu ini diberikan kepada mereka yang telah mengabdikan dirinya sekurang-kurangnya 6 tahun secara terus menerus. Durasi cuti besar yang boleh diambil adalah 3 bulan.

Namun, bila seorang PNS sudah mengajukan cuti besar, ia tidak berhak lagi atas cuti tahunan pada tahun yang sama.  Kamu bisa mengajukan cuti besar secara tertulis kepada pejabat yang berwenang dalam mengurus cuti. 

Cuti ini bisa digunakan untuk memenuhi kewajiban agama. 

Pengajuan cuti ini juga bisa ditangguhkan paling lama 2 tahun, apabila kepentingan dinas mendesak. Kamu bisa mengajukan cuti besar kembali pada 5 tahun berikutnya.

Selama kamu menjalani cuti ini, kamu masih berhak untuk mendapatkan pendapatan secara penuh.


3. Cuti Sakit

Bila kamu jatuh sakit dan tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaan, kamu berhak atas cuti sakit. Aturan cuti PNS yang sakit diberikan 1 hari atau 2 hari kerja dengan ketentuan bahwa ia harus memberitahukan kepada atasannya dan melampirkan surat keterangan dokter.

Apabila sakit lebih dari 2 hari sampai dengan 14 hari, seorang PNS  berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dan melampirkan surat keterangan dokter.

Jika menderita sakit lebih dari 14 hari berhak atas cuti sakit, dengan ketentuan bahwa PNS yang bersangkutan harus mengajukan permohonan secara tertulis dengan melampirkan surat keterangan dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.

Setelah mengajukan permohonan tertulis, maka PNS berhak mendapatkan cuti sakit selama 1 tahun dan dapat ditambah untuk paling lama 6 bulan apabila dipandang perlu berdasarkan surat keterangan dokter.

Bila ternyata PNS bersangkutan tidak kunjung sembuh setelah habis masa cuti sakit maksimalnya, maka  harus diuji kembali kesehatannya oleh dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.

Pegawai Negeri Sipil wanita yang mengalami gugur kandungan berhak atas cuti sakit untuk paling lama 45 hari. Aturan cuti PNS keguguran harus mengajukan permohonan secara tertulis dengan melampirkan surat keterangan dokter atau bidan.

PNS yang mengalami kecelakaan saat atau dalam menjalankan tugas sehingga memerlukan perawatan, maka ia berhak atas cuti sakit sampai benar-benar dinyatakan sembuh. Selama cuti tersebut, ia berhak atas penghasilan penuh.


4. Cuti Melahirkan: 3 Bulan

Untuk persalinan anak yang pertama, kedua, dan ketiga, PNS wanita berhak atas cuti melahirkan. Namun, untuk persalinan anak keempat dan seterusnya, diberikan cuti di luar tanggungan negara.

Ketentuan lamanya cuti melahirkan  adalah 1 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah persalinan. Cuti ini diajukan secara tertulis dan selama menjalankan cuti ini, PNS wanita masih berhak mendapatkan penghasilannya.


5. Cuti Alasan Penting: Maksimal 2 bulan

Cuti alasan penting ini diberikan ketika ibu, bapak, istri, suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu yang sedang sakit keras atau meninggal dunia. 

Tidak hanya ketika ada keluarga yang sakit keras atau meninggal, cuti ini juga bisa diajukan bila kamu ingin melangsungkan pernikahan yang pertama, atau juga alasan penting lainnya seperti mendampingi istri yang melahirkan bagi PNS pria. 

Maksimal jatah cuti adalah 2 bulan.  Sama seperti jenis cuti lainnya, selama menjalankan cuti, PNS masih menerima penghasilan penuh.


6. Cuti Bersama

Salah satu jenis cuti yang pasti sudah tidak asing lagi. Cuti bersama ditetapkan oleh Presiden. Biasanya cuti bersama ada saat perayaan Idulfitri, Natal dan tahun baru. Tentu saja, karena namanya cuti bersama, cuti ini tidak perlu diajukan.


7. Cuti di Luar Tanggungan Negara

Jenis cuti ini diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 tahun secara terus menerus karena alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak dapat diberikan cuti di luar tanggungan negara.

Cuti di luar tanggungan negara dapat diberikan paling lama 3 tahun. Jangka waktu cuti di luar tanggungan negara dapat diperpanjang paling lama 1 tahun apabila ada alasan-alasan yang penting untuk memperpanjangnya.

Selama menjalankan cuti di luar tanggungan negara, PNS tidak berhak menerima penghasilan dari negara. Juga tidak diperhitungkan sebagai masa kerja Pegawai Negeri Sipil.

PNS yang tidak melaporkan diri kembali kepada instansi induknya setelah habis masa menjalankan cuti di luar tanggungan Negara diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.

Itulah 7 jenis cuti yang berhak didapatkan seorang PNS. Tertarik untuk meniti karier menjadi PNS? Yuk, perbesar peluang kamu untuk menjadi PNS tahun ini. Pelajari soal CPNS berbasis CAT dan ikuti kelas online intensif di aplikasi KitaLulus. Bersama KitaLulus, dapatkan persiapan yang matang menjawab berbagai macam soal tes nanti. Download aplikasinya sekarang di Play Store!

Ikuti BangLulus di sosial media

KitaLulus on Facebookinstagram kitalulusTiktok

Belajar bersama dan download aplikasinya!

KitaLulus Andoid App available on Google Play