Employer Value Proposition: Definisi dan Cara Membangunnya

Kamila Fakhra Fahima

Kamila Fakhra Fahima adalah seorang HR lead dengan pengalaman profesional di bidang HRBP, rekrutmen, pengembangan sumber daya manusia, employer branding, yang juga memiliki passion di bidang bisnis dan kreatif.

hrd
Isi Artikel

Setiap perusahaan tentu ingin mendapatkan kandidat terbaik. Namun, ketatnya persaingan membuat perusahaan harus memutar otak bagaimana strategi yang tepat agar berbeda dari perusahaan lain. Salah satu caranya adalah dengan employer value proposition atau disingkat EVP. 

Implementasi EVP ini membuat perusahaan memiliki nilai berbeda dari perusahaan lain yang bisa menjadi pertimbangan calon kandidat untuk melamar di perusahaan. Tidak hanya itu, EVP juga bisa menekan employee turnover dan meningkatkan keterlibatan karyawan.

Untuk membantu Anda lebih memahami hal ini, simak penjelasan KitaLulus berikut.

Apa Itu Employer Value Proposition?

Employer value proposition adalah nilai yang diberikan perusahaan kepada calon karyawan, yang menggambarkan apa yang akan didapatkan talenta atas bakat, pengalaman, dan keterampilan mereka.

Dengan kata lain, ini adalah pernyataan strategi yang menjelaskan benefit dan reward apa saja yang akan diberikan oleh perusahaan.

EVP punya peran sebagai pembeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Ini layaknya proposal organisasi kepada para talent yang menjelaskan mengapa calon kandidat harus memilih untuk bekerja di perusahaan Anda daripada perusahaan lain.

Selain untuk memikat para jobseeker, EVP juga berperan penting terhadap retensi karyawan.

Konsep employer value proposition sendiri terbentuk dari ide pemasaran yang dikenal dengan unique value proposition, sebuah nilai yang diberikan perusahaan kepada pelanggan yang membuatnya menonjol dari kompetitor.

Baca juga: Apa Itu Candidate Experience dan 6 Cara Meningkatkannya

Mengapa Employer Value Proposition Penting?

pentingnya employer value proposition

Dikutip dari SHRM, menurut sebuah riset, 84% mahasiswa menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki EVP adalah yang paling menarik.

Bahkan, 91% jobseeker mempertimbangkan brand perusahaan sebelum mereka melamar dan 50% pekerja tidak akan bekerja di perusahaan yang punya citra negatif, walau mendapatkan gaji yang tinggi.

Artinya, ketika Anda berhasil mengembangkan employer value proposition maka akan semakin mudah bagi Anda untuk menarik bakat-bakat hebat dan bakat-bakat muda di luar sana.

Tidak hanya itu, berikut ini beberapa alasan mengapa EVP penting untuk perusahaan.

1. Mengecilkan Persentase Turnover

Merekrut karyawan baru itu memakan biaya yang tidak sedikit. Maka, mempertahankan karyawan adalah hal penting bagi produktivitas dan keuntungan bisnis.

Implementasi EVP yang dijalankan dengan baik mampu meningkatkan komitmen karyawan sebesar 30%. Dengan begitu, angka turnover karyawan bisa diperkecil dan retensi karyawan pun meningkat.

2. Mengurangi Cost Per Hire

Saat merekrut karyawan baru, Anda tidak hanya mengeluarkan biaya untuk memasang iklan lowongan saja, melainkan juga selama proses perekrutan berlangsung, mulai dari proses screening, wawancara, negosiasi gaji.

Belum lagi biaya tambahan bila waktu perekrutan bertambah. Tapi, dengan EVP yang kuat, Anda dapat mengurangi cost per hire sebesar 50%.

Ini karena EVP mampu menarik lebih banyak kandidat, yang pada akhirnya membuat para kandidat lebih proaktif dalam melamar pekerjaan yang Anda buka. Artinya, waktu perekrutan pun lebih singkat, pengeluaran cost per hire bisa ditekan.

3. Meningkatkan Kualitas Talent Pool

EVP yang menarik dan informatif akan memposisikan perusahaan sebagai tempat kerja yang lebih baik dari perusahaan lain. Ini bisa menjadi faktor mengapa calon kandidat ingin bekerja dan melamar di perusahaan Anda.

Menurut riset Gartner, 60% perusahaan yang memiliki EVP mampu menarik 60% pasar tenaga kerja. Dengan begini, perusahaan Anda dapat memiliki talent pool yang kuat dan berkualitas.

4. Meningkatkan Employee Engagement

EVP dapat membantu Anda untuk meningkatkan employee engagement dengan berkomitmen tinggi pada visi, misi, dan nilai perusahaan.

Karyawan akan sangat senang ketika Anda mengomunikasikan apa nilai perusahaan dan mengapa karyawan menjadi bagian penting dari itu. Ini akan membuat mereka merasa kontribusi mereka sangat penting bagi perusahaan.

5. Proses Rekrutmen Lebih Cepat dan Efektif

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa EVP akan memposisikan perusahaan Anda sebagai tempat kerja idaman. Ini berarti perusahaan akan memiliki citra positif di mata pencari kerja. Minat mereka untuk melamar pun menjadi tinggi. Sehingga, Anda tak butuh waktu lama dalam menemukan karyawan baru.

Selain itu, ketika calon kandidat sudah mengetahui seperti apa perusahaan Anda, mereka dapat menentukan apakah lingkungan kerja perusahaan sesuai dengan keinginan mereka atau tidak. Ini dapat mencegah kandidat yang tidak memenuhi syarat untuk melamar sehingga Anda akan menemukan kandidat yang sesuai lebih cepat.

Baca juga: Cara Membuat Tech Talent Tertarik dengan Penawaran Anda

Perbedaan Employer Value Proposition dan Employer Branding

Konsep dari employer value proposition berkaitan erat dengan employer branding, bahkan banyak kasus di mana kedua istilah ini digunakan secara bergantian.

Keduanya memang memainkan peranan penting dalam perekrutan dan retensi serta saling melengkapi untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik.

Namun, employer value proposition dan employer branding memiliki perbedaan. Employer branding adalah alasan persuasif untuk menarik calon kandidat bekerja di perusahaan. Sementara EVP mencantumkan dengan rinci semua manfaat yang diberikan perusahaan bila bekerja di sana.

Lalu, employer branding dapat membahas tentang visi dan misi perusahaan. Sedangkan EVP akan menjabarkan penawaran nyata dan spesifik perusahaan, seperti gaji, waktu libur, pelatihan, dan lainnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Membangun Employer Branding? Simak Strateginya!

Peran HR dalam Membentuk dan Mengelola Employee Value Proposition

Cara Membangun Employer Value Proposition

Strategi EVP harus dirancang dan diimplementasikan oleh HR. Sebelum membuat strategi, HR harus melakukan riset perusahaan pesaing dan mengumpulkan data internal untuk melihat dengan baik apa yang diinginkan para karyawan.

HR dapat melakukan survei internal dan konsultasi. Setelah EVP dibuat, maka HR perlu menuliskannya ke dalam praktik HR dan membagikannya kepada semua manajemen dan staf. Semua tim rekrutmen pun harus mengadopsi EVP dan menerapkannya dalam proses rekrutmen.

Setelah EVP didistribusikan dan diterapkan, HR juga harus mengelola, memelihara, dan meningkatkan kebijakan tersebut. Hal ini guna memastikan bahwa EVP tetap kompetitif dan relevan.

Cara Membangun Employer Value Proposition

Dengan segala manfaat baiknya bagi perusahaan, tentu sudah saatnya perusahaan membangun EVP. Berikut ini beberapa caranya.

1. Jenis Remunerasi Apa yang Ditawarkan kepada Karyawan?

Remunerasi adalah titik awal untuk membuat EVP. Selain itu, ini merupakan salah satu faktor utama yang dipertimbangkan pencari kerja saat melamar atau menerima pekerjaan.

Bila remunerasi yang Anda tawarkan lebih tinggi dari standar industri, maka pelamar akan memandang positif perusahaan.

2. Bagaimana Anda Menggambarkan Lingkungan Kerja Perusahaan?

Remunerasi yang tinggi tidak akan menggantikan lingkungan kerja yang toxic, jadi walaupun Anda menawarkan remunerasi tinggi tapi tidak didukung dengan lingkungan kerja yang baik, Anda tidak dapat menarik top talent.

Jadi, pastikan juga EVP menyoroti bahwa perusahaan memiliki lingkungan kerja yang menarik dan sehat. Selain itu, yakinkan kandidat bahwa perusahaan akan memberikan aset dan sumber daya yang mereka perlukan untuk meningkatkan produktivitas serta mengembangkan skill mereka.

Selain itu, tidak ada salahnya memberikan opsi WFH, jam kerja fleksibel, atau tersedianya makan dan minuma ringan bagi karyawan. Faktor-faktor ini sangat penting bila Anda ingin menargetkan kandidat muda.

3. Bagaimana Job Security di Perusahaan

Mengalami PHK karena alasan efisiensi atau perusahaan pailit adalah salah satu hal yang dihindari kandidat. Mereka lebih senang dengan perusahaan yang memiliki stabilitas, pertumbuhan konstan atau menjadi pemimpin pasar karena membuat karyawan merasa aman.

Maka dari itu, yakinkan mereka bahwa posisi perusahaan Anda aman secara perspektif komersial.

4. Apakah Perusahaan Anda Menawarkan Peluang Pertumbuhan Karier?

Menurut CompTIA, 58% karyawan setuju bahwa pertumbuhan dan pengembangan karier profesional memengaruhi kepuasan kerja. Jadi, bila perusahaan memiliki peluang karier dan prospek promosi yang bagus, soroti itu di EVP.

Anda bisa menyoroti bahwa perusahaan memberikan dukungan penuh untuk mendorong karyawan di dalam kariernya dengan memberikan pelatihan gratis, kenaikan jabatan, dan lainnya.

5. Seperti Apa EVP Kompetitor?

EVP perusahaan yang baik adalah ketika ia berbeda dari kompetitornya. Hal ini karena EVP menjadi sesuatu yang unik yang ditawarkan perusahaan dan tidak ditemukan di tempat lain.

Namun demikian, Anda dapat melacak kompetitor untuk melihat seperti apa EVP mereka, bagaimana promosi dalam perekrutan mereka untuk meningkatkan value perusahaan Anda.

Baca juga: Talent Search: Persiapan dan Proses Mendekati Kandidat Pasif

Bagaimana Mengomunikasikan Employer Value Proposition?

Setelah berhasil menyusun EVP, langkah selanjutnya adalah mengomunikasikannya baik itu secara internal dan eksternal. Berikut ini beberapa media dan cara yang bisa Anda lakukan.

1. Job Boards

Cobalah untuk kontekstualkan EVP perusahaan sesuai dengan posisi lowongan yang Anda buka lalu tambahkan ke dalam deskripsi pekerjaan. Berikan gambaran kepada calon kandidat yang ingin Anda jangkau tentang budaya perusahaan.

Di sini Anda dapat menambahkan testimoni positif dari karyawan untuk menyoroti lingkungan kerja yang baik.

2. Website dan Media Sosial

Tunjukkan EVP Anda melalui media sosial dan website perusahaan. Ini akan membuat kandidat menyadari nilai-nilai tersebut.

4. Blog Perusahaan

Anda juga dapat membuat konten blog khusus untuk membahas EVP perusahaan. Sebagai permulaan, Anda bisa membuat konten mengenai apa saja pilar utama EVP perusahaan.

5. Job Fair

EVP bisa menjadi alat komunikasi yang kuat saat Anda melakukan mass hiring atau saat merekrut melalui job fair. Anda dapat menyoroti semua manfaat bekerja di perusahaan Anda untuk menarik kandidat sebanyak mungkin.

6. Employee Referral

Employee referral juga bisa digunakan sebagai alat komunikasi EVP. Gunakan ini sebagai cara mendorong karyawan untuk membagikan loyalitas dan kecintaannya pada perusahaan.

Itulah berbagai informasi seputar employer value proposition yang akan membantu Anda mendapatkan top talent.

Namun, implementasi EVP juga perlu didukung dengan penyederhanaan proses rekrutmen menggunakan bantuan software HR. Dengan begitu, HR pun dapat bekerja lebih optimal.

Salah satu software yang bisa digunakan adalah Premium Recruitment dari KitaLulus. Premium Recruitment KitaLulus adalah software rekrutmen berbasis AI yang dapat mempersingkat waktu screening CV 92% lebih cepat dari cara manual. Kecerdasan buatan akan menyaring talenta-talenta berbakat yang paling sesuai dengan kualifikasi perusahaan.

Jadi, sekarang tak perlu lagi deh melakukan proses seleksi calon karyawan secara manual yang butuh banyak waktu dan biaya. Coba beragam fitur menarik dari Premium Recruitment KitaLulus sekarang juga!

cari karyawancari karyawan