Cara Melamar Kerja Lewat Email yang Benar dan Contohnya

Putri Prima

Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.

Isi Artikel

Mengirim lamaran kerja via email memang terlihat mudah. Namun, apa kamu sudah tahu bagaimana cara melamar kerja lewat email agar diterima?

Sejak ada email, mengirim lamaran pekerjaan jadi semakin gampang dan praktis. Sebagai pencari kerja kita tidak lagi perlu lagi membeli amplop, perangko, dan keperluan surat-menyurat lainnya. Kemudian mengirimkannya ke kantor pos atau datang langsung ke kantor perusahaan.

Sekarang yang kita butuhkan hanyalah kuota internet. Pihak perusahaan juga lebih senang menggunakan email untuk proses penerimaan pegawai baru. Maka, tidak perlu heran lagi jika dalam lowongan kamu diminta untuk langsung mengirimkan lamaran melalui email resmi perusahaan. 

Melihat hal seperti ini, tentu sebagai pencari kerja kamu perlu menguasai cara melamar kerja lewat email yang baik dan benar. Dengan begini kemungkinan kamu untuk mendapatkan pekerjaan pun semakin besar.

Yuk, ikuti tips dan contohnya di bawah ini!

Cara Melamar Kerja Lewat Email

Tahukah kamu, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Society for Human Resource Management, 70% HRD mengatakan mereka akan terus mempertahankan penerimaan karyawan dengan cara virtual (job portal, website resmi perusahaan, atau email) karena dianggap lebih hemat biaya dan waktu.

Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam mengirim lamaran melalui email.

1. Siapkan Semua Berkas Lamaran

Pertama-tama kamu perlu menyiapkan semua berkas lamaran yang disyaratkan oleh perusahaan pada info lowongan.

Dokumen lamaran yang perlu kamu siapkan umumnya terdiri dari:‍

A. CV

Dalam CV, sertakan informasi lengkap tentang diri kamu. CV menjadi bahan pertimbangan HRD dalam proses rekrutmen. Buat CV yang terdiri dari data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan skill yang kamu miliki.

Belum punya CV? Yuk buat sekarang, gratis dan bisa lewat HP, lho!

B. Dokumen Pendukung

CV adalah dokumen wajib saat melamar kerja, namun biasanya juga ada dokumen pendukung lainnya yang perlu kamu scan dan lampirkan, seperti:

  • Ijazah
  • Transkrip nilai
  • Kartu Keluarga
  • KTP
  • SKCK
  • NPWP
  • Portofolio, dan lainnya.

Pastikan saat mengirim lamaran lewat email kamu memerhatikan hal-hal berikut:

1. Lampirkan berkas dalam format PDF
Setelah semua dokumen lamaran siap, gabungkan menjadi satu file dengan format yang diminta perusahaan, biasanya format .pdf.

2. Beri nama berkas dengan jelas
Contoh: Berkas Lamaran Kerja Alvin

3. Pastikan ukuran file tidak melebihi 1MB

Biasanya jika ukuran file kamu terlalu besar, HRD akan malas membukanya karena terlalu memakan banyak storage. Jadi sebaiknya kompres terlebih dulu ukuran file nya, usahakan tidak lebih dari 1MB.

Baca juga: 12 Cara Membuat CV yang Baik dan Benar Agar Dilirik oleh HRD

2. Tulis Subjek Email

Semua berkas sudah siap, sekarang tulis subjek email-nya. Mengapa ini perlu?

Subjek email yang kamu tulis akan membuat lamaran kamu dikenali. Dari satu lowongan pekerjaan yang diunggah, ada ratusan atau bahkan ribuan orang yang melamar.

Untuk membuat pekerjaan lebih ringkas, HRD biasanya akan memfilter email yang masuk berdasarkan subjek. Nah, kalau kamu mengirim email tanpa subjek, atau subjek tidak sesuai, sudah pasti email-mu tidak akan dilihat atau dihapus oleh HRD karena dianggap spam.

Biasanya, di iklan lowongan kerja, perusahaan akan mencantumkan subject untuk kamu gunakan saat mengirim email. Misalnya, (nama)_(posisi yang dilamar). 

Kalau lowongan pekerjaan tidak mencantumkan subject apa yang harus ditulis, kamu bisa tulis dengan format (posisi yang dilamar)_(nama).

3. Masukkan Email Tujuan Sesuai Informasi Perusahaan

Cara mengirim lamaran lewat email yang benar selanjutnya adalah memasukkan email tujuan sesuai informasi perusahaan. Pastikan kamu memasukan nama penerima email dan CC email, ya.

Ini juga penting agar email yang kamu kirimkan diterima kepada orang-orang yang tepat di perusahaan.

Baca juga: Perbedaan Cc dan Bcc pada Email serta Cara Menggunakannya

4. Isi Body Email

Sekarang kamu harus menulis body email. Jangan sampai kamu membiarkan body email kosong, sebab ini merupakan salam pembuka kamu kepada perusahaan. Body email bisa memberikan kesan baik dan gambaran tentang kamu kepada HRD, lho! 

Menulis body email tidak perlu panjang-panjang. Beberapa hal yang bisa kamu tuliskan seperti perkenalan diri, posisi yang kamu lamar, kualifikasi apa yang kamu punya untuk posisi itu, atau cerita singkat pengalaman kerja yang relevan, ucapan terima kasih, dan juga kontak yang bisa dihubungi.

Perlu kamu perhatikan, walau dalam body email kamu harus menuliskan pencapaian kamu, tapi tidak perlu menyalin apa yang tertulis di CV. Coba rangkum itu dan tulis dengan kata-kata yang menarik, ya.

Berikut sudah KitaLulus siapkan isi body email lamaran kerja yang dapat kamu contoh.

Baca juga: Ternyata Begini Contoh Kata-Kata untuk Mengirim E-mail ke Perusahaan yang Disukai HRD

5. Unggah File yang Diminta

Cara selanjutnya adalah unggah file yang sudah kamu gabung jadi satu tadi. Kamu bisa klik tombol yang berbentuk seperti paper clip, kemudian cari dokumen yang akan dilampirkan.

6. Periksa dan Kirim

Langkah terakhir dan paling penting adalah memeriksa serta membaca ulang semua tulisan dan dokumen yang dilampirkan. Hal ini bertujuan menghindari salah ketik, kekurangan dokumen, dan lainnya.

Barulah jika sudah yakin, kirim lamaran tersebut dengan menekan tombol kirim. Dengan begitu, kamu sudah berhasil mengirim lamaran kerja lewat email.

Baca juga: Contoh Body Email Lamaran Kerja Bahasa Inggris yang Akan Dilirik HRD

Contoh Lamaran Kerja via Email

contoh surat lamaran lewat email


Untuk memudahkanmu, berikut KitaLulus siapkan template isi surat lamaran kerja via email yang bisa langsung kamu copy-paste dan edit sesuai kebutuhan.

Yth. Bapak/ Ibu HRD
[nama perusahaan]

Selamat pagi,
Perkenalkan saya [nama kamu], fresh graduate jurusan [nama jurusan]. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari [sumber info loker], saya bermaksud mengajukan permohonan untuk bergabung di perusahaan Bapak/ Ibu untuk mengisi posisi sebagai [posisi yang kamu lamar].

Saya memiliki pengalaman [pengalaman kamu] sebagai [posisi pekerjaan sebelumnya] di [nama perusahaan sebelumnya] di mana saya percaya bahwa hal tersebut bisa berguna untuk role yang sedang dibutuhkan. Adapun tanggung jawab saya adalah [daftar tugas yang kamu lakukan].

Saya senang menjalin relasi dengan orang baru, maka dari itu saya banyak bergabung dengan komunitas maupun forum serta organisasi di dalam dan luar kampus. Selain itu saya juga memiliki prestasi di tingkat nasional salah satunya [prestasi yang pernah kamu raih].

Saya berharap bisa berbicara langsung dengan Bapak/ Ibu untuk sharing lebih lanjut mengenai pengalaman dan motivasi saya ingin bergabung di perusahaan ini. Sebagai pertimbangan, berikut saya lampirkan dokumen untuk mendukung aplikasi saya.
Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Terima kasih.

Salam,
[nama kamu]
[nomor kontakmu yang aktif]

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengirim Lamaran Kerja Lewat Email

Pada dasarnya, melamar kerja via email sama saja dengan melamar kerja secara manual. Hanya saja, cara ini lebih praktis dan mudah karena kamu cukup mengandalkan internet.

Meski begitu, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan ketika mengirim lamaran lewat email agar tidak membuat HRD kecewa. Berikut penjelasannya.

1. Hindari Mengirim Email ke Banyak Perusahaan

"Bukankah ini bagus, jadi kesempatan tawaran wawancara dan diterima kerja semakin terbuka, kan?"

Iya memang benar, tapi ada baiknya kamu menghindari menggunakan body email yang sama untuk semua perusahaan yang kamu lamar, atau langsung mengirim seluruh lamaran dalam satu email.

Justru ini menandakan jika kamu pemalas, apalagi kalau ternyata dalam body email kamu lupa mengubah nama perusahaannya, bisa-bisa kamu mendapat citra buruk di mata HRD.

3. Gunakan Alamat Email Profesional

Untuk memperlihatkan profesionalitas kamu di dunia kerja, akan lebih baik jika kamu mengirim lamaran dengan menggunakan alamat email profesional. Hindari menamai alamat email dengan kata-kata aneh seperti dinda.cute@gmail.com atau alvinthechipmunk@gmail.com.

Alih-alih seperti itu, kamu bisa gunakan saja nama lengkapmu, misal alvin.negara@gmail.com. Selain lebih profesional, ini juga akan lebih mudah terbaca HRD.

2. Kirim di Waktu Terbaik

Kamu bisa mengirim lamaran di hari dan jam kerja. Berdasarkan penelitian Campaign Monitor, jam 9 sampai 11 pagi adalah waktu terbaik untuk mengirim email.

Biasanya saat pagi hari, HRD mengecek email masuk. Kalau kamu mengirimnya pagi, kemungkinan email kamu ada di paling atas dan akan terlihat oleh HRD.

Biasanya pula, pada hari Senin, HRD akan menerima bermacam-macam email, entah itu lamaran kerja atau urusan pekerjaan lainnya. Nah, ini bisa membuat lamaran kerjamu jadi tenggelam, tertimbun email-email lain.

Kemungkinan untuk terlihat dan dibaca HRD jadi semakin kecil. Jadi, sebaiknya kirim di hari Selasa, Rabu, Kamis, atau Jumat saja agar email kamu dibuka HRD.

Baca juga: 13 Cara Membalas Email HRD untuk Interview dan Contohnya

Sekarang kamu sudah tahu kan tata cara melamar kerja lewat email yang baik dan benar? Berarti kamu sudah siap menemukan lamaran pekerjaan yang sesuai dengan keahlianmu.

KitaLulus adalah tempatnya, ada ribuan lowongan yang bisa kamu lamar secara aman, mudah, dan gratis. Yuk, download aplikasi KitaLulus sekarang!

KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!