Focus Group Discussion (FGD): Arti, Teknis Pelaksanaan, dan Tips Lolosnya

Putri Prima

Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.

Isi Artikel

Focus group discussion (FGD) adalah salah satu teknik yang sering digunakan dalam dunia kerja untuk berbagai keperluan. Baik untuk proses penerimaan karyawan, riset produk, dan lainnya. Contoh focus group discussion terdapat dalam seleksi management trainee, officer development program, atau juga program akselerasi karir.

Dalam proses seleksi karyawan baru, tahap FGD merupakan proses yang menuntut kamu untuk dapat berpikir secara rasional, kritis, dan bersikap pada tempatnya. Banyak calon pekerja yang berguguran pada tahap ini. Hal ini karena kurang siap mental maupun juga material. Nah, tentu kamu tidak mau seperti itu bukan? Di bawah ini, KitaLulus akan bahas tuntas tentang focus group discussion, simak ya!

Apa Itu Focus Group Discussion

Focus group discussion adalah teknik diskusi kelompok mengenai suatu isu spesifik yang sudah ditentukan sebelumnya dan dipimpin oleh moderator ahli. Kegiatan focus group discussion umum digunakan dalam penelitian ilmu sosial. Biasanya, dalam satu kelompok FGD terdiri dari 6 sampai 8 orang

Dari sekelompok orang terkumpul, peneliti biasanya akan mengambil kesimpulan berdasarkan pendapat seputar topik yang dibahas.  Pelaksanaan FGD sendiri dalam proses penerimaan adalah untuk melihat leadership skill peserta yang nantinya akan dinilai oleh supervisor atau HR.


Tujuan Focus Group Discussion

Tujuan dilaksanakan FGD dalam proses penerimaan karyawan adalah untuk mengetahui karakter seorang kandidat secara lebih dalam. Menurut Anita Gibbs dari University of Surrey, FGD memiliki tujuan utama sebagai pemanfaatan sikap, keyakinan, pengalaman, dan reaksi responden dengan cara yang tidak mungkin dilakukan dengan metode lain. 

Dalam tahap seleksi karyawan, perusahaan ingin mengetahui tingkat kreativitas dan juga kemampuan berpikir dari kandidat. Perusahaan akan melihat ide dan juga solusi yang ditawarkan untuk suatu kasus.

HR juga akan melihat potensi dari diri kandidat dan seberapa cocok kandidat untuk bekerja di perusahaan. 


Perbedaan FGD dan Wawancara

Selain wawancara, sekarang semakin banyak perusahaan yang menggunakan FGD sebagai bagian dari tahap penerimaan. Lalu apa perbedaan antara FGD dan wawancara?

Perbedaan FGD dan wawancara pertama ada pada jumlah peserta. Umumnya, wawancara dilaksanakan secara perorangan, di mana kandidat akan melakukan sesi tanya jawab oleh HRD seorang diri. Sementara, FGD dilaksanakan berkelompok, di mana satu kelompok bisa berisikan 6 sampai 15 orang. Masing-masing peserta FGD juga harus mengikuti aturan yang ditentukan, hal ini tidak ada dalam wawancara.

Selain itu, dari segi waktu FGD jauh lebih lama dibanding wawancara. Pelaksanaan diskusi ini bisa berlangsung selama 60 menit hingga 90 menit. Berbeda dengan wawancara yang biasanya lebih ringkas hanya 20 menit hingga 45 menit. 



Teknis Pelaksanaan Focus Group Discussion

Agar dapat berjalan lancar, FGD punya teknis pelaksanaan tertentu yang perlu dipersiapkan oleh pihak perusahaan. Berikut ini teknis pelaksanaan focus group discussion.


1. Menentukan Moderator

Teknis focus group discussion pertama adalah menentukan menentukan siapa yang akan menjadi moderator. Kehadiran moderator dalam FGD ini penting karena merekalah yang akan memimpin jalannya FGD. Pemilihan moderator juga tidak asal, mereka harus mampu berpikir analitis dan dapat menyampaikan penjelasan topik dengan baik. Biasanya  moderator dipilih dari tim HRD atau user. Mereka akan bertugas untuk menilai performa mu selama proses FGD.


2. Mempersiapkan Grup dan Rencana Pelaksanaan

Berikutnya adalah mempersiapkan grup dan rencana terstruktur terkait kegiatan. Grup ini berupa panitia pelaksanaan dan peserta FGD. Tim panitia berisi beberapa orang yang akan bertugas sebagai pencatat waktu, notulen, penata teknis, hingga dokumentasi FGD.

Setelah tim panitia terbentuk, barulah mereka menyiapkan rencana pelaksanaan dan pembagian tugas masing-masing tim. 


3. Pemaparan Topik dan Pertanyaan Terbuka 

Di sini, topik diskusi akan dipaparkan secara spesifik. Selanjutnya, sesi pertanyaan akan dibuka oleh pihak pelaksana. Nah, dalam tahap ini, moderator lah yang akan bertanggung jawab terhadap proses dan alur diskusi, sekaligus menjadi jembatan antara pertanyaan satu dengan lainnya. 


4. Mencatat dan Meringkas Topik

Pencatatan dan peringkasan topik bermanfaat untuk melihat bagaimana partisipan dapat menanggapi topik yang disajikan moderator.


5. Mengolah Data dan Membentuk Kesimpulan

Teknis pelaksanaan focus group discussion terakhir adalah proses pengolahan data dan pembentukan kesimpulan hasil diskusi. Data FGD ini merupakan transkrip atau audio. Setiap catatan dan ringkasan data dari FGD adalah informasi tentang bagaimana para peserta saling mengajukan ide dan beradu pikiran terhadap topik. 

Data inilah yang akan dianalisis oleh tim pelaksana dan dijadikan kesimpulan. Pihak HRD akan menilai para peserta yang aktif beserta hasil akhir dari jawaban yang ditemukan. 


Contoh Pertanyaan dalam Focus Group Discussion

Dalam focus group discussion, ada beberapa tipe pertanyaan yang biasa diajukan oleh moderator. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Follow-up questions: Tipe pertanyaan ini adalah untuk menggali lebih jauh pendapat peserta tentang topik diskusi.
  2. Probe questions: Jenis pertanyaan ini diajukan untuk membuat peserta lebih nyaman saat berbagi pendapat dengan kelompok karena cenderung menggali pengetahuan peserta mengenai topik diskusi. Contoh focus group discussion pertanyaannya bisa "Apakah kamu familiar dengan program ini?".
  3. Exit questions: Pertanyaan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa tidak ada informasi yang terlewat selama diskusi.


BACA JUGA: Pertanyaan Interview Kerja yang Biasa Diajukan HRD


Tips Lolos Tahap Focus Group Discussion

Sama seperti tahap wawancara, focus group discussion juga menjadi tahap krusial yang menentukan kamu bisa diterima atau tidak. Nah, agar kamu bisa lolos dalam tahap ini, cobalah ikuti beberapa tips berikut!


1. Pelajari Isu atau Topik yang Mungkin Digunakan Perusahaan

Tips lolos FGD pertama, kamu harus mempelajari isu yang mungkin diangkat dalam FGD. Biasanya HRD akan memberikan studi kasus tertentu yang harus dibahas secara berkelompok. Cobalah untuk mempelajari dan menganalisa isu-isu yang sedang ramai dibahas saat ini. Berlatih isu terkini bisa membantu kamu untuk berpikir kritis terhadap masalah. 


2. Cari Tahu Apa yang Jadi Penilaian dalam Focus Group Discussion

Walau dilaksanakan secara berkelompok, tapi HR akan memberikan nilai kepada masing-masing individu. Nah, untuk itu kamu perlu tahu apa saja poin yang masuk dalam penilaian selama focus group discussion. Biasanya, beberapa aspek yang masuk dalam penilaian adalah kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, kemampuan menyelesaikan masalah, kerja sama tim, pengendalian emosi, dan penyesuaian diri.


3. Inisiatif

Diam tidak selalu emas, setidaknya dalam FGD. Jika dalam FGD kamu terlalu banyak diam dan hanya mengikuti saja, justru itu akan membuat HRD berpikir kamu adalah orang yang pasif. Oleh karena itu, dalam FGD cobalah untuk lebih inisiatif menjawab dan menyampaikan pendapat. 


4. Komunikasi yang Baik

Sedikit bocoran untuk kamu, HRD biasanya akan tertarik untuk memberikan nilai lebih pada peserta yang memiliki inisiatif untuk membuka diskusi, mendorong peserta lain untuk ikut berdiskusi, dan bersikap baik saat peserta lain menyampaikan pendapat. Oleh karena itu kemampuan komunikasi yang baik diperlukan di sini.


5. Ketahui Waktu yang Tepat untuk Bicara

Walau harus banyak berpendapat, kamu juga harus mempertimbangkan waktu berbicara. Kenapa? Perlu diketahui, terlalu mendominasi dalam diskusi juga bukanlah hal baik. Cobalah untuk mempertimbangkan kapan kamu harus berbicara atau diam. Hal ini juga akan memperlancar jalannya diskusi dan menunjukan sikap kepemimpinan.


6. Hindari Debat Kusir

Dalam diskusi, kadang perdebatan menjadi satu hal yang tidak terhindarkan. Tidak jarang ini terjadi karena emosi yang terpancing. Oleh karena itu, tips lolos FGD selanjutnya adalah kamu harus mampu mengendalikan emosi dan mengungkapkan argumen dengan baik dan memiliki dasar. Ini untuk menghindari debat kusir yang mungkin terjadi. Selain membuat diskusi semakin panjang dan tidak tentu arah, debat kusir dan tidak dapat mengontrol emosi juga membuat kamu dapat penilaian yang buruk.


7. Tetap Percaya Diri

Tahap FGD merupakan tahap yang cukup panjang, kamu akan cukup intens berpikir dan berpendapat. Selain itu, kamu juga kan mendapatkan respons bak itu positif dan negatif selama berulang-ulang. Di sini, pastilah mental kamu diuji, pastikan kepercayaan diri kamu tidak hilang selama kegiatan FGD. 


Focus group discussion adalah salah satu dari proses seleksi karyawan yang beragam. Seberagam lowongan yang bisa kamu temukan di aplikasi KitaLulus. Hanya di satu aplikasi, kamu dapat menemukan berbagai macam jenis lowongan pekerjaan dari berbagai industri. Yuk, download aplikasinya di Play Store sekarang!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!