Pemprov DKI Sudah Putuskan UMR Jakarta 2022 Naik

Putri Prima

Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.

Isi Artikel

Setiap pergantian tahun, kenaikan UMR menjadi topik hangat tersendiri bagi para pekerja dan pencari kerja. Salah satunya adalah Jakarta, sebagai salah satu kota besar di Indonesia, berapa UMR Jakarta 2022, apakah mengalami kenaikan dari UMR Jakarta 2021 atau tidak?

Pemprov DKI Jakarta sendiri sudah mengeluarkan keputusan terkait dengan UMR Jakarta 2022. Seperti apa keputusannya? Mari kita simak bersama di bawah ini! 


UMR Jakarta 2022 Naik Apa Tidak?

UMR Jakarta 2022 menjadi patokan untuk menentukan berapa upah minimum yang wajib dibayarkan pengusaha kepada karyawannya. Secara resmi, istilah UMR ini sudah diganti dengan UMP (Upah Minimum Provinsi). Tapi di kalangan masyarakat, istilah UMR-lah yang masih sering digunakan.

Sebelumnya, pemerintah provinsi DKI Jakarta telah resmi mengumumkan upah minimum provinsi pada hari Minggu 21 November 2021 lalu. Berdasarkan keputusan, pemerintah provinsi DKI Jakarta menetapkan bahwa UMR Jakarta 2022 adalah sebesar Rp4.453.935. Jumlah UMR Jakarta 2022 ini mengalami kenaikan tipis sebesar Rp37.749 atau 0.854 persen dari UMR Jakarta 2021. Namun, pasca ditetapkan, pada Sabtu, 18 Desember 2021 Gubernur Anies Baswedan mengumumkan merevisi besaran kenaikan menjadi 5,1 persen atau kenaikan sebesar Rp225.000 per bulan. Dengan demikian UMR Jakarta 2022 setelah direvisi menjadi Rp4.641.854.

Bagi kamu yang mungkin belum tahu, UMR Jakarta 2021 adalah Rp 4.416.186,548 atau naik 3,27 persen dari UMR tahun 2020.

Lalu, keputusan Anies Baswedan untuk menaikkan UMR menjadi 5,1 persen ini ditolak oleh PTUN Jakarta. PTUN Jakarta memutuskan bahwa UMR Jakarta 2022 naik menjadi Rp 4.573.845 per bulan.

Nominal resmi dari berapa kenaikan UMR Jakarta 2022 masih belum jelas karena gugatan yang dilayangkan APINDO disetujui PTUN.

Revisi Gubernur dan Keputusan MK

Pada 16 Desember 2022, Gubernur Anies Baswedan melalui Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1517 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2022 mengumumkan untuk merevisi besaran kenaikan UMR Jakarta 2022 menjadi 5,1 persen dari UMR 2021 atau kenaikan sebesar Rp225.000. Dengan demikian UMR Jakarta 2022 setelah direvisi menjadi Rp4.641.854.

Anies beralasan, revisi kenaikan ini dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat terutama pekerja tidak turun. 

"Dengan kenaikan Rp225.000 per bulan, maka para pekerja dapat menggunakannya sebagai tambahan keperluan sehari-hari," ujar Anies melalui siaran pers resmi.

Selain itu, revisi kenaikan ini adalah sebagai bentuk keadilan bagi para pekerja, perusahaan, dan Pemprov DKI Jakarta. Terlebih lagi, Anies juga menjelaskan bahwa pada enam tahun terakhir, rata-rata kenaikan UMR Jakarta adalah 8,6 persen

Maka ia menilai kenaikan sebesar 5,1 persen adalah sebuah kelayakan bagi para pekerja dan tetap terjangkau bagi pengusaha.

Pertimbangan merevisi kenaikan menjadi 5,1 persen juga berdasarkan kajian Bank Indonesia yang menunjukkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 mencapai 4,7% sampai 5,5%, sehingga inflasi akan terkendali pada posisi 3% (2%-4%). 

Namun, keputusan Anies tersebut tidak disambut baik oleh sejumlah pihak salah satunya adalah DPP APINDO DKI Jakarta. Atas ketidaksetujuan tersebut, APINDO pun melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan tersebut resmi dilayangkan pada 13 Januari 2022 dan terdaftar dengan Nomor 11/G/2022/PTUN.JKT..

Menurut APINDO, UMP revisi yang ditetapkan Anies tidak sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundangan-undangan PP 36 tahun 2021 dan dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan APINDO yang menjadi bagian dari Dewan Pengupahan Daerah sebagai unsur dunia usaha.

Setelah melalui proses panjang, gugatan APINDO pun dikabulkan oleh PTUN Jakarta pada Selasa, 17 Juli 2022. 

Dalam putusannya, majelis hakim membatalkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta  Nomor 1517 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2022 tertanggal 16 Desember 20221.

Berdasar putusan tersebut, hakim juga mewajibkan Gubernur Anies untuk mencabut Kepgup tersebut. Kemudian, Anies diwajibkan untuk menerbitkan keputusan baru mengenai UMP tahun 2022 berdasarkan rekomendasi Dewan Pengupahan DKI Jakarta unsur serikat pekerja dan buruh No:I/Depeprov/XI/2021 tanggal 15 November 2021 sebesar Rp4.573.845.

"Menyatakan Batal Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1517 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi tahun 2022 tanggal 16 Desember 2021. Mewajibkan kepada Tergugat menerbitkan Keputusan Tata Usaha Negara yang baru mengenai Upah Minimum Provinsi Tahun 2022 berdasar Rekomendasi Dewan Pengupahan DKI Jakarta Unsur Serikat Pekerja/Buruh Nomor: I/Depeprov/XI/2021, tanggal 15 November 2021 sebesar Rp 4.573.845," demikian bunyi putusan PTUN Jakarta.

Lalu, mengapa PTUN menurunkan UMP Jakarta? Alasan PTUN menurunkan UMP Jakarta 2022 adalah karena adanya disparitas antara besaran kenaikan UMP dan inflasi.

"Pengadilan menyimpulkan bahwa alasan dan pertimbangan Tergugat meminta meninjau kembali UMP Jakarta yang telah ditetapkan sebelumnya adalah kenaikan UMP yang telah ditetapkan tidak memenuhi asas keadilan dan jauh dari layak dibandingkan inflasi DKI Jakarta," kata majelis hakim.

Keputusan ini sendiri belum benar-benar final, karena PTUN Jakarta tengah menunggu keputusan dari Gubernur Jakarta, apakah menerima atau melakukan banding.


BACA JUGA: Apa Bedanya UMR, UMK, UMP

Data Kenaikan UMR Jakarta Tiap Tahun

Setiap tahunnya, UMR Jakarta mengalami kenaikan yang cukup signifikan.  Berikut ini rincian UMR Jakarta dari tahun 2015 sampai 2021. 

1. UMR Jakarta 2015

2015, UMR Jakarta Rp2.700.000, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 10,61 persen dari UMR tahun 2014.


2. UMR Jakarta 2016

Pada tahun ini, UMR Jakarta mengalami kenaikan cukup tinggi. Pemprov DKI menaikan UMR sampai 14,81 persen . UMR Jakarta pada 2016 menjadi sebesar Rp3.100.000


3. UMR Jakarta 2017

Tahun 2017 UMR Jakarta tidak mengalami peningkatan yang besar dari tahun sebelumnya. Namun peningkatannya  masih cukup besar yaitu sebesar 8,25 persen. yaitu Rp3.355.750.


4. UMR Jakarta 2018

Kenaikan UMR Jakarta pada 2018 adalah sebesar 8,71 persen dari tahun sebelumnya. UMR Jakarta 2018 sebesar Rp3.648.036.


5. UMR Jakarta 2019

Pada tahun ini, kenaikan UMR juga tipis hanya sebesar 8,03 persen dari tahun sebelumnya Rp3.940.973.


6. UMR Jakarta 2020

UMR Jakarta 2020 meningkat sebesar 8,28 persen dari tahun 2019 menjadi sebesar Rp4.267.349.


7. UMR Jakarta 2021

Pemerintah Jakarta menetapkan UMR 2021 dengan meningkatkan sebesar 3,72 persen. Kenaikan UMR hanya berlaku di perusahaan-perusahaan yang tidak terdampak pandemi Covid-19.


BACA JUGA: Daftar Provinsi yang Mengalami Kenaikan UMP 2022


Perhitungan Kenaikan UMR Jakarta 2022

Pasti kamu bertanya-tanya, kok tipis banget ya kenaikan UMR Jakarta 2022? Padahal, tuntutan buruh menginginkan UMR Jakarta 2022 naik menjadi Rp4,8 juta, atau ada kenaikan sekitar Rp400.000.

Perhitungan UMR Jakarta 2022 dibuat mengikuti Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dalam peraturan ini terdapat tiga perubahan pada penetapan UMP di tahun 2022.

Pertama, rumusan upah minimum tidak lagi ditentukan dari pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi. Melainkan, penetapannya mengacu pada salah satu indikator yang nilainya lebih tinggi.

Kedua, adanya variabel penghitungan selisih batas atas dan batas bawah upah minimum. Variabel ini didapat dengan membandingkan nilai rata-rata konsumsi per kapita, rata-rata jumlah anggota rumah tangga (ART), dan rata-rata jumlah ART yang bekerja di setiap rumah tangga.

Ketiga, penetapan upah minimum tidak lagi mempertimbangkan analisis kebutuhan riil lewat survei komponen kebutuhan hidup layak (KHL) yang terdapat pada PP No.78 tahun 2015). Untuk perkiraan biaya hidup pekerja dipukul rata berdasarkan indikator ekonomi makro.

Walau naik tipis, kurang dari 50 ribu, UMP Jakarta 2022 tetaplah menjadi tertinggi di Indonesia.

Berikut daftar UMP/UMK tahun 2022 yang sudah diketahui besaran nilainya:

  1. UMP 2022 DKI Jakarta Rp4.641.854.
  2. UMP 2022 Jawa Tengah sebesar Rp1.813.011
  3. UMP 2022 Sumatera Selatan Rp3.144.446
  4. UMP 2022 Sulawesi Utara Rp3.310.723
  5. UMP 2022 Sulawesi Selatan Rp3.165.876
  6. UMP 2022 Sulawesi Barat Rp2.678.863.

Setelah mengetahui info UMR Jakarta 2022 di atas, apakah kamu tertarik mengadu nasib di Kota Metropolitan ini? Jika mental dan CV-mu sudah siap, coba apply lowongan kerja di Jakarta via KitaLulus, yuk! Di platform ini, kamu akan menemukan beragam pekerjaan keren dan sesuai dengan passion. Selain itu, kamu juga bisa mengajukan follow up ke HRD tempatmu melamar, lho!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!