Pengusaha Wajib Tahu, Ini 6 Cara Mencari Investor Terampuh untuk Bisnis Baru

Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Cara mencari investor– Salah satu masalah umum yang menjadi penghambat bisnis Anda tidak berjalan lancar adalah kekurangan modal. Tanpa modal yang cukup, Anda tidak bisa mengembangkan bisnis dengan lancar. Maka dari itu, ada baiknya jika Anda mengetahui cara mencari investor.

Memang tidak dapat dipungkiri, modal yang besar menjadi salah satu solusi agar bisnis bisa berjalan dan berkembang. Akan tetapi, jika Anda sebagai pebisnis tidak mengetahui cara mencari investor, bagaimana bisnis Anda akan maju?

Pahami cara mencari investor untuk bisnis Anda yang  bisa dijadikan sebagai batu loncatan melalui penjelasan di bawah ini.

BACA JUGA: Apa Itu ROI (Return on Investment)? Ini Pengertian, Rumus, & Cara Hitungnya

Apa itu Investor?

Apa itu investor

Apa itu investor?

Pada umumnya, sebagian besar orang menganggap bahwa investor adalah seseorang yang memiliki atau bisa memberikan modal banyak kepada pelaku bisnis. Namun, benarkah demikian?

Menurut arti dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investor adalah seseorang yang menanamkan uang atau modal dalam usaha pihak lain yang bertujuan mendapatkan keuntungan.

Dengan kata lain untuk menjawab pertanyaan apa itu investor adalah, seseorang atau pihak lain seperti perusahaan atau reksa dana atau entitas lainnya yang menanamkan modalnya dengan harapan bisa mendapatkan imbalan atau pengembalian dalam bentuk uang.

Umumnya, pengembalian dalam bentuk uang ini tergantung pada dana atau modal yang ditanamkan. Artinya, orang yang memiliki modal banyak bisa menanam uangnya dengan banyak pula, dan sebaliknya. Dan biasanya seorang investor lebih suka menanamkan modalnya untuk jangka panjang.

Jika membahas apa itu investor, kita juga tidak bisa luput dari apa itu venture capital. Venture capital atau modal ventura merupakan salah satu bentuk dari private equity dan merupakan salah satu jenis penanaman modal yang dilakukan investor.

Venture capital adalah bentuk penanaman modal oleh investor kepada perusahaan rintisan seperti startup dan/atau usaha-usaha kecil lainnya yang diyakini bisa atau memiliki pertumbuhan bisnis baik untuk jangka panjang.

Umumnya, modal ventura ini berasal dari seorang investor kata, bank investasi, hingga lembaga keuangan lainnya. Namun modal yang ditanamkan tidak selalu dalam bentuk uang, seperti keahlian teknis atau manajerial.

Penanaman modal ventura atau venture capital umumnya diberikan kepada perusahaan kecil yang memiliki potensi pertumbuhan luar biasa atau ke perusahaan-perusahaan yang sudah tumbuh dengan cepat dan siap untuk terus berkembang. Apakah perusahaan Anda salah satunya?

BACA JUGA: 11 Jenis Peminjaman Modal Usaha Terpercaya dan Mudah, Cocok untuk Pemula!

Jenis-jenis Investor dan Karakteristiknya

Jenis jenis investor dan karakteristiknya

Sebelum kita membahas cara mencari investor, ada baiknya jika Anda mengetahui jenis-jenis investor dan karakteristik investor. Hal ini agar bisa mempermudah cara mendapatkan investor yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Berikut beberapa jenis-jenis investor yang perlu Anda ketahui:

1. Investor Ritel

Jenis investor yang pertama adalah investor ritel. Pada umumnya yang melakukan investor ritel adalah perorangan atau individu. Karakteristik investor ritel ini adalah dengan melakukan penjualan dan pembelian dengan perantara dari broker dan dealer.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Pada praktiknya, terdapat tiga pilihan di dalam investor ritel ini. yaitu investor pertumbuhan yang fokus pada perkembangan suatu perusahaan dalam jangka panjang.

Kemudian investor pendapatan yang memilih untuk menanam saham di perusahaan yang sering membagikan dividen. Dan terakhir investor nilai yang memilih saham dengan nilai intrinsic tinggi dibandingkan dengan nilai kapitalisnya.

2. Investor Moderat

Investor moderat adalah salah satu jenis investor yang perlu Anda ketahui. Karakteristik investor moderat adalah bermain dengan cara aman dan biasanya menanamkan modalnya pada usaha yang memiliki pengembalian modal sebesar 5%-10% per tahunnya.

Artinya, investor moderat belum berani untuk menanamkan modal dalam jumlah besar meskipun sudah mengetahui dan memahami produk atau keunggulan dari investasi yang ingin dilakukan.

3. Investor Agresif

Jenis investor selanjutnya adalah investor agresif.  Mereka yang disebut dengan investor agresif biasanya sudah memiliki banyak pemahaman tentang produk-produk investasi.

Selain itu, karakter investor agresif ini bisa dilihat dari usianya yang sebagian besar masih muda dan memiliki tujuan penanaman modal dalam jangka panjang. Para investor ini juga mencari perusahaan yang bisa menghasilkan pengembalian modal sebesar 10%-15% per tahunnya, namun dengan risiko besar pula.

4. Investor Konservatif

Investor konservatif juga merupakan salah satu jenis investor yang perlu Anda tahu. Biasanya, mereka yang tergolong dalam jenis ini lebih suka bermain dengan aman karena belum terlalu paham dengan produk-produk investasi.

Melakukan kegiatan investasi konvensional dan umumnya mencari atau mau menanamkan modalnya di perusahaan yang bisa memberikan pengembalian modal sebesar 3%-5% per tahunnya, merupakan karakteristik investor konservatif.

5. Investor Intuisi

Satu lagi jenis investor yang perlu Anda ketahui adalah investor intuisi. Jenis investor ini merupakan pemilik modal yang bergerak atas nama perusahaan ketika menanamkan modalnya ke pihak lain. Modal-modal ini berasal dari kumpulan orang-orang yang memiliki modal untuk investasi.

Karakteristik investor intuisi adalah mereka terdiri dari manajer pendanaan, perusahaan pengelola dana pensiun, hingga perusahaan lain yang bergerak di bidang penanaman modal.

Cara Mencari Investor untuk Bisnis Baru

Cara mencari investor untuk bisnis baru

Setelah Anda memahami jenis-jenis investor dan karakteristik investor, maka selanjutnya kita akan membahas cara mendapatkan investor. Sebagai pemilik bisnis, Anda perlu melakukan banyak cara mencari investor yang mau menanamkan modalnya.

Meskipun cara mencari investor terbilang cukup mudah dengan teori, realitanya tidak seperti itu. Tidak semua perusahaan bisa langsung mendapatkan investor dalam sekali coba.

Perlu diingat dan diketahui, terutama bagi Anda yang baru mulai berkecimpung di dunia bisnis, investor bukanlah orang yang mudah untuk ditaklukan. Maka dari itu, beberapa cara mencari investor di bawah ini patut Anda pelajari:

1. Mengajukan Proposal Usaha

Cara mencari investor yang pertama adalah dengan mengajukan proposal usaha Anda. Tahukah Anda bahwa, proposal usaha merupakan sebuah alat untuk perusahaan mendapatkan tambahan modal?

Anda harus menyiapkan proposal usaha yang menarik, jelas, lengkap, tidak bertele-tele, detail, dan jujur. Tips menarik perhatian investor adalah dengan mencantumkan visi dan misi perusahaan, rencana atau strategi perusahaan, hingga laporan keuangan perusahaan.

2. Presentasikan Proposal dengan Baik

Secara teori, cara mencari investor selanjutnya mungkin terdengar mudah. Namun pada prakteknya, mempresentasikan proposal usaha dengan baik bisa saja mengalami gangguan. Mulai dari Anda yang tidak menyiapkan diri, hingga hal-hal lainnya.

Maka dari itu, pastikan Anda sudah membuat slide presentasi yang mudah untuk dipahami, detail, praktis, dan tidak penuh dengan tulisan. Tips menarik perhatian investor adalah dengan memberikan presentasi yang tepat sehingga bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap investor.

BACA JUGA: Arti Pitching dalam Bisnis, Teknik, & Cara Membuat Pitching yang Bagus

3. Jelaskan Risiko Usaha Anda

Cara mendapatkan investor selanjutnya adalah dengan menjelaskan risiko usaha Anda. Cara mencari investor satu ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Sebab, setiap bisnis pasti selalu ada risiko yang perlu diwaspadai. Baik bagi pihak investor dan pihak perusahaan sendiri.

Tips menarik perhatian investor yang bisa Anda lakukan adalah dengan tidak menyembunyikan apapun dari calon investor. Sebab mereka juga perlu mengetahui risiko atau hambatan apa yang dialami perusahaan. Bahkan tidak jarang mereka juga akan memberikan solusi untuk mengurangi resiko atau hambatan tersebut.

4. Kenali Calon Investor

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dari berbagai jenis-jenis investor, Anda bisa memilih mana yang sesuai dengan perusahaan. Maka dari itu, cara mencari investor selanjutnya adalah dengan mengenali calon investor.

Anda bisa mencari tahu tentang latar belakang calon investor, ketertarikan bidang usaha, hingga seberapa besar modal yang biasa ditanamkan sebagai tips menarik perhatian investor. Cara mendapatkan investor ini bisa memudahkan Anda untuk menarik perhatian investor ke perusahaan Anda.

5. Gunakan Network

Cara mencari investor selanjutnya adalah dengan menggunakan network. Anda bisa bertanya kepada beberapa kenalan terkait investor yang ingin dan bisa menanamkan modal di perusahaan Anda.

Tips menarik perhatian investor adalah dengan masuk atau bergabung dengan beberapa komunitas perusahaan-perusahaan yang memang sedang mencari investor. 

6. Hadiri Beberapa Event

Selain menggunakan network yang Anda miliki, Anda juga bisa menghadiri beberapa event sebagai salah satu cara mencari investor. Tips menarik perhatian investor adalah dengan menghadiri event yang sesuai dengan sektor perusahaan Anda.

Tidak hanya mengunjungi, tetapi Anda juga bisa mengikut kompetisi yang diadakan. Cara mendapatkan investor ini bisa membuat Anda menunjukkan nilai perusahaan di depan banyak calon investor. Tentunya, calon investor akan memilih perusahaan yang bisa memberikan konsep bisnis yang menarik dan unik.

Demikianlah penjelasan terkait pengertian investor, jenis-jenis investor dan karakteristiknya, hingga cara mencari investor beserta tips menarik perhatian investor yang bisa Anda lakukan kapan pun.

Perlu diingat bahwa calon investor lebih suka dengan perusahaan yang terbuka, jujur, dan memberikan penjelasan dengan detail. Apakah perusahaan Anda salah satunya? Jika ya, semoga penjelasan terkait cara mencari investor ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Selain itu, jangan lupa untuk memasang loker di situs KitaLulus jika Anda membutuhkan karyawan baru. saat ini, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Surabaya, Medan, Semarang, dan Gowa.

Langkah selanjutnya adalah dengan mendaftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan pekerjaan di KitaLulus. Dapatkan kandidat terbaik dengan #LebihMudah bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd