Apa Itu Distribusi? Ini Arti, Jenis, Tujuan, dan Contohnya

Annissa Manystighosa

Penulis, pengajar, dan penerjemah yang sedang menekuni pengetahuan seputar bisnis.

hrd
Isi Artikel

Distribusi adalah proses menyalurkan produk dari produsen hingga pengecer atau agen. Proses ini mencakup berbagai macam sistem dan pihak yang berkontribusi. Distribusi sangat berpengaruh pada pertumbuhan pendapatan dalam suatu negara.

Adapun orang yang melakukan distribusi disebut dengan distributor. Mereka lah yang menjadi penghubung dalam suatu kegiatan ekonomi.

Meskipun proses distribusi merupakan hal umum, namun sebagian orang belum benar-benar memahami tujuannya. Untuk itu, simak ulasan berikut hingga akhir, yuk!

Pengertian Distribusi

Secara umum, pengertian distribusi adalah kegiatan penyaluran atau pengiriman barang dari produsen kepada konsumen. 

Menurut Oentoro (2010), distribusi adalah kegiatan pemasaran yang memungkinkan kelancaran pengangkutan barang dari produsen ke konsumen, sehingga produk tersebut dapat digunakan sesuai dengan jenis, jumlah, harga, lokasi, dan waktu yang dibutuhkan.

Sedangkan menurut Basu Swastha, distribusi diartikan sebagai jalur pemasaran yang digunakan oleh produsen untuk menyampaikan barangnya kepada industri atau pelanggan. Produsen, pelanggan, dan distributor merupakan pihak yang berperan dalam saluran distribusi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa distribusi adalah proses penyaluran barang atau jasa kepada pihak lain. Contoh kegiatan distribusi yaitu pedagang sayur yang menjual dagangannya secara keliling.

Tujuan Distribusi

Tujuan utama distribusi adalah untuk mengangkut barang dari satu lokasi ke lokasi lain guna menjaga kelangsungan operasi industri sampai semua konsumen menerima produk tersebut.

Selain itu, tujuan distribusi di antaranya sebagai berikut.

1. Memberikan Jaminan Produksi yang Berkelanjutan

Prosedur pengiriman harus memastikan bahwa barang yang dikirim sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, tujuan distribusi adalah memastikan proses produksi itu sendiri.

Untuk mengirimkan produk dari gudang produsen ke distributor, biasanya  setiap produsen melibatkan distributor pihak ketiga. Pihak pengiriman biasanya menyediakan layanan transportasi, seperti truk, pesawat terbang, dan kereta api, guna memastikan bahwa barang tersebut sampai ke konsumen.

2. Menyampaikan Produk dan Layanan Kepada Konsumen

Tujuan distribusi selanjutnya adalah mengirimkan produk dari produsen atau distributor ke konsumen. Dalam hal ini, guna menjaga kepuasan konsumen, produsen tidak bisa melakukan pengiriman barang secara sembarangan.

Itulah mengapa beberapa perusahaan besar yang terbiasa memproduksi barang atau jasa berkualitas bersedia membayar dengan harga tinggi asalkan citra perusahaan tetap terjaga.

3. Menjaga Sistem Ekonomi dan Bisnis

Saat ini banyak sekali distributor yang mendukung kegiatan komersial di tanah air. Mayoritas distributor memiliki kendaraan untuk mengirimkan barang-barang mereka ke konsumen. Hal ini dilakukan oleh produsen guna menjaga sistem ekonomi dan bisnis. Tanpa mereka, kegiatan ekonomi negara tidak akan berjalan dengan lancar. 

Tidak mudah untuk menjadi distributor yang bertanggung jawab untuk memasok barang dan jasa. Mereka harus memiliki tingkat kepercayaan tinggi, baik dari sisi pelanggan maupun produsen.

Baca Juga: Pengertian Kegiatan Distribusi, Tujuan, dan Contohnya

Jenis Distribusi

Jenis Distribusi

Setelah melalui proses produksi dan barang telah siap untuk dikirim, produsen menggunakan berbagai metode pengiriman. Di bawah ini adalah berbagai jenis distribusi yang sering dilakukan.

1. Sistem Distribusi Langsung

Sistem ini memungkinkan pelaksanaan tugas-tugas yang berhubungan dengan distribusi. Terkadang, produsen berfungsi sebagai distributor untuk memasarkan dan mengangkut produk mereka ke pelanggan.

Sistem ini dilakukan tanpa melibatkan pihak ketiga. Biasanya, proses distribusi langsung mengharuskan perusahaan untuk mengevaluasi kembali jumlah investasinya. Untuk menerapkan sistem ini, setiap organisasi akan dikenakan biaya yang berbeda-beda.

2. Sistem Distribusi Tidak Langsung

Sistem distribusi tidak langsung dapat memanfaatkan pihak ketiga. Biasanya, produsen barang dan jasa akan mempekerjakan perantara untuk distribusi produknya, baik melalui individu atau dengan melibatkan bisnis afiliasi. Dalam praktiknya, pihak perantara yang mengirim komoditas memiliki sifat yang beragam.

Setiap bisnis pasti menggunakan jasa pengiriman yang handal. Hal ini juga tergantung pada keahlian dan sumber keuangan produsen.

3. Sistem Distribusi Intensif

Sistem distribusi intensif biasanya dilakukan oleh produsen ke pedagang. Nantinya, produsen atau pelaku bisnis akan mengirimkan produknya ke toko-toko di berbagai daerah.

Namun tidak semua barang dapat memanfaatkan mekanisme distribusi satu ini. Biasanya, perusahaan hanya akan menggunakan sistem distribusi intensif untuk menjual produk atau layanan yang mudah dipasarkan.

Contohnya yaitu makanan dan minuman yang dapat dijual dalam jumlah terbatas. Oleh karena itu, produsen perlu mempertimbangkan banyak hal jika ingin menerapkan sistem tersebut.

4. Sistem Distribusi Eksklusif

Sistem distribusi eksklusif dilakukan berdasarkan kesepakatan antara toko dan produsen produk. Contoh paling sederhana untuk sistem ini yaitu telepon seluler.

Pendekatan pengiriman dan distribusi berikut cocok untuk penjual produk khusus. Kita bisa melihat berapa banyak perusahaan telepon seluler terkenal yang sekarang berhasil memasarkan produk mereka sampai akhirnya banyak konsumen yang sudah familiar dengan produknya.

5. Sistem Distribusi Selektif

Seperti namanya, strategi distribusi selektif memberikan jalan tengah bagi vendor produk. Biasanya, strategi ini melibatkan pengangkutan barang ke beberapa lokasi, namun jumlah produk yang dikirim dan dipasarkan tidak sebanyak distribusi intensif.

Contohnya distribusi pakaian branded. Setiap produsen akan memilah barang yang akan didistribusikan kepada pedagang atau pengecer, dan biasanya beberapa item limited edition hanya tersedia di outlet-outlet besar.

Baca Juga: Pengertian Ekspedisi dalam Bisnis, Manfaat, dan Cara Kerja

Contoh Kegiatan Distribusi

Distribusi adalah aspek integral dari perekonomian yang umum dalam kehidupan kita sehari-hari. Setelah mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang jenis distribusi dan fungsinya, Anda perlu mengetahui contoh penerapannya.

Adapun contoh kegiatan distribusi adalah sebagai berikut:

  • Ekspor beras ke luar negeri.
  • Penjual ikan mengirimkan barang pesanannya ke alamat pembeli oleh penyedia jasa transportasi.
  • Seorang pengrajin kerajinan tangan mendistribusikan hasil karyanya langsung ke konsumen, tanpa melewati perantara.
  • Perusahaan jasa penerbit buku memproduksi cetakannya, kemudian didistribusikan ke berbagai toko buku di daerah untuk dijual.

Itulah penjelasan tentang apa itu distribusi dari pengertian hingga contohnya. Distribusi adalah kegiatan yang memiliki peranan penting bagi keberlangsungan kegiatan ekonomi suatu negara.

Apabila perusahaan Anda membutuhkan tenaga untuk melaksanakan proses pengiriman barang ke konsumen, Anda bisa mencarinya melalui KitaLulus.

Sebagai platform pencarian kerja paling aman, KitaLulus telah dipercaya oleh lebih dari 1 juta pelamar dan 50 ribu perusahaan. Untuk mencari kandidat ideal, caranya mudah, cukup isi formulir untuk memasang iklan lowongan kerja. Prosesnya cepat, hanya dalam hitungan jam, iklan loker Anda akan terpasang.

Tunggu apalagi? Segera pasang loker Anda secara gratis hari ini di KitaLulus!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd