Apa Itu Rehire Karyawan? Ini Pengertian, Cara Melakukan, & Pro Kontranya

Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Rehire karyawan adalah– Rehire karyawan adalah salah satu strategi perusahaan untuk merekrut kembali karyawan lama yang masih memiliki potensi. Biasanya strategi ini digunakan untuk mengisi banyaknya posisi kosong setelah melakukan layoff besar-besaran.

Di masa pandemi seperti ini, rehire karyawan adalah strategi perusahaan untuk memutar kembali roda bisnis, terutama untuk perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja atau layoff besar-besaran.

Ingin tahu selengkapnya tentang arti rehire karyawan, cara melakukan, dan pro kontra yang perlu Anda hadapi? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

BACA JUGA: Talent Acquisiton: Pengertian, Skill, & Perbedaannya dengan Recruitment

Arti Rehire Karyawan

Arti rehire karyawan

Dilansir dari Indeed, rehire karyawan artinya merekrut kembali karyawan lama yang sebelumnya sudah resign atau diberhentikan.

Di dunia HR, rehire karyawan adalah salah satu strategi perusahaan untuk mengisi banyaknya posisi kosong terkait pemutusan hubungan kerja. Selama pandemi COVID-19, strategi rehire menjadi salah satu yang biasa dilakukan.

Saat bisnis sedang susah, perusahaan memutuskan melakukan PHK atau layoff besar-besaran. Akan tetapi, saat situasi ekonomi membaik, umumnya perusahaan akan memanggil kembali karyawan-karyawan yang sebelumnya sudah dirumahkan.

Pada dasarnya, strategi rehire adalah salah satu jalan pintas yang bisa diambil HR untuk menghemat waktu dan biaya perekrutan. Akan tetapi, sebagai HR Anda perlu menerapkan strategi ini dengan penuh perhitungan terhadap pro dan kontranya.

Hal yang Harus Dilakukan Saat Rehire Karyawan

Cara melakukan strategi rehire karyawan

Rehire karyawan adalah salah satu cara terbaik untuk menghemat waktu proses rekrutmen. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat mempekerjakan kembali mantan karyawan, yaitu diantaranya:

1. Perhatikan Manfaatnya

Hal pertama yang harus Anda perhatikan ketika rehire karyawan adalah memperhatikan manfaatnya. Ketika Anda melakukan proses rekrutmen lagi, tentu Anda harus memberikan pelatihan dan membimbing karyawan baru untuk bisa beradaptasi di perusahaan.

Tentunya hal ini tidak bisa memakan waktu hanya satu jam atau satu hari saja. Sedangkan manfaat jika Anda rehire karyawan adalah waktu onboarding yang singkat, mengurangi anggaran biaya perekrutan, hingga produktivitas kinerja tim bisa kembali seperti sedia kala.

Sebab mantan karyawan sudah mengerti bagaimana budaya perusahaan, lingkungan perusahaan, hingga rekan kerja satu tim. Selain itu, karena Anda sudah mengetahui seperti apa mantan karyawan ini, maka Anda tidak perlu ragu lagi jika mereka tidak dapat beradaptasi di perusahaan.

2. Perhatikan Batasannya

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan pada saat rehire karyawan adalah memperhatikan batasannya. Artinya, meskipun mempekerjakan kembali mantan karyawan memberikan banyak manfaat, Anda juga harus melihat kembali apakah mantan karyawan tersebut cocok untuk posisi yang akan diembannya?

Jika tidak, maka manfaat yang sudah disebutkan sebelumnya tidak akan berguna sama sekali. Inti dari rehire karyawan adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses rekrutmen.

Namun, Anda juga bisa mempertimbangkan alasan mantan karyawan tersebut mengundurkan diri. Jika ternyata alasannya karena memiliki kinerja yang buruk dan sejenisnya, maka Anda harus berpikir lagi jika ingin rehire mantan karyawan tersebut.

BACA JUGA: Apa Itu Talent Pool? Ini Pengertian, Manfaat, & Penerapannya Dalam Proses Rekrutmen

3. Jangan Lewatkan Proses Interview

Meskipun Anda mempekerjakan mantan karyawan, Anda tetap tidak boleh melewatkan proses interview. Tujuan proses interview dalam rehire karyawan adalah untuk memberitahukan kembali harapan perusahaan kepada mantan karyawan tersebut.

Selain itu juga untuk memastikan bahwa Anda dan mantan karyawan saling mengerti terkait proses rehire ini. Pada saat proses interview ini, Anda juga bisa berdiskusi terkait posisi yang akan diembannya, perubahan yang diharapkan, hingga meminta ulasan balik dari mantan karyawan tersebut.

Ketika Anda mendengar jawabannya, maka Anda bisa menilai apakah mantan karyawan tersebut cocok dengan posisi yang akan diberikan atau tidak. Maka dari itu, proses interview dalam rehire karyawan adalah hal yang tidak boleh dilewatkan.

4. Tetapkan Goal dengan Jelas

Arti dari rehire karyawan adalah Anda bisa kembali menjalankan bisnis seperti biasanya. Akan tetapi jika Anda ingin memulai bisnis dengan goal baru, maka Anda harus memastikan bahwa karyawan yang di rehire mengerti akan hal tersebut.

Jelaskan kepada rehire karyawan terkait perubahan apa yang Anda inginkan, apa bedanya dengan tugas dan tanggung jawab yang pernah diembannya dahulu, bantu dan bimbing mereka untuk mencapai KPI yang sudah ditetapkan.

Hal yang harus diperhatikan saat rehire karyawan adalah jangan pernah mengasumsikan bahwa mereka mengerti bagaimana perusahaan berjalan hanya karena pernah bekerja sebelumnya. Tentu perusahaan akan memiliki visi misi dan goal baru setelah bangkit dari keterpurukan.

5. Diskusikan Detail Pekerjaan

Tidak sedikit dari mantan karyawan mengharapkan bahwa mereka akan bekerja seperti sebelumnya saat dipekerjakan kembali oleh perusahaan. Terutama bagi karyawan yang belum cukup lama meninggalkan perusahaan.

Hal yang harus diperhatikan saat rehire karyawan adalah Anda harus mendiskusikan detail pekerjaan. Terutama terkait kondisi perusahaan setelah bangkit dari keterpurukan.

Anda harus bersikap transparan terkait kendala hingga kondisi finansial perusahaan kepada rehire karyawan. Pastikan juga pada mereka bahwa mereka memahami kondisi perusahaan sebelum memulai bekerja lagi.

6. Siapkan Proses Reboarding Khusus

Jika onboarding ditujukan kepada karyawan baru, maka reboarding ditujukan kepada rehire karyawan. Hal yang harus Anda lakukan ketika rehire karyawan adalah mempersiapkan proses reboarding khusus untuk mereka. Tujuan dari reboarding ini adalah untuk menghemat banyak waktu.

Meskipun sebelumnya sudah pernah bekerja di perusahaan, rehire karyawan juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi lagi. Anda bisa mulai dengan memperkenalkan kembali proses dan prosedur di perusahaan yang harus diketahui.

Jika dibutuhkan, Anda juga bisa memberikan pelatihan kepada rehire karyawan. Namun jika mereka sudah paham dan mengerti cara melakukannya, maka Anda boleh tidak memberikan pelatihan sama sekali.

Pro Kontra Rehire Karyawan & Cara Menghadapinya

Pro kontra rehire karyawan

Meskipun tujuan dari rehire karyawan adalah untuk menghemat waktu dan anggaran biaya, ada beberapa pro dan kontra terkait hal ini. Sebab, rehire karyawan sama halnya dengan ketika kita memilih menu yang sama berulang kali setiap datang ke restoran.

Anda akan merasakan rasa dan sensasi yang sama pada menu tersebut. Berikut beberapa pro dan kontra terkait rehire karyawan adalah:

Pro:

  • Rehire karyawan sudah mengetahui perusahaan luar dalam
  • Rehire karyawan semakin berkembang sejak terakhir Anda melihatnya
  • Rehire karyawan bisa memberitahukan banyak hal positif kepada rekan satu tim
  • Dengan melakukan rehire karyawan, Anda bisa menghemat anggaran biaya perusahaan
  • Sebagian besar rehire karyawan bisa memberikan komitmen yang lebih besar dari sebelumnya

Kontra:

  • Rehire karyawan mungkin saja masih menyimpan dendam kepada rekan karyawan lainnya yang menyebabkan ia memutuskan keluar dari perusahaan
  • Rehire karyawan bisa saja bersikap keras kepala dan tidak mau mengikuti perubahan dan cara main perusahaan yang baru
  • Bisa saja rehire karyawan bukan kandidat yang tepat untuk posisi yang akan diisi
  • Sebagian besar rehire karyawan tidak ingin dianggap sebagai karyawan baru ketika bekerja lagi di perusahaan
  • Tidak ada yang menjamin jika rehire karyawan tidak akan mengundurkan diri untuk yang kedua kalinya

Terlepas dari pro dan kontra terkait rehire karyawan, ada beberapa tips ketika Anda menginginkan untuk rehire karyawan, yaitu:

  1. Buat kebijakan khusus untuk melakukan rehire karyawan yang meninggalkan perusahaan dengan baik-baik
  2. Pastikan motivasi rehire karyawan masih sama seperti dulu ketika ia bekerja di perusahaan
  3. Pertimbangkan kembali alasan mantan karyawan tersebut mengundurkan diri
  4. Gunakan talent pool untuk rehire karyawan dengan potensi terbaik

Demikianlah penjelasan terkait rehire karyawan yang perlu Anda ketahui. Apakah Anda ingin rehire karyawan atau tidak, semua keputusan dan kebijakan ada di tangan Anda. Jika masih merasa ragu, lebih baik pertimbangkan kembali keuntungan dan kerugian perusahaan jika Anda melakukan rehire, ya!

Jika Anda memutuskan untuk merekrut karyawan baru, maka Anda bisa menggunakan aplikasi KitaLulus untuk menjangkau banyak pencari kerja. Saat ini, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Surabaya, Semarang, Medan, dan Gowa.

Daftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan pekerjaan di KitaLulus sekarang juga dan dapatkan kandidat terbaik dengan #LebihMudah!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd