Mengenal Sistem 4 Hari Kerja dan Cara Menerapkannya

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

Sistem 4 hari kerja
Isi Artikel

4 hari kerja– Sempat ada wacana bahwa, akan diberlakukan 4 hari kerja pada ASN atau Aparatur Sipil Negara. Tapi tidak lama dari wacana tersebut, Kepala Biro Humas BKN (Badan Kepegawaian Negara), Haryono, membantahnya.

Selanjutnya, Haryono juga menyebutkan bahwa perihal tersebut belum dikaji dan hanya isu belaka. Tapi, kira-kira apakah penerapan 4 hari kerja bisa dilakukan di Indonesia?

Cari tahu negara yang menerapkan 4 hari kerja, tips menerapkannya, hingga dampaknya bagi perusahaan, di bawah ini.

BACA JUGA: Shift Adalah: Pengertian, Peraturan, Cara Hitung, & Contoh Jadwal

Negara yang Menerapkan 4 Hari Kerja

Apa itu sistem 4 hari kerja

Tidak hanya di Indonesia, wacana 4 hari kerja juga ada di beberapa negara. Hal ini imbas dari sistem kerja work from home atau WFH selama masa pandemi dua tahun terakhir.

Namun bedanya, di beberapa negara tersebut sistem ini sudah diberlakukan oleh beberapa perusahaan. 4 hari kerja artinya jumlah jam kerja berkurang menjadi 32 jam dalam satu minggu.

Beberapa perusahaan di negara tersebut meyakini bahwa pengurangan jam kerja bisa meningkatkan produktivitas kerja dan kesejahteraan karyawan. Lalu, negara mana saja yang menerapkan sistem ini?

BACA JUGA: Apa Itu Six Sigma? Ini Metode, Prinsip, Teknik, dan Macam Jabatannya

Berikut beberapa negara yang menerapkan 4 hari kerja:

1. Selandia Baru

Negara yang menerapkan 4 hari kerja pertama adalah Selandia Baru. Alasannya karena Perdana Menteri, Jacinda Ardern, menginginkan para karyawan untuk dapat menggunakan akhir pekan untuk berlibur dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi setempat.

2. Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki sifat pekerja keras. Sampai-sampai karyawannya bersedia untuk lembur bahkan mengorbankan waktu istirahatnya. Maka dari itu, pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan 4 hari kerja untuk menyeimbangkan antara kehidupan dan kerja.

3. Islandia

Berbeda dari yang lain, Islandia sudah memberlakukan sistem 4 hari kerja sejak 2015. Bahkan hasilnya menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan karyawan meningkat dan bisa tercapainya keseimbangan antara kesehatan mental dan kehidupan kerja.

4. Skotlandia

Negara yang menerapkan 4 hari kerja lainnya adalah Skotlandia. Setelah melakukan sistem uji coba, sebanyak 80% karyawan mengaku bahwa jam kerja yang singkat bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan mereka.

5. Irlandia

Pemerintah Irlandia melakukan sistem 4 hari kerja dengan tujuan untuk mengetahui dampak pengurangan waktu kerja terhadap produktivitas, kesejahteraan karyawan, dan juga kelestarian lingkungan. Sama seperti Islandia, Irlandia juga memberlakukan sistem ini dari tahun 2015.

6. Spanyol

Pada bulan April 2021, pemerintah Spanyol melakukan uji coba sistem 4 hari kerja. Uji coba ini akan berlangsung selama 3 tahun dengan implementasi resiko yang minimal.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Sepertinya sampai saat ini, isu tersebut masih terus menjadi wacana sampai pemerintah mengeluarkan aturan terkait. Jadi, belum ada perusahaan 4 hari kerja di Indonesia dan kalaupun ada, tidaklah banyak jumlahnya. Apakah perusahaan Anda ingin memulainya?

Cara Menerapkan 4 Hari Kerja di Perusahaan

cara menerapkan sistem 4 hari kerja

Sebenarnya, bukan tidak mungkin jika ada perusahaan 4 hari kerja di Indonesia. Hanya saja sistem ini bertentangan dengan Undang-Undang Cipta Kerja yang menyepakati jumlah jam kerja dalam satu minggu adalah 40 jam atau sebanyak 5-6 hari kerja. Selebihnya akan dihitung sebagai lembur.

Jika perusahaan Anda ingin menerapkan sistem ini, maka ada beberapa cara menerapkan 4 hari kerja yang bisa Anda siapkan:

1. Menyampaikan Informasi Kepada Stakeholder

Cara menerapkan 4 hari kerja yang pertama adalah dengan menyampaikan informasi kepada seluruh anggota perusahaan. Sampaikan semuanya secara detail, menyeluruh, dan transparan. Termasuk soal gaji, tunjangan, hingga fasilitas yang didapatkan.

2. Melakukan Evaluasi Tugas

Tips yang kedua adalah dengan melakukan evaluasi tugas. Anda bisa bertanya kepada seluruh manajer divisi terkait produktivitas karyawan dalam menyelesaikan tugas. Apakah bisa mendukung penerapan sistem 4 hari kerja atau tidak?

3. Aplikasi Pendorong Efektivitas Kerja

Sebelum Anda menerapkan sistem 4 hari kerja, ada baiknya jika Anda memberikan fasilitas yang bisa mendorong efektivitas kerja. Seperti aplikasi yang bisa membantu HRD, hingga project management tools yang bisa mempermudah Anda untuk mengecek tugas karyawan.

4. Mempercayai Karyawan

Selain memberikan aplikasi pendukung, Anda juga harus mempercayai kinerja karyawan.  Anda bisa mulai dengan memberikan karyawan kebebasan dalam menuangkan ide untuk kegiatan operasional perusahaan yang bisa mengasah kreativitas mereka.

5. Fokus Pada Hasilnya

Cara menerapkan 4 hari kerja selanjutnya adalah fokus pada hasil kerja. Artinya, ketika Anda memutuskan untuk memangkas jam kerja, Anda harus menyerahkan semua prosesnya kepada karyawan. Sehingga mereka bisa memberikan kinerja terbaiknya dan memberikan hasil yang memuaskan.

6. Feedback Karyawan

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan sebagai HR adalah dengan meminta feedback dari karyawan terkait sistem 4 hari kerja ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui tanggapan karyawan. Sehingga HRD dan manajemen perusahaan lainnya bisa melakukan evaluasi dan meningkatkan penerapan sistem tersebut.

Dampak Menerapkan 4 Hari Kerja Bagi Perusahaan

Dampak sistem 4 hari kerja

Sejak pandemi, sistem kerja berubah dari work from office menjadi work from home. Tapi kini sejak pandemi mulai mereda, beberapa perusahaan mulai memberlakukan sistem hybrid. Yaitu kombinasi antara WFO dan WFH.

Jika dilihat dari beberapa negara yang menerapkan 4 hari kerja, semuanya rata-rata memberikan dampak positif. Lalu kira-kira apa saja pro dan kontra dari sistem kerja yang masih menjadi wacana ini?

Berikut dampak menerapkan 4 hari kerja bagi perusahaan:

Dampak Positif 4 Hari Kerja

Berbagai riset telah membuktikan bahwa sistem 4 hari kerja berdampak positif, misalnya:

a. Meningkatkan Produktivitas Kerja

Dampak menerapkan 4 hari kerja bagi perusahaan yang pertama adalah dapat meningkatkan produktivitas kerja. Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa perusahaan besar dan ternama di dunia.

Mereka berhasil membuktikan bahwa, sistem 4 hari kerja bisa memberikan karyawan keseimbangan hidup antara kerja dan waktu pribadi mereka. Waktu libur yang cukup membuat karyawan menjadi lebih fresh dan berhasil meningkatkan produktivitas kerjanya.

b. Lebih Bahagia

Penelitian yang dilakukan Guardian terhadap karyawannya mengenai sistem 4 hari kerja ini memberikan hasil yang positif. Sebanyak 78% karyawan merasa lebih bahagia dan tingkat stres mereka berkurang 7%. Sementara 24% sisanya berhasil mendapatkan keseimbangan hidup antara kerja dan waktu pribadi mereka.

c. Pengeluaran Perusahaan Menjadi Lebih Efisien

Tidak hanya ke karyawan, dampak menerapkan 4 hari kerja juga berlaku bagi perusahaan. Dengan sistem ini, perusahaan bisa menjadi lebih hemat dalam pengeluaran.

Artinya, biaya variabel seperti listrik, utilitas, dan lainnya berkurang. Bahkan ada beberapa perusahaan yang menerapkan sistem pembayaran per jam atau per hari untuk menghemat pengeluaran.

Dampak Negatif 4 Hari Kerja

dampak 4 hari kerja

Dibalik sisi positif, ada beberapa dampak negatif yang perlu Anda perhatikan sebelum menerapkan sistem 4 hari kerja, diantaranya:

a. Pelanggan Merasa Tidak Puas

Dampak negatif dari penerapan 4 hari kerja adalah pelanggan cenderung merasa tidak puas. Sebab secara otomatis waktu pelayanan pun akan berkurang.

Hal ini bisa menimbulkan banyak komplain dari pelanggan. Untuk menyiasatinya, mungkin Anda bisa menggunakan bantuan AI atau artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk melayani pelanggan.

b. Beban Kerja Meningkat

Dampak menerapkan 4 hari kerja bagi perusahaan lainnya adalah beban kerja yang meningkat. Hal ini bisa terjadi karena menggunakan pendekatan yang salah sehingga sistem kerja tidak berjalan secara efisien.

c. Shift Kerja Menjadi Tidak Teratur

Satu lagi dampak negatif dari penerapan 4 hari kerja adalah shift kerja menjadi tidak teratur atau adanya tumpang tindih. Hal ini terjadi karena jam kerja shift karyawan akan bertambah meskipun ada pemotongan jam kerja. Tentunya hal ini tidak bisa diberlakukan di semua bidang industri dan perusahaan.

Demikianlah penjelasan terkait sistem 4 hari kerja, negara yang menerapkan, tips yang bisa Anda jadikan acuan, dan juga beberapa dampak yang harus Anda pertimbangkan.

Meskipun sistem kerja ini lebih memberikan dampak yang positif bagi karyawan, ada baiknya jika Anda menguji coba dan mengkaji kembali penerapannya sebelum diberlakukan secara tetap.

Jika perusahaan Anda membutuhkan seorang HR untuk membantu mengkaji sistem ini, Anda bisa memasang info lokernya di KitaLulus. Sekarang, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Medan, Gowa, Semarang, dan Surabaya.

Memasang iklan lowongan kerja di KitaLulus gratis, lho! Anda hanya perlu mendaftarkan diri saja. Setelah itu, Anda bisa mendapatkan kandidat dengan kualitas terbaik dengan #LebihMudah bersama KitaLulus!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok