Apa Itu Six Sigma? Ini Metode, Prinsip, Teknik, dan Macam Jabatannya

Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Six sigma adalah– Selain kaizen, six sigma adalah salah satu cara yang digunakan untuk perbaikan dan peningkatan, serta pengendalian kualitas produk secara berkelanjutan.

Hal yang bisa dilihat dari penerapan six sigma adalah adanya peningkatan kualitas produk yang semakin baik dari waktu ke waktu. Six sigma tentu memiliki banyak manfaat bagi pengembangan bisnis Anda.

Tertarik menerapkan six sigma dalam bisnis Anda? Pelajari lebih lanjut tentang apa itu six sigma, metode, teknik, dan macam jabatannya dalam pembahasan KitaLulus kali ini.

BACA JUGA: Memahami Era VUCA, Penerapan, dan Langkah Menghadapinya dalam Bisnis

Apa itu Six Sigma?

Apa itu six sigma

Metode six sigma pertama kali ditemukan oleh Carl Friedrich Gauss, melalui standar pengukuran kurva normalnya. Kemudian di tahun 1920, Walter Shewhart menyebutkan bahwa ada tiga sigma dari rata-rata suatu proses koreksi.

Setelah penemuan tersebut, standar pengukuran ini didukung dengan varian baru. lalu pada tahun 1986, Mikel Harry dan Bill Smith menciptakan istilah six sigma, yang hingga kini dikenal sebagai konsep pembaharuan manajemen dengan mengukur kualitas untuk kemajuan dan kelangsungan bisnis.

Secara garis besar, six sigma adalah sebuah metodologi manajemen yang berfokus untuk meningkatkan kualitas bisnis dan sudah digunakan di berbagai belahan dunia.

Jika diartikan secara kata-kata, six sigma adalah satuan standar deviasi yang dikenal dengan simbol 6σ. Fokus six sigma adalah perbaikan yang dilakukan secara konsisten untuk proses bisnis dan menggunakan pengukuran kualitatif untuk menentukan atau menjadi tanda keberhasilan manajemen.

Umumnya, metode six sigma digunakan oleh para pebisnis untuk analisis keuangan dan manajemen proyek agar bisa menjadi lebih optimal dan lebih baik lagi. Di dalam metode six sigma, ada jabatan yang harus Anda perhatikan. Sebab, jabatan tersebut turut mempengaruhi sumber daya yang dibutuhkan.

Jabatan dalam Six Sigma

Jabatan dalam six sigma

Jabatan dalam six sigma dibutuhkan untuk memastikan peningkatan kualitas yang dilakukan memiliki sumber daya yang dibutuhkan. Hal yang harus Anda perhatikan adalah, penerapan six sigma yang kuat akan menciptakan infrastruktur yang kuat juga.

Berikut beberapa jabatan dalam six sigma yang perlu Anda ketahui:

1. Champion atau Top Management

Jabatan dalam six sigma yang pertama adalah champion atau top management. Orang-orang yang ada di posisi puncak ini memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengatur jalannya bisnis agar bisa menyentuh six sigma.

2. Master Black Belt

Jabatan dalam six sigma selanjutnya adalah master black belt. Umumnya diisi oleh orang-orang yang memiliki keterampilan teknis dan organisasi yang tinggi. Tanggung jawab mereka adalah membawa organisasi menjadi lebih sukses lagi dan untuk meraih six sigma.

3. Black Belt

Black belt merupakan jabatan dalam six sigma yang ketiga. Jabatan ini diisi oleh pemimpin tim yang memiliki tanggung jawab untuk menerapkan six sigma dalam setiap proyek kerjaannya. Para pemimpin ini juga bertugas untuk memberitahukan kepada seluruh timnya terkait cara dan alat yang digunakan dalam six sigma.

4. Green Belt

Salah satu jabatan dalam six sigma adalah green belt. Orang-orang dalam jabatan ini bertanggung jawab untuk menghasilkan proyek departemen dengan fokus menggunakan beragam strategi untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan.

5. Team Members

Selanjutnya ada team members sebagai salah satu jabatan dalam six sigma. Berisi anggota tim yang berpartisipasi dalam suatu proyek kerjaan. Tugas mereka adalah melaksanakan tugas masing-masing sesuai job deskripsi, tentunya dengan menerapkan prinsip six sigma.

6. Yellow, White, and Other Six Sigma Belts

Satu lagi jabatan dalam six sigma adalah yellow, white, and other six sigma belts. Umumnya, orang-orang dalam jabatan ini adalah mereka yang mendapatkan pelatihan dan hanya bertugas sebagai pendukung six sigma. Artinya, mereka tidak diharapkan atau diminta untuk menjadi pemimpin atau menyelesaikan suatu proyek pekerjaan.

BACA JUGA: 4 Strategi Business Development Terbaik Agar Bisnis Berkembang Pesat

Prinsip Six Sigma

Prinsip six sigma

Agar dapat menerapkan metodologi six sigma dengan benar, maka Anda harus mengetahui beberapa prinsip dan metode six sigma yang perlu dilakukan. Hal ini nantinya akan sejalan dengan proses penguasaan praktisi six sigma.

Berikut beberapa prinsip umum dalam six sigma adalah:

  • Fokus utama adalah pelanggan
  • Memahami bagaimana suatu hal dikerjakan
  • Proses kerja mengalir dengan lancar
  • Mengurangi pemborosan
  • Konsentrasi dan fokus pada nilai atau esensi
  • Menghapus variasi produk untuk mengurangi kecacatan dalam produksi
  • Dukungan melalui tim kolaborasi dan libatkan partisipasi dari semua pihak
  • Membangun upaya yang sistematis dan ilmiah
  • Ekosistem yang fleksibel dan responsif

Metode Six Sigma

Pada dasarnya, metode six sigma dibagi menjadi dua, yaitu DMAIC dan DMADV. Kedua metode tersebut bisa digunakan untuk menerapkan six sigma dalam bisnis dan perusahaan Anda.

Berikut penjelasan terkait metode six sigma:

1. DMAIC Six Sigma

Metode six sigma yang pertama adalah DMAIC. Pada dasarnya, DMAIC six sigma adalah sebuah metode yang menggunakan data dengan tujuan untuk mengembangkan produk dan/atau jasa yang sudah ada.

Nantinya pengembangan ini digunakan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Metode DMAIC six sigma ini umumnya digunakan oleh perusahaan yang berada di sektor manufaktur produk atau perusahaan jasa pengiriman atau logistik.

Metode DMAIC six sigma sendiri terdiri dari:

  • Define untuk menentukan masalah, tujuan, dan proses
  • Measure untuk menilai masalah, kinerja yardstick, serta evaluasi sistem pengukuran
  • Analyze untuk menganalisa seberapa efektif dan efisiensi proses yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan
  • Improve untuk mengidentifikasi perbaikan atau mengembangkan proses yang sudah ada
  • Control untuk mengukur kinerja penerapan pada setiap tahapan strategi sebelumnya atau yang sudah dilakukan

2. DMADV Six Sigma

Satu lagi metode six sigma yang bisa Anda gunakan adalah DMADV. Metode ini merupakan cara untuk menciptakan atau membuat ulang proses produksi yang baru. Anda bisa menggunakan metode ini ketika produk yang sudah ada tidak berhasil memuaskan pelanggan.

Teknik Six Sigma

Teknik six sigma

Secara umum, ada delapan teknik six sigma yang perlu dilakukan agar bisa menerapkannya dengan baik. Kedelapan teknik ini digunakan untuk memperbarui sistem produksi perusahaan.

Berikut delapan teknik six sigma yang bisa Anda lakukan:

1. Brainstorming

Teknik six sigma yang paling umum dilaksanakan adalah brainstorming. Teknik ini merupakan proses yang dilakukan bersama dengan melibatkan semua pihak untuk menciptakan atau memunculkan ide baru untuk bisnis.

2. Root Cause Analysis (RCA)

Teknik six sigma berikutnya adalah root cause analysis atau analisis akar masalah. Teknik ini digunakan untuk menemukan penyebab masalah yang nantinya akan dicarikan solusi tepatnya.

3. Suara Pelanggan

Mendengarkan suara pelanggan adalah salah satu teknik six sigma yang bisa Anda terapkan. Dengan adanya suara pelanggan dapat membantu tim untuk mengidentifikasi masalah yang ada. Suara pelanggan sangat penting untuk meningkatkan atau menghilangkan sebuah produk dan/atau jasa.

4. 5R Systems

Poin keempat teknik six sigma adalah 5R systems. 5R yang dimaksud adalah ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin. Kelima hal ini digunakan untuk menghilangkan hal-hal yang tidak perlu dan meminimalisir hambatan yang bisa muncul selama proses produksi berlangsung.

5. Kaizen

Teknik six sigma berikutnya yang cukup populer adalah kaizen.

Teknik kaizen digunakan oleh perusahaan untuk melakukan dan meningkatkan perbaikan secara terus menerus. Hal ini dilakukan dengan meminimalisir biaya yang tidak perlu, meningkatkan kepuasan pelanggan, hingga mengoptimalkan operasional perusahaan.

6. Benchmarking

Poin keenam teknik six sigma adalah benchmarking. Teknik ini digunakan untuk memberi pemahaman terkait peluang bisnis tertentu dalam persaingan yang ketat dengan kompetitor lainnya.

7. Poka-yoke

Teknik six sigma ketujuh adalah poka-yoke, yaitu teknik yang digunakan untuk menghindari potensi kesalahan dan penyusunan strategi. Teknik ini dilakukan dengan memastikan semua kondisi terlihat aman sebelum lanjut ke proses berikutnya.

8. Value Stream Mapping (VSM)

Terakhir, teknik six sigma yang bisa Anda terapkan adalah value stream mapping atau teknik pemetaan aliran nilai.

Teknik VSM memungkinkan Anda untuk membuat gambaran terkait langkah-langkah pada kegiatan operasional produksi. VSM umumnya digunakan pada proses QC atau quality check sebelum produk siap dipasarkan.

Demikianlah penjelasan terkait apa itu six sigma, metode, teknik, dan berbagai jabatan dalam penerapan six sigma perusahaan. Six sigma adalah salah satu metode pengelolaan bisnis paling efektif, jadi silakan dipelajari ya!

Apabila perusahaan Anda membutuhkan karyawan untuk berpartisipasi dalam penerapan six sigma, maka Anda bisa menaruh informasi pekerjaan di KitaLulus. Saat ini, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Medan, Semarang, Surabaya, dan Gowa.

Daftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan kerja di KitaLulus dengan gratis. Dapatkan karyawan berpotensi dan berkualitas untuk perusahaan Anda dengan #LebihMudah, bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd