Pseudocode Adalah: Ciri, Contoh Algoritma, dan Fungsinya

Putri Prima
Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.
pseudocode adalah
Pseudocode Adalah: Ciri, Contoh Algoritma, dan Fungsinya

Apa kamu punya keinginan untuk belajar menulis program? Jika iya, pseudocode adalah salah satu step awal yang perlu kamu pelajari. Meskipun ada kata “code” di dalamnya, tapi ini bukanlah suatu bahasa pemrograman yang sulit. Nggak percaya? Coba yuk lihat penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Pseudocode?

Apa itu pseudocoding

Pseudocode adalah istilah yang berasal dari gabungan dua kata, yaitu kata pseudo yang punya arti semu dan kata code yang berarti kode. Dengan begitu, pseudocode adalah kode semu yang dapat diartikan sebagai deskripsi dari algoritma pemrograman yang dituliskan secara sederhana, bila dibandingkan dengan sintaksis bahasa pemrograman. 

Pseudocode yang digunakan pada penulisan algoritma dapat berupa sembarangan bahasa, namun tetap terstruktur. Tujuannya adalah agar lebih mudah dibaca dan dipahami pembaca awam. Dengan pseudocode kamu bisa menuliskan algoritma dalam bahasa manusia. 

Walau begitu, ia bukanlah bahasa pemrograman, karena sebuah bahasa pemrograman harus memiliki aturan dalam penulisannya. Karena ini pseudocode tidak dikategorikan sebagai bahasa pemrograman.

Fungsinya hanya membantu proses penulisan algoritma saja. Ia bisa membantu kamu mendapatkan gambaran bagaimana alur dari program yang akan dibuat.

Ciri-ciri Pseudocode

Untuk membuat kamu lebih memahami pseudocode, kamu juga harus mengenali ciri-ciri pseudocode, antara lain:

  • Menggunakan pola bahasa Inggris yang sederhana.
  • Tidak memiliki standar aturan tertentu dalam penulisannya.
  • Menggunakan simbol atau sintaksis dari suatu program, seperti ←, <, >, <=, >=, dan sebagainya.
  • Tidak menggunakan diagram melainkan ditulis dalam urutan suatu kejadian atau permasalahan.
  • Berisi langkah-langkah untuk menyelesaikan sebuah masalah, akan tetapi bentuk. masalahnya sedikit berbeda dari algoritma.

Baca juga: 9 Prospek Kerja Sistem Informasi Terbaik dan Nominal Gajinya 2022

Notasi Pseudocode

Ciri ciri pseudocode

Walau tidak punya aturan tertulis, kode ini punya notasi. Notasi-notasi pseudocode yang paling sering digunakan antara lain:

  • INPUT, untuk memasukkan sesuatu, misalnya klik tombol.
  • OUTPUT, menampilkan sesuatu, misalnya pesan yang tampil di layar.
  • WHILE, proses yang terjadi di balik layar.
  • REPEAT x UNTIL y, proses pengulangan x hingga y terjadi.
  • IF a THEN b ELSE c, logika layaknya jika A, maka B, jika tidak maka C.

Notasi-notasi ini tidak bersifat kaku, kamu masih bisa memodifikasinya sesuai kebutuhan.

Fungsi Pseudocode

Tidak hanya membuat manusia lebih paham, pseudocode adalah kode semu juga memiliki fungsi lainnya, antara lain:

  • Menjadi alat dokumentasi.
  • Mempermudah proses penerjemahan menjadi suatu bahasa pemrograman.
  • Dapat digunakan untuk proses menemukan ide tanpa harus memikirkan implementasi.
  • Lebih mudah mengembangkan aplikasi yang sedang dibuat.

Baca juga: Mengenal Web Developer: Tugas, Gaji, Skill yang Dibutuhkan

Tips Menulis Pseudocode

Tips Menulis Pseudocode

Dalam kode semu memang tidak aturan pasti, namun penulisannya tetap harus logis. Untuk itu, ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan. Berikut ini beberapa tips menulis pseudocode:

1. Tulis secara Spesifik dan Konsisten

Penulisan pseudocode adalah harus spesifik dan juga konsisten. Konsisten di sini maksudnya terletak pada penggunaan huruf kapital dan kecil. Misalnya, IF, ELSE, dan THEN. Hal ini dapat membantu kamu agar tidak kebingungan untuk membedakan notasi dan komponen yang dinotasikan.

2. Gunakan Indentasi

Gunakanlah indentasi untuk memudahkan kamu dalam membaca notasi, seperti IF, FOR, dan WHILE. Indentasi ini sangat berpengaruh dalam beberapa bahasa pemrograman seperti bahasa pemrograman Python.

3. Buat dengan Sederhana

Tidak perlu rumit, ingat tujuan penulisan pseudocode adalah untuk memudahkan pemrograman. Buatlah kode semu tetap sederhana untuk memudahkan kamu juga dalam menerjemahkannya menjadi kode program.

Struktur Pseudocode

Sebuah kode semu pada umumnya memiliki tiga bagian penyusunan. Bagian-bagian ini terdiri dari:

1. Judul

Bagian ini digunakan untuk menunjukkan judul dari algoritma yang akan ditulis oleh programmer.

2. Deklarasi

Deklarasi berisi keterangan seperti variabel atau konstanta yang digunakan dalam penulisan algoritma.

3. Implementasi

Implementasi dapat diartikan sebagai inti dari kode semu. Kamu dapat menuliskan segala proses pada bagian ini seperti proses kondisional, (IF/ELSE), perulangan (FOR), atau lainnya.

Baca juga: Software Developer: Tugas, Skill, dan Informasi Gajinya

Contoh Algoritma Pseudocode

Contoh pseudocode

Agar kamu bisa lebih memahami tentang apa itu pseudocode, berikut ini beberapa contoh algoritma pseudocode:

1. Contoh Pseudocode Menemukan Dua Angka Terbesar

BEGIN

  NUMERIC nNum1,nNum2

  DISPLAY “ENTER THE FIRST NUMBER : “

  INPUT nNum1

 

  DISPLAY “ENTER THE SECOND NUMBER : “

  INPUT nNum2

 

  IF nNum1 > nNum2

    DISPLAY nNum1 + ” is larger than “+ nNum2

  ELSE

   DISPLAY nNum2 + ” is larger than ” + nNum1

END

2. Contoh Pseudocode Menemukan Luas Segitiga

begin 

    numeric nLen,nBrd,nAre

    display “ENTER THE LENGTH OF RECTANGLE : “

    accept nLen

    display “ENTER THE BREADTH OF RECTANGLE : “

    accept nBrd

    nAre=nLen*nBrd

    display “AREA OF RECTANGLE : ” nAre

end

3. Contoh Pseudocode Menemukan Keliling Lingkaran

begin

    numeric nRad,nCir

    display “ENTER THE RADIUS OF CIRCLE : “

    accept nRad

    nCir=2*nRad*22/7

    display “CIRCUMFERENCE OF CIRCLE : ” nCir

end

Bagaimana, sekarang kamu sudah paham kan tentang apa itu pseudocode? Dengan mengetahui ini, semoga bisa menambah skill kamu untuk menjadi programmer andal.

Jika kamu ingin menjadi programmer, kamu bisa menemukan lowongannya di aplikasi KitaLulus. Di sana ada banyak lowongan kerja programmer yang menanti. Selain bisa menemukan pekerjaan, kamu juga bisa bergabung ke komunitas menarik lho di sana.

Yuk, download aplikasi KitLulus sekarang dan kejar profesi impianmu di bidang IT dengan #LebihMudah!

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top