Yes! UMR Semarang 2022 Naik, Jadi yang Tertinggi Se-Jawa Tengah, Sudah Tahu?

Isi Artikel

Ada kabar gembira untuk kamu yang punya rencana untuk pindah kerja atau sedang cari kerja di Semarang. Pemprov Jawa Tengah telah memutuskan UMR Semarang 2022 mengalami kenaikan. 

Yang lebih menggembirakan lagi, penetapan kenaikan ini juga  menyertakan aturan wajib bagi perusahaan yang diperuntukan bagi pekerja yang sudah lebih dari satu tahun. Dengan begitu, maka para pekerja pun menjadi punya ketetapan hukum yang dilindungi pemerintah. Berapa UMR Semarang 2022 yang sudah ditetapkan? Simak di bawah ini!


Berapa UMR Semarang 2022?

UMR Semarang 2022 sudah ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.561/39 tentang Upah Minimum pada 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 yang ditetapkan pada 20 November 2021 lalu. 

Dalam surat keputusan tersebut, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah memutuskan untuk menaikan UMP Jawa Tengah sebesar 0,78% dari tahun sebelumnya atau ditetapkan sebesar Rp1.812.935.

Sedangkan, untuk daerah lainnya juga mengalami kenaikan yang beragam, seperti daerah Semarang. 

Dalam surat keputusan tersebut diketahui bahwa UMR Semarang 2022 adalah sebesar Rp2.835.021,29 untuk tingkat kota. Jumlah ini sendiri mengalami kenaikan  sebesar 0,89 persen atau Rp24.996 dari UMR Semarang 2021

Sementara untuk UMR Kabupaten Semarang 2022 mengalami kenaikan yang lebih besar dari kota Semarang yaitu sebesar Rp82.000, maka UMR Kabupaten Semarang 2022 adalah sebesar Rp2.311.254,15.

Dengan kenaikan ini, UMR Kota Semarang 2022 menjadi yang tertinggi se-Jawa Tengah seperti tahun sebelumnya. 


Usul Serikat Pekerja Terkait UMR Semarang 2022 dan Jawa Tengah

Sebelum resmi ditetapkan oleh Pemprov, sebelumnya para serikat pekerja di Jawa Tengah mengajukan usulan upah minimum 2022. Berbeda dengan pemerintah, penentuan upah yang diajukan serikat buruh dihitung dengan rumusan kebutuhan sehari-hari. 

Dalam usulannya, serikat pekerja mengajukan UMR 2022 sebesar Rp3.397.623,99. Angka tersebut diperoleh dari kebutuhan hidup layak (KLH) 2021 ditambah dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Perhitungan UMK versi serikat pekerja ini berdasarkan UU no.13 tahun 2003. Sedangkan PP No 36/2021, yang jadi acuan pemerintah  ditiadakan. 

Untuk mengetahui KLH, para buruh telah melakukan survei di tiga pasar yaitu Pasar Jatingaleh, Pasar Mangkang, dan Pasar Langgar. Kemudian, angka KHL diformulasikan dengan angka pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi dan didapatkan kenaikan sebesar 17 persen dari UMK 2021.


BACA JUGA: Daftar Provinsi yang Mengalami Kenaikan UMP 2022


Ketentuan UMR Semarang 2022

UMR Semarang 2022 serta seluruh daerah di Jawa Tengah sudah diputuskan.  Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan. Dan juga sesuai dengan Menteri Ketenagakerjaan RI kepada para Gubernur se-Indonesia No B-M/383/HI.01.00/XI/2021 tanggal 9 November 2021, tentang Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan dalam Penetapan Upah Minimum Tahun 2022.

UMR Semarang 2022 ini dijelaskan Ganjar hanyalah berlaku untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

"UMP sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun," ujar Ganjar.

Sementara untuk pekerja yang punya masa kerja lebih satu tahun memiliki ketentuan gaji yang berbeda. Agar tercipta keadilan dan penghargaan atas pengabdiannya kepada perusahaan.

Seperti yang tertuang dalam SK diktum keempat. Di mana kenaikan gaji dilakukan melalui penghitungan Struktur dan Skala Upah (SUSU) dibuat dengan memperhatikan minimal inflasi sebesar 1,28 persen dan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 0,97 persen.

Sebagai contoh penerapan SUSU di Kota Semarang untuk pekerja dengan masa kerja lebih dari satu tahun. Maka minimal mendapatkan kenaikan upah kurang lebih Rp63.787,98.

“Ketetapan tentang kewajiban perusahaan, membuat struktur skala upah kita cantumkan dalam SK, agar menjadi perhatian semuanya,” kata Ganjar, dikutip dari keterangan Kompas.con.

Ganjar juga mengingatkan bagi perusahaan yang tidak terdampak COVID-19, diharuskan menaikan upah di atas angka tersebut.  Perusahaan pun menyatakan telah sanggup memberikan kenaikan upah lebih dari 10 persen bahkan 15 persen.

Untuk menjamin hak para pekerja dengan masa kerja lebih dari satu tahun, Pemprov Jateng juga sudah  mengeluarkan Surat Edaran No. 561/0016770 tentang Struktur dan Skala Upah di Perusahaan Tahun 2022.

Surat edaran yang ditujukan kepada bupati/walikota dan pimpinan perusahaan se Jawa Tengah ini memberikan beberapa instruksi yang wajib dijalani. Bagi para bupati atau walikota harus memastikan perusahaan menyusun SUSU, dengan menugaskan dinas tenaga kerja melakukan pendampingan dan pemantauan. 

Sedangkan dari sisi pengusaha diwajibkan menyampaikan hasil penyusunan SUSU kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah dinas yang membidangi ketenagakerjaan Kabupaten/Kota.  Perusahaan wajib menyerahkannya paling lambat 31 Desember 2021 dalam bentuk surat pernyataan.

Keputusan UMR Semarang 2022 ini resmi berlaku pada 1 Januari 2022.  Pemprov pun memberikan sanksi tegas untuk perusahaan yang tidak melaksanakan upah minimum dan tidak menyusun struktur dan skala upah sesuai peraturan perundangan yang berlaku.


Setelah tahu informasi tentang UMR Semarang 2022 di atas, apakah minatmu berkarir di Kota Atlas ini semakin besar? Jika jawabannya ya, KitaLulus siap bantu perjuanganmu mencari kerja! Cukup kunjungi platform lowongan kerja KitaLulus sekarang dan tentukan pilihan karir yang kamu suka!

Dapatkan konten Kitalulus

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.

Ikuti BangLulus di sosial media

KitaLulus on Facebookinstagram kitalulusTiktok
Close Pop up
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!

Close Pop up

Bagaimana kepuasan anda dengan konten kami?

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.