Apa Itu Inbound Marketing? Ini Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

Cara menerapkan strategi inbound marketing
Isi Artikel

Inbound marketingSaat ini, dunia digital marketing sudah merajalela hampir semua bentuk kegiatan pemasaran. Salah satunya adalah inbound marketing yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan.

Dari dunia digital tersebut, Anda bisa menggunakan inbound marketing untuk strategi pemasaran. Seperti yang kita ketahui, strategi pemasaran merupakan salah satu hal terpenting untuk kelangsungan bisnis Anda.

Pahami lebih lanjut mengenai pengertian inbound marketing, tujuan dan manfaatnya, strategi yang digunakan, hingga perbedaannya dengan outbound marketing, di bawah ini.

BACA JUGA: 3 Cara Menentukan Unique Selling Point (USP) dan Contohnya

Apa Itu Inbound Marketing?

Inbound marketing adalah

Seperti yang disebutkan sebelumnya, inbound marketing memudahkan Anda untuk mendapatkan banyak pelanggan. Metode ini banyak digunakan perusahaan untuk mendekatkan diri ke calon pelanggan. Tapi, apa sebenarnya pengertian dari inbound marketing ini?

Pemasaran ke dalam atau inbound marketing adalah sebuah teknik yang digunakan untuk menarik, melibatkan, dan sekaligus memuaskan pelanggan. Artinya, fokus dari metode ini adalah pelanggan yang Anda miliki. Bentuk pemasaran atau konten promosi dibalut dalam konten yang menarik dan bisa bermanfaat untuk pelanggan.

Dilansir dari laman Hubspot, inbound marketing adalah metode bisnis yang menarik pelanggan dengan membuat konten dan pengalaman berharga sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Sederhananya, inbound marketing adalah metode pemasaran yang memiliki tujuan untuk membantu calon pelanggan dalam menemukan bisnis Anda. Agar calon pelanggan tertarik, Anda harus bisa membuat konten yang bisa menarik perhatian mereka.

Secara tidak langsung, metode ini dibuat untuk memenuhi apa yang pelanggan butuhkan. Bahkan dari segi biaya yang dikeluarkan pun lebih efektif dan terjangkau. Hasilnya? Anda bisa mendapatkan calon pelanggan dalam jumlah banyak dan loyal.

Strategi Inbound Marketing

Strategi inbound marketing

Lalu bagaimana caranya membuat calon pelanggan bisa menemukan bisnis Anda dengan sendirinya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda membutuhkan hal yang dinamakan strategi inbound marketing.

Pada dasarnya, ada tiga strategi inbound marketing yang bisa Anda lakukan dilansir dari laman Hubspot, yaitu attracting, engaging, dan delighting. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Attracting

Strategi inbound marketing yang pertama adalah attracting atau menarik perhatian. Dalam hal ini, Anda perlu membuat dan mengembangkan konten yang dimiliki. Artinya, untuk bisa menjangkau pelanggan, Anda bisa mulai dengan membuat dan menerbitkan konten yang menarik mereka.

Misalnya, membuat konten di blog, sosial media, atau jenis penawaran konten lainnya yang memiliki nilai dan manfaat untuk pelanggan. Sebagai contoh, Anda bisa membuat konten tentang bagaimana cara menggunakan produk Anda, informasi mengenai solusi Anda untuk mengatasi masalah pelanggan, hingga pemberian promosi.

Caranya? Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan dan menggunakan strategi SEO yang mengharuskan Anda untuk menargetkan satu atau beberapa kata kunci dan kata-kata spesifik terkait produk dan/atau jasa yang Anda pasarkan.

Sehingga hal ini bisa lebih memudahkan pelanggan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang mereka miliki. Bahkan target pasar Anda bisa sesuai dengan sasaran yang diinginkan.

2. Engaging

Strategi inbound marketing yang kedua adalah engaging atau meyakinkan hati pelanggan. Ketika Anda menggunakan metode pemasaran ini, hal yang harus diperhatikan adalah membangun komunikasi jangka panjang dengan pelanggan.

Artinya, Anda harus memastikan bahwa, produk dan/atau jasa yang dipasarkan bisa menjadi solusi atas permasalahan pelanggan. Dalam hal ini, Anda juga bisa memasukan informasi tentang nilai dan manfaat yang diberikan dari produk dan/atau jasa Anda kepada pelanggan.

Caranya? Anda bisa fokus pada cara Anda atau perusahaan dalam memberikan pelayanan pelanggan. Pastikan apa yang Anda jual bisa menjadi solusi permasalahan mereka. Sehingga kedua belah pihak (Anda dan pelanggan) bisa saling menguntungkan. Artinya, Anda memberikan nilai yang tepat untuk pelanggan yang tepat.

3. Delighting

Strategi terakhir dari inbound marketing adalah delighting atau menyenangkan pelanggan. Artinya dalam hal ini, Anda harus memastikan bahwa produk dan/atau jasa yang dibeli oleh pelanggan bisa membuat mereka senang, puas, dan terbantu selama melakukan transaksi.

Untuk mengetahui apa yang membuat mereka senang, Anda bisa melakukan survey dan menggunakan fitur chatbot untuk mempermudah hal tersebut. Kedua hal ini harus dilakukan dalam waktu dan cara yang tepat agar membuat mereka merasa dihargai oleh Anda.

Salah satu contoh inbound marketing untuk strategi ini adalah melakukan kegiatan after sales. Anda bisa menanyakan terkait kepuasan pelanggan setelah membeli atau menggunakan produk dan/jasa Anda. Selain mendapatkan feedback yang bagus, data ini bisa Anda jadikan untuk bahan evaluasi di masa mendatang.

Tujuan dan Manfaat Inbound Marketing

Tujuan inbound marketing

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa, metode ini bisa membuat Anda mendapatkan banyak pelanggan. Tentu dari pengertian ini Anda sudah bisa memahami tujuan inbound marketing, bukan?

Pada dasarnya, tujuan inbound marketing adalah untuk membangun dan menciptakan brand awareness kepada calon pelanggan. Sehingga bisa membuat mereka menjadi suka dengan produk dan/atau jasa yang ditawarkan.

Selain itu, tujuan inbound marketing juga untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan prospeknya di masa mendatang. Artinya, Anda harus bisa menghargai dan memberdayakan setiap sumber daya manusia yang ada untuk bisa mencapai tujuan bisnis.

Lalu, ada lima manfaat inbound marketing yang bisa Anda rasakan, antara lain:

1. Prospek yang Berkualitas

Manfaat inbound marketing yang pertama adalah prospek yang berkualitas. Tahukah Anda bahwa, metode ini bisa membantu Anda membedakan mana pelanggan yang membeli berdasarkan kebutuhan dan minatnya saja?

Hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan dari inbound marketing. Sehingga nantinya Anda bisa mendapatkan peluang bisnis yang lebih baik lagi dengan penawaran yang menjanjikan.

2. Biaya Terjangkau

Seperti yang disebutkan di atas, biaya yang dikeluarkan untuk metode ini lebih efektif dan terjangkau. Sebab, Anda hanya perlu mengalokasikan dana untuk riset target pasar, pemasaran sosial media, optimasi SEO, hingga pembuatan konten yang diperlukan untuk promosi.

Hasilnya? Selain Anda bisa mendapatkan target sesuai sasaran yang diinginkan, di sisi lain Anda juga bisa menghemat anggaran biaya pengeluaran untuk kegiatan pemasaran. Bahkan Anda bisa mendapatkan ROI (return of investment) dengan cepat.

3. Hubungan Jangka Panjang

Manfaat inbound marketing selanjutnya adalah bisa membangun hubungan jangka panjang. Hal ini bisa didapatkan jika ada pelanggan setia yang selalu mengikuti pemberitahuan bisnis Anda. Mulai dari sosial media hingga berlangganan newsletter.

Bentuk loyalitas inilah yang bisa menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Hal ini juga harus didukung dengan pemberian konten yang menarik, promosi menarik, hingga bentuk penawaran lainnya untuk tetap menjaga kesetiaan mereka.

4. Membangun Kepercayaan

Selain bisa membangun brand awareness dan kredibilitas perusahaan, manfaat inbound marketing yang bisa Anda rasakan adalah membangun kepercayaan pelanggan. Hal ini tentu menjadikan produk dan/atau jasa yang Anda pasarkan diakui oleh pelanggan.

Sehingga bisa memberikan Anda kesempatan untuk bersaing dengan brand besar sejenis lainnya di pasar industri. Untuk bisa membangu kepercayaan ini diperlukan konsistensi dan kesabaran dalam membangun reputasi di mata pelanggan.

5. Memberikan Nilai

Satu lagi manfaat inbound marketing adalah bisa memberikan nilai. Perlu diketahui bahwa, metode ini memungkinkan Anda untuk memahami dan menganalisis perilaku pelanggan.

Sehingga bisa mendorong Anda untuk terus berinovasi memberikan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Terutama untuk menjawab setiap masalah yang dialami pelanggan.

BACA JUGA: Bauran Pemasaran 7P dan 4P, Apa Bedanya? Simak Pengertian dan Contoh Strateginya

Perbedaan Inbound dan Outbound Marketing

Perbedaan inbound dan outbound marketing

Ada pemasaran ke dalam atau inbound marketing, tentu ada pemasaran keluar atau outbound marketing. Selengkapnya tentang perbedaan inbound dan outbound marketing adalah sebagai berikut:

1. Pendekatan

Perbedaan inbound dan outbound yang pertama berdasarkan pendekatan yang dilakukan. Pendekatan inbound marketing bisa dikatakan lebih halus. Sebab konten promosi yang dibuat memang bertujuan untuk menarik calon pelanggan.

Sedangkan pendekatan outbound marketing terkesan lebih agresif. Karena metode ini bertujuan untuk menjangkau siapapun, baik itu calon pelanggan atau bukan. Sehingga terkadang target pelanggannya belum sesuai pemasaran.

2. Interaksi

Interaksi dengan pelanggan menjadi perbedaan inbound dan outbound yang kedua. Interaksi yang dilakukan di inbound marketing adalah komunikasi dua arah. Sehingga Anda bisa mengetahui apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pelanggan.

Sedangkan interaksi outbound marketing hanya satu arah saja. Sehingga kegiatan pemasaran yang dilakukan pun lebih menjurus ke hard selling. Seperti iklan, mengirim email ke daftar pelanggan, hingga melakukan panggilan kepada pelanggan.

3. Media Pemasaran

Satu lagi perbedaan inbound dan outbound bisa dilihat dari media pemasaran yang digunakan. Inbound marketing lebih sering menggunakan media online untuk melakukan pemasaran. Sedangkan outbound marketing menggunakan media offline untuk kegiatan pemasarannya.

Contoh Inbound Marketing

Contoh inbound marketing

Dari semua penjelasan di atas, sudah bisa dipastikan bahwa bentuk konten dari inbound marketing menggunakan media online semua. Tentu semua ini beriringan dengan tren digital marketing yang sedang populer.

Berikut beberapa contoh inbound marketing yang digunakan perusahaan pada umumnya:

  • Blog
  • Website
  • Sosial media
  • E-book
  • SEO
  • Email marketing atau newsletter
  • Social listening
  • Webinar

Dan beberapa hal lainnya yang terkait dengan digital marketing dan pemasaran online.

Demikianlah penjelasan terkait pengertian inbound marketing, strategi yang digunakan, tujuan dan manfaatnya, perbedaannya dengan outbound marketing, dan beberapa contoh yang umumnya digunakan.

Tanpa disadari, kemajuan teknologi dan perubahan perilaku pelanggan secara tidak langsung ikut merubah strategi pemasaran yang digunakan. Agar bisnis Anda bisa tetap bertahan dalam ketatnya persaingan ini, maka Anda juga harus menggunakan metode pemasaran terkini. Salah satunya inbound marketing.

Apabila perusahaan Anda membutuhkan seseorang untuk mengurus digital marketing perusahaan, Anda bisa menaruh lowongannya di KitaLulus. Kini KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Gowa, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Cukup dengan mendaftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan kerja secara gratis di KitaLulus. Dapatkan kandidat terbaik di bidangnya dengan #LebihMudah bersama KitaLulus!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok