3 Cara Menentukan Unique Selling Point (USP) dan Contohnya

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

Cara menentukan unique selling point
Isi Artikel

Unique selling point adalah– Dalam dunia bisnis, adanya persaingan sudah menjadi makanan sehari-hari. Tentunya sebagai pebisnis, Anda harus memikirkan cara atau pembeda produk dengan kompetitor. Unique selling point adalah salah satu jawabannya.

Sering kali pelanggan merasa bingung dengan banyaknya pilihan produk di pasar. Bahkan untuk satu jenis kebutuhan saja, ada banyak pilihan produk. Unique selling point adalah cara Anda untuk menunjukkan keunggulan dari produk yang dipasarkan.

Ketahui lebih lanjut terkait pengertian unique selling point, contohnya, manfaat dan tujuannya, cara menentukan, hingga perbedaannya dengan emotional selling point, di bawah ini.

BACA JUGA: Bauran Pemasaran 7P dan 4P, Apa Bedanya? Simak Pengertian dan Contoh Strateginya

Apa Itu Unique Selling Point?

Apa itu unique selling point usp

Adanya unique selling point atau USP berperan penting dalam kelangsungan bisnis perusahaan. Hal ini sangat penting untuk branding produk dan menentukan posisi Anda di pasar industri. Tapi, apa itu unique selling point?

Unique selling point adalah salah satu cara untuk menunjukkan keunggulan dari produk yang dipasarkan. Cara ini dilakukan agar produk yang Anda jual memiliki perbedaan atau keunikan tersendiri dibandingkan dengan produk kompetitor.

Unique selling point adalah bagian dari strategi pemasaran. USP yang kuat bisa membantu untuk implementasi strategi pemasaran dengan efektif dan optimal melalui branding, copywriting, dan keputusan lainnya.

Akan tetapi, menjadi unik saja belum tentu cukup untuk menarik perhatian pelanggan. Anda bisa memulai dengan mencari apa yang bisa membuat produk yang dipasarkan berbeda dengan produk kompetitor.

Jika Anda sudah menemukan USP yang tepat, maka pelanggan akan tertarik untuk mencoba atau membeli produk yang dipasarkan. Jika tidak, maka akan ada kemungkinan bahwa, produk Anda tidak dapat atau gagal bersaing di pasar.

Tujuan dan Manfaat USP

Tujuan dan manfaat USP

Selain menentukan brand positioning, USP juga bisa membantu Anda untuk menjawab masalah pelanggan.

Jika disederhanakan, tujuan USP adalah sebagai faktor pembeda merek di tengah ketatnya persaingan pasar. Selain itu, USP juga bisa mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan memberikan hal yang berbeda dengan produk kompetitor.

Hal ini dilakukan agar pelanggan bisa langsung mengenali produk Anda. Tujuan USP lainnya adalah untuk mempengaruhi keputusan pelanggan dalam melakukan pembelian. Agar mereka memilih dan membeli produk yang Anda pasarkan.

Lalu, apa manfaat USP? Berikut daftar lengkapnya:

1. Sebagai Pembeda Produk

Manfaat USP yang pertama adalah sebagai pembeda produk dengan kompetitor. Artinya, Anda harus menyajikan sesuatu yang unik, berkualitas, penuh gaya, pelayanan terbaik, hingga citra positif dari brand produk Anda.

2. Meningkatkan Pendapatan

Manfaat USP selanjutnya adalah bisa meningkatkan pendapatan. Ketika USP produk Anda berhasil, hal ini bisa membuat pelanggan beralih dan memilih produk Anda. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan bisnis Anda.

3. Menciptakan Loyalitas Pelanggan

Jika USP yang Anda gunakan berhasil, hal ini bisa menciptakan loyalitas pelanggan. Mengapa? Sebab mereka akan merasa tertarik untuk membeli produk Anda kesekian kalinya di masa mendatang. Sehingga secara tidak langsung juga bisa menciptakan citra positif terkait produk Anda.

4. Penjualan Menjadi Lebih Praktis

Satu lagi manfaat USP adalah membuat penjualan menjadi lebih praktis. Hal ini bisa dilakukan ketika USP dari produk Anda sudah jelas. Sehingga divisi penjualan bisa menawarkan nilai jual dan nilai unik dari produk kepada pelanggan secara persuasif.

BACA JUGA: Apa Itu STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dalam Bisnis? Ini Contoh dan Cara Analisisnya

Cara Menentukan USP Produk

Cara menentukan USP produk

Cara menentukan unique selling point untuk produk Anda tidaklah susah. Selengkapnya tentang cara membuat USP adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui Kebutuhan Pelanggan

Cara menentukan USP yang pertama adalah dengan mengetahui kebutuhan pelanggan. Dari banyaknya pilihan produk yang ada di pasar, pelanggan pasti masih mencari produk mana yang bisa mengatasi permasalahan mereka.

Anda bisa melakukan survey atau memberikan pertanyaan terbuka melalui diskusi grup untuk mengetahui hal tersebut. Minta pelanggan untuk memberikan jawaban yang mendetail. Sehingga Anda bisa mengetahui dengan jelas apa yang dibutuhkan oleh pelanggan.

Misalnya, dari semua produk kebersihan rumah tangga, pelanggan mencari produk yang bisa membersihkan secara cepat dan langsung tanpa membuat tangan terasa panas. Maka Anda bisa melakukan inovasi produk Anda dengan memberikan apa yang pelanggan butuhkan.

2. Ketahui Motivasi Pelanggan

Cara menentukan USP yang kedua adalah dengan mengetahui motivasi pelanggan. Umumnya, ketika membeli sebuah produk, pelanggan memiliki motivasi tersendiri. Untuk mengetahuinya, Anda bisa memperhatikan karakteristik pelanggan.

Seperti jenis kelamin, umur, status pekerjaan, produk yang paling sering dibeli, hingga pendapatan mereka. Dengan begitu Anda bisa melakukan analisis terkait data tersebut dan mengetahui apa yang menjadi motivasi pelanggan saat membeli produk Anda.

3. Bandingkan Produk Anda dengan Kompetitor

Satu lagi cara menentukan USP adalah dengan membandingkan produk Anda dengan kompetitor. Cara ini dilakukan untuk bisa mencari kelebihan dan kekurangan dari setiap produk. Sehingga Anda bisa menentukan USP yang tepat.

Cara untuk mengetahui kompetitor unique selling point adalah dengan membeli produk mereka, cari tahu sistem penjualan yang dilakukan, hingga seluruh aspek atau faktor penjualan lainnya. Selanjutnya, jadikan data tersebut untuk menentukan unique selling point produk Anda.

Perbedaan USP dan ESP

Perbedaan unique selling point dan emotional selling point

Di dunia pemasaran, ada unique selling point dan ada juga emotional selling point. Lalu apa perbedaan dari kedua strategi ini? Sebelum kita membahasnya, mari kita simak penjelasan singkat mengenai emotional selling point atau ESP.

Emotional selling point atau ESP adalah sebuah strategi yang dilakukan untuk menghubungkan brand dengan emosi pelanggan. Strategi pendekatan ini diklaim lebih efektif dibandingkan memberikan harga rendah pada produk yang akan dipasarkan.

Tujuan ESP adalah untuk mendekati emosional pelanggan dan mengaitkannya dengan brand produk Anda. Sehingga nantinya bisa terbentuk ikatan yang cukup kuat dan bisa membangun hubungan dengan pelanggan.

Dari penjelasan diatas, maka sudah sangat jelas mengenai perbedaan unique selling point dan emotional selling point bukan? Jika USP mengedepankan keunggulan dan keunikan produk, maka ESP mengedepankan ikatan emosional produk dengan pelanggan.

Perbedaan USP dan ESP selanjutnya juga bisa dilihat dari cara pendekatan atau cara penentuannya. USP lebih fokus pada apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Sedangkan ESP fokus pada isu-isu yang bisa mendekatkan brand dengan pelanggan.

Contoh USP Berbagai Produk

Dari semua penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami mengenai unique selling point? Jika dirasa masih kurang, mari kita jabarkan beberapa contoh USP dari brand ternama di dunia:

1. Spotify

Contoh USP yang pertama adalah Spotify. Tahukah Anda bahwa, saat ini ada lebih dari 200 juta pengguna aktif di platform musik online ini? Meskipun kini banyak kompetitor, unique selling point dari Spotify tetap menjadi yang nomor satu di hati penggemarnya.

Unique selling point Spotify adalah penyesuaian dan pengetahuan musik yang dilakukan berdasarkan algoritma dari pendengarnya. Bukan berdasarkan playlist yang dibuat oleh beberapa komunitas di platform tersebut.

Tidak hanya itu, Spotify juga memberikan kemudahan dan legalitas dalam mengakses jutaan lagu dari setiap era dan bahasa, dimanapun dan kapanpun yang Anda mau. Hal inilah yang menjadikan unique selling point dari Spotify.

2. McDonalds

Contoh USP yang kedua adalah McDonalds. Salah satu restoran cepat saji terbesar dan ternama di dunia ini memiliki unique selling point seperti kualitas makanan, pelayanan yang diberikan, kebersihan restoran, hingga value for money.

Dalam hal ini, McDonalds fokus untuk menyediakan produk makanan dengan kualitas tinggi, cepat, pelayanan yang ramah dan memuaskan, lingkungan makan yang bersih, hingga harga terjangkau untuk setiap produknya.

3. Apple

Contoh USP yang ketiga adalah Apple. Meskipun harga jual dari brand ini tidaklah murah, pelanggan tetap ingin membelinya. Mengapa? Sebab pesan yang disampaikan melalui USP berhasil sampai di benak pelanggan.

Unique selling point dari Apple adalah desainnya yang minimalis, sederhana, simpel, dan bersih. Selain itu, brand dengan logo buah apel tergigit ini juga memiliki sistem operasional sendiri yang menjadikannya beda dengan kompetitor lainnya.

USP ini juga digunakan Apple sebagai identitas produk dan branding kepada pelanggannya. Sehingga kini, Apple berhasil menjadi ikon dari “barang elektronik yang mewah”.

Demikianlah penjelasan terkait pengertian unique selling point, tujuan, hingga contoh USP berbagai produk ternama dunia.

Unique selling point adalah hal penting untuk kelangsungan bisnis Anda. Salah satu alasannya karena USP bisa menjadi pembeda produk Anda dengan produk kompetitor yang bisa membantu untuk meningkatkan pendapatan bisnis Anda.

Selain dari produk, Anda juga bisa menunjukan unique selling point perusahaan kepada para pencari kerja. Pasangkan iklan lowongan kerja di perusahaan Anda bersama KitaLulus, yang kini sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Gowa, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Cukup dengan mendaftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan kerja secara gratis di KitaLulus. Dapatkan kandidat terbaik di bidangnya dengan #LebihMudah bersama KitaLulus!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok