Equipment Adalah: Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya dengan Supplies

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Equipment adalah -  Equipment adalah daftar dari barang-barang yang Anda butuhkan untuk membangun sebuah kantor atau perusahaan. Kebutuhan dasar akan equipment yang tepat adalah hal yang harus Anda perhatikan.

Pada dasarnya, equipment adalah salah satu aset bisnis yang bersifat tangible atau berwujud. Namun, dewasa ini banyak orang yang menyamakan equipment dengan supplies.

Di pembahasan kali ini, KitaLulus akan membahas pengertian tentang equipment yang sering disamakan dengan supplies, dan hal-hal lainnya yang perlu Anda ketahui, di bawah ini.

BACA JUGA: 9 Cara Mengoptimalkan Biaya Produksi Perusahaan Agar Makin Efisien

Equipment Adalah

equipment adalah

Jika diartikan secara bahasa, equipment adalah peralatan atau barang penting yang digunakan untuk tujuan tertentu. Namun dalam ilmu akuntansi, istilah equipment adalah sejumlah barang yang digunakan perusahaan secara optimal untuk membantu mereka menjalankan kegiatan operasionalnya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, equipment adalah salah satu aset bisnis yang bersifat tangible atau berwujud yang memiliki umur panjang dalam penggunaannya. Setidaknya selama satu tahun atau lebih. Hal inilah yang membuat equipment turut dicatat dalam laporan keuangan perusahaan. Umumnya, jenis dan bentuk equipment yang dibutuhkan oleh perusahaan itu berbeda-beda, tergantung dari jenis bisnis yang dikelola. Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang tekstil akan memiliki equipment yang berbeda dengan perusahaan yang bergerak di bidang makanan.

Pembagian Equipment

jenis equipment

Berdasarkan jenis dan manfaat yang digunakan oleh perusahaan, equipment dibagi lagi menjadi equipment besar, dan equipment kecil. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Equipment Besar

Di perusahaan, equipment besar merupakan bentuk aset bisnis yang bisa memberikan keuntungan besar dan juga bisa dijual kembali di masa mendatang. Bentuk equipment perusahaan satu dengan yang lainnya tidaklah sama.

Namun secara umum, contoh dari equipment besar adalah gedung, kendaraan besar (bulldozer dan yang lainnya), alat produksi, gudang, furniture, dan lainnya.

Semua aset yang termasuk dalam equipment besar ini akan dicatat sebagai aktiva tetap pada laporan keuangan. Akan tetapi, semakin berjalannya waktu, nilai dari semua peralatan besar ini bisa menyusut. Artinya, nilai jualnya akan berkurang di masa mendatang.

2. Equipment Kecil

Sesuai namanya, equipment kecil adalah barang-barang yang menunjang kegiatan operasional perusahaan, namun berukuran lebih kecil dan cenderung mudah untuk digunakan. Misalnya saja seperti pulpen, buku catatan, kotak penyimpanan barang di meja, kalkulator, dan sebagainya.

Equipment kecil ini juga termasuk pada aset bisnis dan harus dicatat di laporan keuangan sebagai aktiva tetap. Sama seperti peralatan besar, nilai peralatan kecil ini bisa menyusut seiring waktu.

3. Nilai Barang

nilai barang

Untuk membantu kegiatan yang dilakukan sehari-hari, kita membutuhkan barang-barang tertentu. Namun bukan sembarang barang, melainkan yang memiliki nilai dan dapat memuaskan penggunanya.

BACA JUGA: 14 Jenis Anggaran Perusahaan, Tujuan, dan Contohnya

Jika Anda masih mengingat pelajaran ekonomi, disebutkan bahwa nilai barang dibagi menjadi dua. Yaitu nilai pakai dan nilai tukar. Begitu pula dengan equipment perusahaan. Selain untuk membantu kegiatan operasional, peralatan yang digunakan harus memiliki nilai barang.

1. Nilai Pakai

Nilai pakai pada equipment adalah yang bisa memenuhi kebutuhan kegiatan operasional sehari-hari. Umumnya, ada dua jenis nilai pakai, yaitu:

  • Nilai pakai objektif: merujuk pada kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
  • Nilai pakai subjektif: merujuk pada penilaian seseorang terhadap kemampuan barang yang digunakan

2. Nilai Tukar

Nilai tukar pada equipment adalah kegunaan barang yang nantinya bisa ditukarkan dengan barang lain di pasar. Sama seperti nilai pakai, nilai tukar juga ada dua jenis. Yaitu:

  • Nilai tukar objektif: merujuk pada kegunaan barang yang bisa ditukar dengan barang lain
  • Nilai tukar subjektif: merujuk pada penilaian seseorang ketika barang tertentu akan atau sudah ditukarkan dengan lainnya

Selanjutnya, Anda juga harus memperhatikan umur ekonomis suatu barang. Umur ekonomis pada equipment adalah seberapa lama barang tersebut bisa bertahan. Umumnya umur ekonomis dari equipment adalah satu tahun atau lebih. 

Artinya, barang yang memiliki umur lebih dari satu tahun bisa dikatakan sebagai aset bisnis. Namun, untuk yang kurang dari setahun akan dimasukan ke kategori biaya pengeluaran.

Fungsi Barang

fungsi barang

Dalam ilmu ekonomi, fungsi barang disebut juga dengan nilai guna. Semakin besar kepuasan terhadap suatu barang, maka semakin besar juga nilai dari barang tersebut. Sejatinya, ada dua jenis barang yang dibagi berdasarkan fungsinya. Yaitu:

1. Barang Konsumsi

Merupakan jenis barang yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada barang yang bisa digunakan hanya sekali pakai, dan ada pula barang yang bisa digunakan berkali-kali. Equipment adalah barang yang bisa digunakan berkali-kali. Sebab penggunaannya cenderung untuk jangka panjang walaupun mengalami penyusutan.

2. Barang Produksi

Berfungsi untuk menambah nilai guna dari suatu barang. Jika dikaitkan dengan bisnis, maka barang produksi adalah barang yang dibuat untuk memenuhi permintaan pasar. Salah satu ciri-ciri dari fungsi barang ini adalah untuk memenuhi kebutuhan perkembangan zaman dan teknologi. Barang produksi yang termasuk pada equipment adalah komputer, mesin produksi canggih terbaru, dan lainnya.

Perbedaan Equipment dan Supplies

perbedaan equipment dan supplies

Disebutkan sebelumnya bahwa banyak orang menganggap equipment adalah supplies. Meskipun secara arti keduanya sama, ada beberapa perbedaan yang mendasar, yaitu dari ciri-ciri barang peralatan tersebut. Beberapa di antaranya adalah:

Ciri-ciri Equipment

  1. Barang yang digunakan bisa habis pakai dan cenderung mengalami penyusutan
  2. Barang bisa dijual dengan harga yang lebih rendah dari pertama kali membelinya
  3. Umumnya, umur ekonomis pemakaian barang bisa lebih dari satu tahun
  4. Memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan barang lainnya dengan harga yang tinggi
  5. Cara kerjanya biasanya dengan menggunakan listrik dan/atau bahan bakar tertentu
  6. Berperan penting untuk kegiatan operasional perusahaan
  7. Termasuk aset bisnis yang bersifat tangible dan dicatat sebagai aktiva tetap dalam laporan keuangan

Ciri-ciri Supplies

  1. Barang yang digunakan bisa habis pakai namun tidak mengalami penyusutan
  2. Barang tidak bisa dijual
  3. Umumnya, umur ekonomis pemakaian barang bisa kurang dari atau sampai satu tahun lamanya
  4. Ukurannya cenderung lebih kecil dengan harga yang rendah
  5. Cara kerjanya tidak membutuhkan bantuan listrik dan/atau bahan bakar tertentu
  6. Berperan sebagai pelengkap peralatan operasional
  7. Tetap dicatat dalam laporan keuangan, namun bukan sebagai aktiva tetap

Itulah pembahasan singkat mengenai pengertian equipment, pembagiannya, nilai barang, fungsi barang, dan perbedaannya dengan supplies. Dalam bisnis, baik itu pembelian equipment atau supplies harus tetap masuk ke dalam laporan keuangan. Sebab hal ini akan mempengaruhi anggaran biaya perusahaan.

Nah, apakah saat ini Anda membutuhkan seorang akuntan yang cermat dan teliti? Tidak perlu bingung. Anda bisa memasang lokernya di KitaLulus. Sebagai salah satu situs pencari kerja, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Gowa, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Daftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan kerja di KitaLulus dengan gratis! Dapatkan seorang akuntan yang cermat dan teliti untuk menghitung anggaran biaya perusahaan Anda dalam hitungan hari saja, bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd