PPPK

Jangan Sampai Salah! Ini Ternyata Perbedaan CPNS dan PPPK

Close Pop up
perbedaan cpns dan pppk
Seleksi ASN semakin dekat, nih! Seleksi apa yang ingin kamu ikuti? Yuk simak penjelasan perbedaan CPNS dan PPPK supaya kamu semakin paham perbedaan kedua ASN ini!

Isi Artikel

Pada seleksi penerimaan ASN tahun ini, pemerintah membuka kuota yang besar baik untuk CPNS dan juga PPPK, tapi apakah kamu tahu apa perbedaan CPNS dan PPPK? Hayo, belum tahu ya? Yuk, cari tahu selengkapnya dalam artikel ini, agar kamu bisa membedakannya dan bisa memantapkan pilihan apakah ingin ikut seleksi CPNS atau PPPK nanti.

Perbedaan CPNS dan PPPK 

Tahukah kamu? Dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), disebutkan bahwa PNS dan PPPK termasuk dalam kategori ASN.

Namun, walaupun sama-sama masuk kategori ASN, antara CPNS dan PPPK itu ada perbedaannya loh. Yuk, kita bahas satu persatu!

A. Perbedaan Proses Seleksi

Dalam proses seleksi, perbedaan CPNS dan PPPK sebenarnya sudah terlihat. Untuk mengikuti seleksi CPNS setidaknya kamu minimal harus berusia 18 tahun dan maksimal 35, sedangkan untuk PPPK guru, minimal berusia 20 tahun dan maksimal 59 tahun.

Jika kamu mengikuti seleksi CPNS, kamu akan melewati seleksi SKD dan SKB. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sendiri terdiri dari 3 materi soal yaitu :

  1. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
  2. Tes Intelengesi Umum (TIU)
  3. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Dengan jumlah soal sebanyak 100 buah yang terdiri dari, soal TKP 35 soal, TIU sebanyak 31 soal, dan TWK berjumlah 35 soal. Selanjutnya, jika kamu dinyatakan lulus SKD, kamu akan melanjutkan Seleksi Kompetensi Bidang sesuai dengan formasi yang kamu ambil.

Nah, sementara untuk seleksi PPPK, kamu akan mengikuti ujian seleksi yang terdiri dari 4 materi yaitu kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi sosiokultur dan terakhir wawancara.

Selain itu, di seleksi tahun ini, untuk PPPK guru diberikan kesempatan untuk mengikuti tes sebanyak tiga kali. Jika tidak lolos pada kesempatan pertama, Anda masih bisa mengikuti tes kesempatan kedua dan ketiga. 

B. Waktu Seleksi

Perbedaan CPNS dan PPPK lainnya adalah waktu seleksi, biasanya waktu ujian PPPK dan CPNS tidak dilaksanakan bersamaan. CPNS biasanya akan melaksanakan tes seleksi lebih dahulu, baru selanjutnya tes seleksi untuk PPPK. 

C. Perbedaan CPNS dan PPPK Berdasarkan Definisi

Perbedaan CPNS dan PPPK ada pada definisinya. CPNS adalah para pelamar yang berhasil lulus seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil yang terdiri dari tes SKD dan SKB. Dan akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun sebelumnya akan ada masa uji coba selama 1 tahun, dimana selama masa uji coba ini CPNS akan dinilai berdasarkan kinerja, dan kompetensi. 

Saat kamu dinyatakan diterima sebagai CPNS, kamu baru mendapatkan gaji sebesar 80%, ini berdasarkan SK CPNS di masing-masing formasi. Kompentensi dan kinerja ksmu akan dinilai. Jika kamu memang memenuhi kriteria, maka kamu akan diangkat menjadi PNS dan mendapatkan gaji penuh 100%. 

PNS sendiri berdasarkan PP 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. 

Jadi bisa kita artikan bahwa PNS adalah bagian dari ASN yang memiliki tugas untuk melaksanakan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat luas secara profesional berdasarkan kompetensinya. Pelayanan tersebut misalnya tugas administrasi yang ada di lembaga pemerintahan. 

Sedangkan, PPPK sendiri sesuai dengan pengertiannya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, diangkat dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas sesuai dengan perundang-undangan. 

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas jabatan pemerintah.  

PPPK juga termasuk pegawai ASN yang diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. Tujuan dari PPPK sendiri adalah untuk membantu kinerja pemerintah dengan kemampuan yang tidak dimiliki PNS. Dengan latar belakang profesional, PPPK dianggap mampu menyelesaikan pekerjaan dengan keahlian khusus.

D. Masa Kerja

Selain dari definisi, yang membedakan CPNS dan PPPK adalah masa kerja. Jika kamu seorang CPNS dan nantinya akan diangkat menjadi PNS, kamu akan memiliki status sebagai pegawai tetap, memiliki nomor induk nasional, dan juga akan memiliki jenjang karir.  

Jika CPNS bisa mendapatkan status sebagai pegawai tetap, beda halnya dengan PPPK yang memiliki masa bakti atau terikat dalam kontrak. Biasanya kontraknya selama satu tahun, dapat diperpanjang selama 30 tahun sesuai dengan kebutuhan, kompetensi yang dimiliki, dan kinerja.

E. Status Kepegawaian

Meskipun sama-sama masuk dalam golongan ASN, status kepegawaian CPNS dan PPPK berbeda. Seperti yang disinggung di atas, CPNS nantinya akan berstatus sebagai pegawai tetap, dan PPPK berstatus kontrak sesuai dengan bagaimana kompetensi dan kinerjanya.

Karena PPPK terikat kontrak, kamu tidak bisa mengajukan pemindahan tempat atau lokasi tugas. Sedangkan untuk PNS diperbolehkan, dengan mengajukan surat permohonan pindah tugas.

Baik CPNS dan PPPK, nantinya kamu masih bisa diberhentikan secara hormat. Ada beberapa ketentuan yang membuat kamu diberhentikan dengan hormat sebagai PNS, seperti:

  • Meninggal dunia 
  • Atas permintaan sendiri 
  • Mencapai batas usia pensiun 
  • Perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini 
  • Tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban

Sementara untuk PPPK, kamu bisa diputus kontraknya secara hormat, jika:

  • Jangka waktu perjanjian kerja berakhir
  • Meninggal dunia
  • Atas permintaan sendiri
  • Perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pengurangan PPPK
  • Tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban sesuai perjanjian kerja yang disepakati

F. Jabatan dan Jenjang Karir

Pada jabatan, PPPK hanya dapat mengisi jabatan fungsional dan jabatan pimpinan tinggi yang ada, berbeda dengan CPNS yang nantinya bisa mengisi seluruh posisi ASN. Tapi, walau demikian, jika kamu menjadi PPPK, kamu tidak harus memulai karir kamu dari bawah seperti CPNS, kamu bisa jadi pimpinan tinggi dengan cara penunjukan langsung atau juga pengangkatan jabatan.

G. Hak

Untuk poin yang satu ini, baik PNS dan PPPK akan memperoleh hak yang tidak jauh berbeda. Baik kamu CPNS atau PPPK nantinya, kamu tetap akan mendapatkan hak berupa gaji, cuti, tunjangan hingga pengembangan kompetensi. 

Bagaimana dengan dana pensiun? Seorang PNS sudah pasti nantinya akan mendapatkan dana pensiun. Perbedaan CPNS dan PPPK masalah dana pensiun ini sudah lama menjadi perbincangan. PPPK dikarenakan masa kerjanya yang terikat kontrak dikatakan tidak bisa mendapatkan dana pensiun, namun saat ini pemerintah saat ini masih dalam proses diskusi dengan Taspen.

Apakah PPPK bisa Menjadi PNS?

Apa bisa? Tenang kesempatan itu tetap terbuka, namun berdasarkan UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN, PPPK tidak dapat diangkat secara otomatis menjadi calon PNS. Kamu masih bisa menjadi PNS dengan mengikuti seleksi CPNS yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-perundangan. 

Bagaimana, apakah sekarang Dik Lulus sudah tahu dengan jelas perbedaan CPNS dan PPPK? Semoga kamu sudah bisa memutuskan akan mengikuti seleksi CPNS atau PPPK, yang pasti keduanya adalah baik. Berkarir sebagai ASN adalah hal luar biasa karena kamu bisa mengabdi pada negara. Pastikan kamu mempersiapkan diri dengan matang untuk itu, kamu bisa berlatih soal tes CPNS dan PPPK di aplikasi KitaLulus. Temukan ribuan soal lengkap dengan pembahasannya, atau kamu juga bisa mengikuti kelas online dengan tentor profesional hanay di satu aplikasi!

Ikuti BangLulus di sosial media

KitaLulus on Facebookinstagram kitalulusTiktok

Belajar bersama dan download aplikasinya!

KitaLulus Andoid App available on Google Play