Mau Sukses di Usia Muda? Terapkan Growth Mindset Yuk! Ini 7 Caranya

Nisa Maulan Shofa

Penulis profesional sejak tahun 2017. Berspesialisasi dalam penulisan di bidang karir dan seputar dunia kerja.

Isi Artikel

Growth mindsetBeradaptasi dalam hidup harus selalu dilakukan, terlebih perkembangan terus terjadi. Hal tersebut menjadi faktor utama kenapa kita harus memiliki growth mindset dalam menjalani hidup.

Apakah dalam lingkungan pekerjaan juga harus menggunakan growth mindset untuk bisa mengembangkan karir? Dan bagaimana cara mengidentifikasi bahwa kita memiliki growth mindset?

Kamu bisa menyimak penjelasan di artikel KitaLulus ini. Simak sampai akhir ya! 

BACA JUGA: 4 Contoh Percakapan Bahasa Inggris dan Artinya + Tips Belajar Agar Lebih Cepat Lancar

Apa Itu Growth Mindset?

Istilah growth mindset atau “mindset bertumbuh” baru populer setelah seorang profesor bernama Carol Dweck menerbitkan penelitian puluhan tahunnya tentang faktor utama penentu kesuksesan seseorang.

Selama ini, banyak orang mengira dengan berusaha keras, siapapun bisa berhasil. Akan tetapi, Dweck menyebut tanpa mindset yang benar, seseorang akan mudah gagal dalam usahanya atau menyerah sebelum berhasil.

Pada dasarnya, growth mindset adalah suatu pola pikir yang meyakini bahwa untuk bisa maju, harus memiliki pemikiran yang terbuka. Seseorang dengan growth mindset juga meyakini bahwa proses belajar akan berjalan selama masih hidup.

Pernah mendengar tuturan Einstein bahwa manusia hanya memiliki 2% bakat dalam suatu hal? Alasan mengapa seseorang bisa maju dalam suatu hal adalah karena terus berlatih dan bekerja keras. 

Tuturan itu adalah sebuah pemikiran growth mindset. Kamu tidak akan pernah bisa melakukan sesuatu tanpa belajar, praktik, dan bekerja keras. Dengan memiliki growth mindset, kamu bisa mengembangkan karir dengan penuh keyakinan dan tidak gampang baper saat usahamu menemui kegagalan.

Ciri-Ciri Seseorang dengan Growth Mindset

Ciri ciri seseorang dengan growth mindset

Apa kamu seseorang dengan growth mindset? Ada beberapa ciri growth mindset yang bisa kamu gunakan untuk menilai dirimu sendiri, yaitu diantaranya:

1. Tidak Terpatok pada Kegagalan

Seseorang dengan growth mindset tidak akan merasa terpuruk jika mengalami kegagalan. Merasakan kesedihan seperlunya. Dibanding fokus dengan kegagalan, pola pikir growth mindset akan lebih berfokus pada memahami bagaimana kegagalan itu terjadi.

Dengan mengerti keadaan dan penyebab kegagalan, ia akan belajar untuk tidak mengulangi kegagalan itu di lain waktu.

2. Memahami Diri Sendiri

Istilah love yourself sangat berkorelasi dengan pola pikir growth mindset. Dengan mencintai diri sendiri, seseorang dengan growth mindset akan tahu apa hal yang sebenarnya menjadi kekuatan dirinya. Saat paham ada hal sisi lemah, dia akan mengembangkan diri sehingga kelemahan itu bisa menjadi kelebihan.

3. Fokus pada Proses dan Tujuan yang Ingin Dicapai

Dalam menggapai suatu tujuan, proses adalah hal yang paling penting. Dibanding memikirkan apakah tujuan tercapai atau gagal, pola pikir growth mindset akan lebih mengutamakan proses. Mempelajari setiap langkahnya, mencatat jika ada yang kurang, dan akan memperbaikinya di masa depan.

4. Tidak Cepat Puas pada Pencapaian

Sifat alami manusia adalah tidak memiliki kepuasan. Selalu merasa kurang atau dalam istilah negatifnya adalah “rakus”. Namun, seseorang dengan growth mindset akan memiliki rasa “rakus” dengan arti positif.

Dengan tidak memiliki rasa puas akan pencapaian dan apa yang dimiliki, akan bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Dia tidak akan merasa sombong karena selalu berpikir bahwa ada hal yang lebih tinggi dan hebat untuk dicapai.

5. Selalu Berusaha Meningkatkan Kualitas Diri

Tidak hanya pencapaian akan suatu target hidup atau karir, jika kamu memiliki growth mindset kualitas diri kamu akan senantiasa meningkat. Hal ini dikarenakan, kamu akan terus merasa kurang sehingga terus belajar dan memperbaiki diri. 

BACA JUGA: 8 Rekomendasi Aplikasi Produktivitas Gratis Terbaik, Biar Kerja Lebih Efektif!

Perbedaan Growth Mindset vs. Fixed Mindset

Perbedaan growth mindset dan fixed mindset

Setelah membahas ciri-ciri growth mindset, sekarang saatnya kamu mengenal antonimnya, yaitu fixed mindset. Pada dasarnya, siapapun bisa menjadi seseorang yang fixed mindset, sepintar atau sesukses apapun orangnya.

Selengkapnya tentang perbedaan growth mindset dan fixed mindset adalah sebagai berikut:

  • Orang dengan fixed mindset percaya manusia lahir dengan bakat tertentu. Sekali tidak bisa mengerjakan matematika, maka seumur hidup takkan bisa. Sementara itu, orang dengan growth mindset percaya keberhasilan lahir dari kerja keras dan kemauan belajar.
  • Orang dengan fixed mindset merasa puas dengan bakat dan kemampuannya. Jadi, saat diberi saran, dia akan merasa tidak dihargai. Orang dengan growth mindset menyadari kemampuannya masih bisa berkembang, sehingga lebih terbuka terhadap saran.
  • Orang dengan fixed mindset tidak suka mengerjakan sesuatu di luar kemampuannya, karena takut dianggap tidak kompeten. Sementara itu, orang dengan growth mindset lebih mau menerima tantangan, karena yakin masih bisa belajar.
  • Orang dengan fixed mindset menganggap kegagalan = tanda tak mampu. Berbeda dengan orang dengan growth mindset yang menganggap kegagalan = tidak apa-apa, masih bisa belajar lagi.

Manfaat Growth Mindset

Manfaat growth mindset di dunia kerja

Memiliki pola pikir growth mindset akan memberimu banyak manfaat dalam menjalani hidup, terlebih meningkatkan karir, diantaranya:

1. Hidup Lebih Tenang dan Sabar

Manfaat growth mindset yang pertama adalah hidup jadi lebih tenang dan sabar. Seorang dengan mindset bertumbuh tahu bahwa sukses butuh proses panjang, kerja keras, dan bahkan gagal berulang kali. Akhirnya, dia tidak mudah menyalahkan diri sendiri dan depresi saat tidak bisa mencapai target.

2. Lebih Mampu Menghargai Orang Lain

Orang dengan growth mindset umumnya tidak mengkotak-kotakkan orang berdasarkan privilege, entah itu kecerdasan, bakat, atau kekayaan. Pada akhirnya, ia pun lebih mampu menghargai kerja keras orang lain, apapun latar belakang orang tersebut.

3. Mudah Menyerap Ilmu dari Siapa Saja

Manfaat growth mindset satu ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Saat kamu menerapkan growth mindset, kamu tidak akan dengan mudah mengkotak-kotakkan orang sebagai “mampu” atau “tidak mampu”, “pintar” atau “tidak pintar”, dan semacamnya.

Orang dengan growth mindset sadar masih punya banyak kekurangan, sehingga lebih mudah menyerap ilmu tak peduli siapapun orangnya.

4. Kesempatan Meraih Kesuksesan Tak Terduga

Manfaat growth mindset terakhir adalah kesempatan mencapai kesuksesan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Seseorang dengan fixed mindset umumnya suka membatasi dirinya dengan pencapaian tertentu, dan akan berhenti berusaha saat sudah merasa “sukses”.

Sebaliknya, seseorang dengan growth mindset tidak akan pernah membatasi dirinya mencoba hal-hal baru, sehingga kemungkinan sukses di hal-hal barunya juga lebih besar.

BACA JUGA: 10 Rekomendasi Tablet untuk Kerja Terbaik 2022, Dijamin Makin Produktif

Contoh Penerapan Growth Mindset

Contoh penerapan growth mindset

Jika sudah mengerti bagaimana ciri-ciri seorang dengan growth mindset, yuk terapkan pola pikir tersebut di kehidupan sehari-hari. Berikut 4 sifat seorang dengan growth mindset yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan kamu.

1. Selalu Ingin Belajar

Belajar tidak hanya melalui bangku sekolah, tetapi juga pengalaman keseharian. Bahkan, saat menyelesaikan tugas kantor juga kamu bisa belajar untuk mencari ide yang lebih kreatif.

2. Lekas Bangkit saat Mengalami Kegagalan

Saat ternyata apa yang kamu kerjakan di kantor memiliki kekurangan dan mendapat teguran dari atasan, itu tentu saja bukan hal yang harus disesali. Dari hal tersebut bahkan kamu bisa memperbaiki diri.

3. Toleransi

Bertoleransi kepada siapa pun, tidak memandang tua-muda, lelaki-perempuan, suku, hingga agama. Sifat ini akan melekat pada seseorang yang memiliki pola pikir growth mindset.

4. Menghargai Kritik

Semua orang tidak ada yang sempurna. Bahkan ketika kamu mengalami pencapaian besar, akan ada hal yang lebih besar ke depannya.

Nah, saat ternyata ada orang yang memberikan kritik padahal kamu sudah bekerja dengan maksimal, hal itu bukan suatu masalah. Justru, kritikan tersebut dapat menjadi hal yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan kualitas diri.

BACA JUGA: 12 Tips Menabung Buat yang Gajinya Pas-Pasan, Tetap Bisa Senang-Senang Kok!

10 Rekomendasi Buku Tentang Growth Mindset

Rekomendasi buku belajar growth mindset

Untuk belajar bagaimana growth mindset lebih dalam, KitaLulus memberikan beberapa rekomendasi buku untuk kamu baca nih. Yuk, langsung catat apa saja buku tersebut dan bisa kamu beli untuk meningkatkan kualitas diri!

  • Mindset karya Carol Dweck
  • Rich Dad Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki
  • Masih Belajar karya Iman Usman
  • Think Again: The Power of Knowing What You Don’t Know karya Adam Grant
  • Barking Up The Wrong Tree karya Eric Barker
  • Grit: The Power of Passion and Perseverance karya Angela Duckworth
  • Untethered Soul: The Journey Beyond Yourself karya Michael A. Singer
  • The Alchemist karya Paulo Coelho
  • The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen R. Covey
  • How to Win Friends and Influence People karya Dale Carnegie

BACA JUGA: Pemula Wajib Coba! Ini 7 Investasi yang Menguntungkan & Mudah Dilakukan

Bagaimana? Kamu siap mengembangkan karir dengan growth mindset? Untuk mencari karir yang sesuai, kamu bisa menggunakan KitaLulus. Ada lebih dari 20.000 lowongan pekerjaan di KitaLulus dari beragam perusahaan di seluruh Indonesia loh.

Kamu juga bisa melakukan filter dengan memilih posisi yang kamu inginkan, nama perusahaan, atau kota yang sesuai domisili kamu. Dengan KitaLulus, kamu bisa melamar pekerjaan dengan #LebihMudah, jadi ayo coba sekarang!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
Close Pop up
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!