13 Daftar Startup yang PHK Karyawan Terbaru, Ini Penyebabnya

Nisa Maulan Shofa

Penulis profesional sejak tahun 2017. Berspesialisasi dalam penulisan di bidang karir dan seputar dunia kerja.

Isi Artikel

Pekan ketiga September 2022 diramaikan dengan berita salah satu startup unicorn melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK massal. Sebenarnya, berita startup PHK karyawan tidak lagi asing di 2022 ini. Terlebih ketika berita inflasi ekonomi melanda dunia.

Pandemi Covid-19 yang sudah mulai membaik di 2022 ternyata tidak membuat keadaan ekonomi secara otomatis membaik. Justru, kondisi tersebut berdampak besar bagi para startup, baik di Indonesia maupun dunia.

Simak lebih lanjut seputar daftar startup yang PHK karyawan beserta penyebabnya berikut.

Penyebab Startup PHK Karyawan

karyawan phk

Apa yang terjadi jika investor menarik pendanaannya dari startup yang harus selalu melakukan bakar uang untuk menarik minat customer? Startup tentu saja harus menyiapkan kemungkinan terburuk.

Pada umumnya, melakukan perampingan jumlah karyawan adalah solusi yang bisa dilakukan guna memangkas pengeluaran.

Dikutip dari situs Data Indonesia, ada 8 sektor startup yang paling banyak melakukan PHK dan posisi 3 teratas ditempati oleh sektor makanan, transportasi, serta real estate.

Dan jika kamu berpikir bahwa startup yang terdampak hanya perusahaan rintisan teknologi dengan jumlah pendanaan kecil, maka kamu salah. Startup di level unicorn hingga dekacorn pun tidak bisa menghindari keadaan tidak menyenangkan ini.

Salah satu startup yang sedang ramai diperbincangkan karena melakukan PHK karyawan secara massal adalah Shopee. Lantas apa penyebabnya?

KitaLulus merangkum beberapa kemungkinan penyebab startup PHK karyawan di 2022 ini, yaitu:

  • Keadaan ekonomi makro yang menurun dan tidak bisa diprediksi ke depannya.
  • Inflasi ekonomi.
  • Efek perang Ukraina-Rusia.
  • Naiknya suku bunga bank.
  • Investor yang menarik pendanaan.
  • Startup yang sudah melakukan IPO tidak berjalan dengan baik dalam penjualan sahamnya.
  • Produk startup yang kurang relevan dengan target market.
  • Customer behaviour yang sudah kembali seperti saat pra-pandemi Covid-19 sehingga penggunaan aplikasi berbasis teknologi untuk memenuhi kebutuhan harian menjadi berkurang.

Daftar Startup yang PHK Karyawan

Berikut penjelasan singkat mengenai beberapa daftar startup di Indonesia yang melakukan lay off atau PHK.

1. Shopee

Daftar startup PHK karyawan akan dimulai dari Shopee yang sedang ramai dibicarakan sejak 19 September 2022 lalu.

Tercatat, Shopee telah melakukan PHK terhadap kurang lebih 187 karyawannya. Efisiensi karyawan ini dilakukan supaya perusahaan bisa tetap bertahan ke depannya.

2. Lummo

Awal tahun ini, Lummo mendapatkan pendanaan seri C dari venture capital milik Jeff Bezos. Namun, secara mengejutkan pada pertengahan tahun ini pula, Lummo melakukan PHK lebih dari 100 karyawan.

Disinyalir, alasan pengurangan jumlah karyawan ini dikarenakan terjadi perampingan kontrak dengan beberapa perusahaan pihak ketiga yang bekerja sama dengan Lummo.

3. Zenius

Zenius menjadi startup di bidang edutech yang melakukan PHK karyawan secara besar-besaran di 2022 ini.

Zenius bahkan melakukan efisiensi karyawan hingga 2 gelombang, yaitu Mei 2022 dengan jumlah 200 karyawan dan Agustus dengan jumlah lebih banyak lagi.

4. Mamikos

Pada Juli 2022 lalu, Mamikos memutus hubungan dengan lebih dari 100 karyawan. Hal tersebut karena perusahaan yang bergerak di bidang listing rumah kos ini sedang melakukan restrukturisasi perusahaan dan mengubah fokus bisnisnya.

Baca juga: Aturan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), Jenis, dan Penyebabnya

5. LinkAja

Tidak menyebutkan secara spesifik jumlah karyawan yang di-PHK, Head of Corporate Secretary Group LinkAja menyatakan bahwa PHK terjadi supaya LinkAja tetap bertumbuh menjadi perusahaan yang agile dan adaptif.

6. JD.ID

jd.id

Daftar startup PHK karyawan selanjutnya yaitu JD.ID. Perusahaan ini juga mengalami imbas dari melemahnya ekonomi makro dunia.

JD.ID kalah bersaing dengan kompetitor sehingga harus menerapkan strategi baru dengan menyesuaikan operasional bisnis. Restrukturisasi dilakukan sehingga harus melakukan efisiensi jumlah karyawan pada Mei 2022.

7. Mobile Premiere League (MPL)

MPL adalah sebuah startup yang bergerak di sektor hiburan, lebih tepatnya game online. Startup ini berasal dari India dan sudah menempati posisi sebagai startup unicorn di negara asalnya. Perkembangannya di Indonesia juga baik, terlebih selama pandemi MPL dijadikan sebagai aplikasi hiburan saat di rumah saja.

Akan tetapi, kondisi tersebut ternyata tidak bertahan lama. Daya beli customer di aplikasi permainan tersebut turun dan membuat keadaan sulit semakin dirasakan oleh perusahaan.

Inilah yang kemudian mendorong para atasan membuat keputusan sulit untuk melakukan PHK karyawan hingga 100 orang di bulan Mei 2022 lalu. Tidak hanya itu, MPL juga resmi menutup kantornya di Indonesia.

8. TaniHub

TaniHub memberikan fasilitas kemudahan berbelanja kebutuhan sayur-buah berkualitas langsung dari petani dan ramai mendapat pujian akan inovasinya itu.

Namun, kondisi TaniHub saat ini tidak sebaik ketika awal kemunculannya. Dan berita tentang TaniHub sebagai startup PHK karyawan muncul pada Februari 2022 lalu.

Alasan PHK tersebut dikarenakan TaniHub menutup 2 gudangnya di Bandung dan Bali yang fokus pada B2C, sedangkan kini TaniHub mulai fokus pada B2B.

9. Pahamify

Daftar startup PHK karyawan semakin bertambah hingga Juni 2022. Salah satu startup yang mengurangi jumlah karyawannya berasal dari sektor pendidikan, yaitu Pahamify.

Tidak disebutkan berapa jumlah karyawan yang terkena PHK, tetapi pihak Pahamify mengabarkan bahwa seluruh karyawan mendapatkan hak yang sesuai dengan aturan berlaku.

PHK di Pahamify terjadi sebagai upaya perusahaan agar tetap beroperasi setelah kondisi ekonomi tidak bisa dijamin dengan baik sejak pandemi.

Oleh karena itu, usaha untuk melakukan optimalisasi bisnis harus diawali dengan pengurangan jumlah karyawan agar efisiensi biaya operasional bisa terjadi.

10. Yummy

Yummy Corp juga melakukan PHK terhadap kurang lebih 300 karyawannya. Padahal, startup yang bergerak di bidang penyedia fasilitas cloud kitchen untuk membantu UMKM F&B berjualan secara online ini menargetkan membuka 50 cabang baru sejak mendapatkan pendanaan dari SoftBank.

Namun, kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertumbuh sesuai target membuat Yummy harus memangkas sebagian karyawan demi tetap bertahan.

Baca juga: Panduan Perhitungan Pesangon 2022, Peraturan, & Rumusnya

11. SiCepat

sicepat

Maret 2022 lalu, banyak berita tidak menyenangkan dari SiCepat. Pasalnya, sejak beredar kabar bahwa SiCepat melakukan PHK masal terhadap kurirnya, banyak yang menyatakan PHK tersebut justru dilakukan dengan cara menyuruh kurir untuk mengajukan pengunduran diri.

Padahal, mengundurkan diri dan terkena PHK akan memiliki regulasi berbeda, utamanya tentang pesangon yang akan didapat oleh karyawan.

Namun, seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia, Chief Marketing Corporate Communication Officer SiCepat Ekspres menyatakan bahwa telah terjadi kesalahpahaman terhadap prosedur proses PHK dan SiCepat menyatakan bersalah akan hal tersebut.

12. iPrice

Startup berasal dari Malaysia ini telah berdiri sejak 2014. iPrice merupakan situs pembanding harga barang sehingga customer bisa mendapatkan produk dengan harga paling murah sesuai kebutuhannya.

Pada pertengahan 2022, iPrice melakukan PHK sebanyak 20% dari total karyawan yang dimiliki.

Pihak iPrice sendiri menyatakan bahwa perusahaan akan memberikan seluruh hak yang harus didapatkan karyawan terdampak dengan memberikan bantuan mereka menemukan peluang di tempat baru.

13. Fabelio

Fabelio telah berdiri sejak 2012 dan bergerak di bidang furniture. Pandemi yang terjadi sejak 2020 membuat Fabelio mengalami kesulitan dalam keuangannya.

Banyak berita beredar bahwa Fabelio tidak membayar gaji karyawan hingga tunggakan ke vendor. Lalu pada akhir tahun lalu, Fabelio melakukan PHK karyawan.

Cari Kesempatan Kerja Baru Lewat KitaLulus

Bagi kamu yang terdampak gelombang PHK massal dari startup ini, banyak kesempatan baru menantimu.

Jika mungkin kamu ingin beristirahat dahulu untuk menenangkan diri karena masih merasa terkejut dengan keadaan, tidak masalah. Ambil waktu selama yang kamu inginkan, tetapi jangan lupa bangkit dan berusaha dengan jauh lebih keras.

Untuk kamu yang langsung mencari kesempatan bergabung di perusahaan baru tetapi belum menemukannya, tidak perlu khawatir. Kamu bisa mengambil kursus bidang karirmu supaya menjadi lebih ahli, menemukan hobi baru, atau bergabung dengan komunitas sesuai hobi guna menambah relasi.

Kesempatan mendapatkan pekerjaan baru juga bisa kamu dapatkan dari mana saja. Kemudahan mencari informasi loker saat ini bisa didapatkan dari banyak channel, mulai dari media sosial hingga menggunakan aplikasi pencari kerja.

Pilih yang terpercaya ya, supaya tidak terjebak dengan perusahaan penipuan terhadap jobseeker.

Salah satu aplikasi pencari kerja yang terpercaya adalah KitaLulus. KitaLulus sudah diawasi oleh Kominfo sehingga sudah pasti aman. Ada 50.000+ loker yang tersedia di aplikasi KitaLulus dari berbagai perusahaan di Indonesia.

Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di KitaLulus sudah terverifikasi oleh tim ahli jadi aman untuk kamu apply. Tidak hanya itu, fasilitas lainnya yang bisa menambah pengetahuan dan networking kamu di dunia kerja juga disediakan oleh aplikasi KitaLulus.

Semuanya bisa kamu dapatkan secara gratis! Jadi, segera instal aplikasi KitaLulus sekarang, yuk!

Baca juga: Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP): Cara Daftar dan Klaimnya

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!