Apa Itu B2B? Ini Pengertian, Contoh Usaha, & Perbedaannya dengan B2C

penulis
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

B2B adalah— Istilah B2B di dalam dunia bisnis sudah tidak asing lagi. B2B adalah singkatan dari business to business yang merupakan bentuk transaksi yang dilakukan antar bisnis sebuah perusahaan dengan perusahaan lainnya.

B2B adalah sebuah model penjualan yang dilakukan para pelaku bisnis dengan yang lainnya. Misalnya seperti kerja sama antara pedagang kain dengan pedagang pakaian. Pada praktiknya, cakupan B2B adalah semua usaha yang menghasilkan barang atau jasa untuk ditawarkan kepada perusahaan atau pengusaha lainnya.

Ingin tahu lebih lengkap tentang apa itu B2B? Apa perbedaan B2B dan B2C, serta apa saja contoh business to business di kalangan usaha? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

BACA JUGA: Hal yang Perlu Anda Perhatikan dalam Mengembangkan Usaha. Apa Saja?

Apa Itu B2B?

Apa itu B2B

Transaksi B2B ada karena adanya permintaan suatu perusahaan yang mengajukan penawaran bahan baku untuk digunakan dalam proses produksi perusahaan lainnya. Perusahaan yang bergerak di B2B adalah sebagai pihak yang menyuplai kebutuhan operasional perusahaan lain untuk kelancaran bisnis.

Target pelanggan B2B adalah perusahaan yang bisa mengubah bahan baku menjadi sebuah produk yang dapat diperjualbelikan atau dapat membawa keuntungan. Sehingga pada praktiknya, bisnis B2B melibatkan produsen, grosir, dan pengecer.

Kebanyakan perusahaan saat ini menggunakan model bisnis B2C atau business to consumer. Namun demikian, sektor business to business atau B2B punya pangsa pasar sendiri. Jumlah konsumen bisnis B2B mungkin tidak sebanyak B2C. Akan tetapi, umumnya konsumen B2B melakukan pembelian produk/layanan dengan harga lebih tinggi.

Karakteristik Perusahaan Business to Business

Karakteristik atau ciri-ciri B2B

Salah satu karakteristik paling kelihatan dari B2B adalah siklus penjualan dan pembelian berlangsung lebih lama. Sebab jumlah produk yang dipesan biasanya dalam jumlah banyak, atau hubungan transaksi yang luas misalnya seperti antar negara.

Cara kerja perusahaan B2B adalah mencari calon klien, lalu melakukan strategi marketing untuk menarik perhatian dan meningkatkan awareness, kemudian menjaga hubungan B2B dengan perusahaan lain atau klien.

Pada praktik bisnis B2B, kedua belah pihak akan melakukan pertemuan profesional sebelum dimulainya proses transaksi. Tujuannya adalah agar transaksi dapat dilakukan dengan lancar.

Selain siklus pembelian, berikut ini beberapa karakteristik B2B lain yang paling khas:

  • Mitra dagang saling mengenal dan mengetahui informasi di antara mereka
  • Transaksi yang terjadi di bisnis B2B dilandasi oleh hubungan baik dari kedua belah pihak
  • B2B adalah kegiatan bisnis yang menerapkan proses negosiasi di awal perjanjian
  • Pertukaran data dan informasi dalam transaksi B2B dilakukan secara berkala dengan ketentuan yang sudah disepakati sehingga tercipta layanan dan standar yang sama
  • Proses bisnis B2B adalah rumit, memakan waktu lama, dan mahal. Hal ini disebabkan pengajuan penawaran harus melewati beberapa proses persetujuan dulu
  • Memungkinkan adanya proses negosiasi kontrak untuk mengantisipasi jumlah dan harga bahan baku yang akan disuplai
  • Terjalinnya hubungan dalam waktu jangka panjang antara rekan bisnis

Perbedaan B2B dan B2C

Perbedaan B2B dan B2C

Pada dasarnya, B2B adalah sebuah model bisnis yang punya perbedaan signifikan jika dibandingkan dengan B2C, atau business to consumers. Perbedaan ini membuat proses bisnis B2B tampak lebih rumit dan memakan waktu. Meski demikian, bisnis B2B cenderung lebih awet, karena mayoritas konsumennya adalah konsumen jangka panjang.

Selengkapnya tentang perbedaan B2B dan B2C dari berbagai segi adalah sebagai berikut:

1. Segi Harga

Perbedaan B2B dan B2C yang pertama adalah dari segi harga. Faktanya, karena mengincar segmen pasar lebih besar dan merakyat, harga produk B2C harus menyesuaikan kondisi ekonomi masyarakat yang jadi target konsumen. Lain hal dengan B2B, yang segmen pasarnya lebih kecil dan spesifik, sehingga harga produknya notabene lebih mahal daripada produk B2C.

2. Segi Layanan

Dalam model business to business atau B2B, penjual produk bisa lebih fleksibel menyediakan layanan sesuai kebutuhan masing-masing klien (personalized plan). Walaupun masih mungkin, menyediakan layanan personal seperti ini akan sangat menyusahkan bagi bisnis B2C, belum lagi menyedot banyak biaya, waktu, dan tenaga.

3. Segi Promosi

Aktivitas promosi B2C umumnya lebih massal dan sangat mengikuti tren masyarakat pada umumnya. Bahasa yang digunakan dalam model promosi B2C juga umumnya lebih informal atau menyesuaikan tingkat pemahaman konsumen. 

Sementara itu, dalam B2B promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) dan pendekatan perorangan atau per entitas bisnis terbukti lebih menghasilkan penjualan. Bisnis B2B bisa saja tetap membuat konten sesuai tren, tapi tujuannya lebih ke edukasi pasar dan peningkatan brand awareness, bukan penjualan produk.

Contoh Model Perusahaan B2B Paling Populer di Indonesia

Contoh B2B di Indonesia

Meski tidak sebanyak bisnis B2C, perkembangan B2B di Indonesia juga cukup pesat, terutama di bidang pemasaran dan teknologi. Berikut ini beberapa contoh penerapan B2B di Indonesia paling populer:

1. Jasa Iklan

Salah satu contoh usaha B2B adalah jasa iklan. Perusahaan yang memiliki skala besar pasti memiliki target yang besar juga. Maka dari itu, mereka membutuhkan jasa iklan komersial untuk bisa menjangkau konsumen secara luas.

2. Penyuplai Bahan Baku

Perusahaan yang termasuk menjalankan model bisnis B2B adalah penyuplai bahan baku. Perusahaan ini akan menyuplai bahan baku kepada perusahaan yang fokus untuk memproduksi produk siap pakai. Hal ini juga bisa menunjang rantai pasokan pada kegiatan ekonomi.

3. Jasa Digital Marketing

Di era digital seperti saat ini, penggunaan internet dan sosial media semakin luas dan ramai. Perusahaan yang menggunakan model B2B adalah jasa digital marketing. Perusahaan ini akan melakukan penawaran kepada perusahaan yang membutuhkan jasa digital marketing. Sehingga perusahaan lainnya bisa fokus pada kegiatan operasionalnya.

4. Jasa Web Developer

Perusahaan yang menggunakan model bisnis B2B adalah jasa web developer. Banyak perusahaan yang memilih untuk menjangkau pelanggan melalui website resmi dibandingkan menyebarkan brosur.

5. Jasa Otomotif

Contoh lainnya dari perusahaan B2B adalah perusahaan otomotif. Semakin banyak pengguna kendaraan, maka semakin meningkat pula kebutuhan akan spare part dan komponen lainnya. Sehingga mereka akan melakukan kerja sama dengan perusahaan manufaktur yang bisa menjadi supplier.

6. Jasa Cleaning Service

Sebuah gedung perkantoran tidak akan bersih dengan sendirinya. Maka contoh lainnya dari perusahaan B2B adalah jasa cleaning service. Perusahaan cleaning service akan menawarkan jasanya ke berbagai perusahaan.

BACA JUGA: Segmentasi Pasar: Cara Jitu Optimalkan Bisnis Anda

Cara Menyusun Strategi B2B

Cara membuat strategi B2B

Setelah mengetahui apa itu B2B, perbedaan B2B dan B2C, karakteristik, dan contoh business to business di Indonesia, kali ini kita akan membahas cara menyusun strategi untuk bisnis B2B, yang antara lain adalah sebagai berikut:

1. Membuat Rencana Target yang Spesifik

Target konsumen B2B adalah para pelaku bisnis. Meski terlihat kecil, target konsumen ini bisa membawa keuntungan sendiri karena lebih spesifik dan cenderung memilih pelanggan dengan daya jual yang tinggi.

Anda bisa mulai dengan membuat rencana target yang spesifik dan menentukan promosi yang akan digunakan untuk memasarkan bisnis Anda.

2. Memilih Channel yang Efektif

Kunci untuk menerapkan bisnis B2B adalah gunakan channel yang sesuai dengan kebutuhan bisnis yang Anda miliki. Sebisa mungkin hindari penggunaan satu channel penjualan saja.

Anda bisa memanfaatkan Google AdWords, sosial media, dan channel lainnya yang dirasa sesuai dengan kebutuhan Anda. Kolaborasi event dalam B2B adalah hal yang bisa Anda lakukan untuk menjangkau target yang prospektif.

3. Membangun dan Menjaga Komunikasi dengan Rekan Bisnis

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, karakteristik bisnis B2B adalah dalam bentuk jangka panjang. Artinya, Anda harus membangun dan menjaga komunikasi dengan rekan bisnis.

Jika tidak, hal ini bisa mengakibatkan kerjasama berakhir dan terputusnya kontrak. Membangun komunikasi yang intens juga merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk kelangsungan bisnis Anda. Serta jangan lupa untuk membangun networking bisnis Anda.

4. Utamakan Kepuasan Pelanggan

Strategi selanjutnya dalam menjalankan bisnis B2B adalah dengan mengutamakan kepuasan pelanggan. Anda harus memastikan bahwa semua strategi pemasaran yang sudah direncanakan memenuhi semua kebutuhan klien.

Demikian penjelasan mengenai model bisnis B2B, karakteristik, contoh usaha B2B yang sering ditemukan, hingga strategi yang bisa Anda lakukan. Untuk bisa mengembangkan perusahaan B2B, maka dibutuhkan strategi marketing yang tepat.

Perusahaan Anda sedang mencari kandidat marketing yang tepat untuk bisnis B2B? Pasang lowongan kerja Anda di KitaLulus sekarang juga! Selain prosesnya cepat, memasang lowongan kerja di KitaLulus juga tanpa dipungut biaya apapun, lho. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, cari kandidat marketing B2B terbaik Anda di KitaLulus!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd