Apa Itu Dropshipper, Cara Kerja, dan Beda dengan Reseller

Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Dropshipper adalah— Jika Anda ingin buka usaha yang tidak membutuhkan biaya banyak, dropshipper adalah jawabannya. Bahkan jenis usaha ini sedang populer dan terus berkembang.

Selain mudah untuk dilakukan, keuntungan yang dihasilkan usaha ini juga tidak kalah menarik. Salah satu keuntungan dropshipper adalah Anda tidak perlu menyetok barang.

Tertarik untuk memulai usaha dropshipper? Yuk, pelajari lebih lanjut terkait cara kerja, proses pengiriman, keuntungan, contoh usaha, hingga perbedaan dropshipper dengan reseller yang perlu Anda ketahui di bawah ini.

BACA JUGA: 11 Ide Jualan Online Tanpa Modal, Bisa Dilakukan Dari Rumah!

Cara Kerja Dropshipper

cara kerja dropshipper

Sebelum kita membahas cara kerja dropshipper, ada baiknya untuk berkenalan terlebih dulu. Apa itu dropshipper? Dropshipper adalah sebutan untuk orang yang melakukan usaha dropship.

Jadi dapat disimpulkan, dropshipper adalah seseorang yang menjual produk orang lain tanpa harus menyetok dan mengirimkan produk. Sebab proses pengiriman dropshipper dilakukan oleh pihak ketiga atau pihak produsen.

Pengertian lain dari dropshipper adalah pemasar yang menghubungkan pelanggan dengan produsen. Seorang dropshipper melakukan proses jual beli tanpa membeli barang dari produsen. Tugas utama Anda adalah untuk mempromosikan produk tersebut ke pelanggan.

Cara kerja dropshipper adalah dengan membuka toko online sendiri dan mempromosikan produknya. Sedangkan proses pengemasan dan pengiriman dropshipper dilakukan oleh si penjual alias produsen.

Umumnya, produk dipromosikan secara online. Biasanya menggunakan sosial media. Harga yang ditawarkan pun umumnya lebih tinggi dari harga yang dibeli dari produsen. Hal ini agar Anda bisa mendapatkan keuntungan.

Cara kerja dropshipper yang menguntungkan lainnya adalah jika ada pelanggan tertarik dengan produk yang Anda tawarkan, maka pembayaran langsung diselesaikan melalui Anda. Baru setelah itu, Anda menghubungi produsen untuk melakukan proses pengemasan dan pengiriman barang kepada pelanggan.

Keuntungan Dropshipper

keuntungan dropshipper

Bagaimana? Cukup mudah bukan cara kerja dropshipper? Lalu bagaimana dengan keuntungan dropshipper? Sebelumnya disebutkan bahwa harga yang dijual oleh dropshipper lebih tinggi dibandingkan harga asli dari produsen.

Nanti selisih dari harga jual inilah yang akan menjadi keuntungan Anda sebagai dropshipper. Misalkan, produsen mematok harga untuk satu pakaian sebesar Rp50rb. Jika Anda ingin mendapatkan untung, Anda bisa menjualnya di angka Rp80rb.

Maka dari selisih tersebut Anda mendapatkan keuntungan sebesar Rp30ribu. Selain itu, umumnya seorang dropshipper akan mendapatkan komisi sebesar 10%-30%.

Namun, ada beberapa keterampilan yang harus Anda kuasai sebelum menjadi dropshipper, yaitu:

  • Pemasaran
  • Mengelola sosial media
  • Mengelola toko online atau ecommerce
  • Keterampilan berkomunikasi
  • Menyusun strategi pemasaran
  • Manajemen waktu

Salah satu hal yang membuat usaha ini populer karena dropshipper adalah jenis usaha yang minim resiko dengan tingkat keuntungan yang tinggi. Selain itu, cara kerja yang mudah juga membuat banyak orang tertarik untuk memulainya.

Tidak hanya itu, keuntungan lain dari dropshipper adalah minim modal, tidak perlu menyetok barang, tidak perlu melakukan pengemasan dan pengiriman barang, serta produk yang dijual bervariasi.

BACA JUGA: 7 Cara Menjadi Reseller Tanpa Modal Tapi Tetap Untung Banyak

Perbedaan Dropshipper dan Reseller

perbedaan dropshipper dan reseller

Dengan sistem cara kerja seperti yang dijelaskan sebelumnya, banyak yang mengira bahwa dropshipper adalah reseller. Padahal kedua jenis usaha ini memiliki perbedaan.

Selengkapnya tentang perbedaan dropshipper dan reseller adalah sebagai berikut:

1. Stok Barang

Perbedaan dropshipper dan reseller yang pertama adalah dari stok barang. Seorang dropshipper tidak perlu menyetok barang. Sedangkan seorang reseller harus melakukan pembelian sejumlah barang dan menyetoknya.

2.Proses Pengemasan dan Pengiriman

Seperti yang disebutkan sebelumnya, seorang dropshipper tidak melakukan pengemasan dan pengiriman barang. Sementara seorang reseller melakukan kedua hal tersebut.

3. Modal

Perbedaan selanjutnya adalah modal. Seorang dropshipper hanya membutuhkan sedikit sekali modal atau tidak sama sekali. Sedangkan reseller harus mengeluarkan biaya karena mereka harus membeli stok barang dalam jumlah tertentu.

4. Keuntungan

Tahukah Anda bahwa, reseller mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dropshipper? Hal ini karena reseller membeli sejumlah barang untuk disimpan. Sehingga produsen memberikan harga murah. 

Sedangkan dropshipper hanya mendapat keuntungan dari selisih harga jual produsen dan harga jual yang mereka tawarkan.

5. Risiko

Perbedaan reseller dan dropshipper yang terakhir dapat dilihat dari risiko. Seorang reseller bisa mengalami risiko lebih besar karena harus menyetok barang. Jika tidak laku terjual, maka bisa menyebabkan kerugian.

Berbeda dengan dropshipper yang tidak melakukan penyetokan barang. Bisa dikatakan risiko yang dialami dropshipper adalah kecil atau minim.

Contoh Usaha Dropshipper

Apakah Anda masih tertarik untuk menjadi seorang dropshipper? Seperti yang disebutkan sebelumnya, barang yang dijual dropshipper adalah bervariasi. Seorang dropshipper bisa menjual berbagai barang yang sedang tren di masyarakat.

Berikut beberapa contoh usaha dropshipper yang bisa Anda lakukan:

  • Kosmetik dan skincare
  • Makanan sehat
  • Makanan olahan
  • Pakaian dan aksesorisnya
  • Gadget aksesoris
  • Produk bayi
  • Furniture
  • Peralatan rumah tangga
  • Peralatan dan perlengkapan olahraga
  • Alat masak

Daftar contoh usaha dropshipper diatas adalah sebagian dari yang sedang populer di masyarakat. Selain contoh-contoh di atas, Anda juga bisa mencoba di bidang usaha lainnya yang sedang tren.

Demikianlah penjelasan mengenai cara kerja dropshipper, keuntungan, dan perbedaan reseller dan dropshipper. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa usaha dropshipper bisa dilakukan siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. Terutama untuk Anda yang sedang ingin memulai usaha pertama.

Jika Anda membutuhkan seorang karyawan untuk membantu usaha, jangan lupa untuk menaruh info lokernya di KitaLulus, ya! Saat ini, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Medan, Gowa, Semarang, dan Surabaya.

Jadi tunggu apalagi? Ayo daftarkan diri Anda sebagai pemasang loker di KitaLulus sekarang juga dan temukan anggota tim terbaik untuk perusahaan dengan #LebihMudah!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd