Holding Company Adalah: Pengertian, Tujuan, Tipe, Contohnya

Putri Prima

Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.

hrd
Isi Artikel

Holding company adalah salah satu istilah yang mungkin sudah akrab di telinga kita. Istilah ini merujuk pada sebuah perusahaan yang telah diakuisisi dan menjadi bagian dari grup perusahaan lainnya.

Tapi, bagaimana hal itu bisa terjadi, apa tugas sebuah holding company, dan apa saja contoh perusahaan holding? Agar Anda tidak lagi bertanya-tanya, mari simak artikel KitaLulus di bawah ini!

Pengertian Holding Company

Holding company adalah perusahaan induk dalam sebuah grup perusahaan. Perusahaan induk ini tidak memproduksi apa pun, menjual produk atau jasa, atau melakukan operasional bisnis lainnya.

Sebaliknya, keberadaaan holding company adalah untuk memegang saham pengendali dari grup perusahaan.

Perusahaan induk dapat memiliki 100% anak perusahaan, atau dapat memiliki saham atau kepentingan keanggotaan yang cukup untuk mengendalikan anak perusahaan.

Sebagai perusahaan induk, ia punya tugas terkait perencanaan, koordinasi, dan pengendalian pada setiap anak perusahaannya.

Selain itu, holding company juga mengevaluasi performa setiap anak perusahaan. Keberadaannya membuat grup perusahaan dapat mencapai tujuan bisnis yang diharapkan.

Bagaimana Holding Company Terbentuk

Bagaimana Holding Company Terbentuk

Ada dua cara utama di mana perusahaan dapat menjadi perusahaan induk. Salah satunya adalah dengan mengakuisisi cukup banyak saham di perusahaan lain. Kepemilikan jumlah saham yang banyak ini memberikan kendali atas aktivitas perusahaan tersebut.

Cara kedua adalah membuat perusahaan baru dari bawah ke atas, dan kemudian mempertahankan semua atau sebagian saham perusahaan baru tersebut.

Perusahaan induk dapat mengendalikan proses pengambilan keputusan meskipun hanya memiliki 10% saham. Hubungan antara perusahaan induk dan perusahaan yang mereka kendalikan disebut hubungan induk-anak perusahaan.

Di dalam dunia bisnis, terdapat prosedur yang bisa dilakukan untuk membentuk holding company, sebagai berikut:

1. Proses Residu

Proses residu adalah proses di mana perusahaan memisahkan diri dari perusahaan lain karena terjadi pemecahan sektor usaha. Perusahaan yang telah terpecah akan menjadi perusahaan mandiri, sementara sisanya (residu) akan menjadi perusahaan induk dan tetap punya saham dari perusahaan yang telah terpecah.

2. Proses Penuh

Bila di dalam perusahaan tidak banyak pemecahan, maka prosedur penuh bisa digunakan. Pada prosedur ini, perusahaan induk tidak berasal dari residu perusahaan yang terpecah melainkan dari perusahaan mandiri yang tidak ada keterkaitan sebelumnya.

3. Proses Terprogram

Proses lain pembentukan holding company adalah melalui perencanaan pada awal bisnis. Jadi pada awal pembangunan perusahaan, sudah ditentukan bahwa perusahaan tersebutlah yang akan menjadi perusahaan induk.

Selanjutnya, perusahaan dapat bekerja sama dengan perusahaan lain membentuk perusahaan baru.

Baca Juga: Pengertian Merger Perusahaan, Penyebab, Risiko, Contohnya

Manfaat dan Tujuan Holding Company

Perusahaan induk mendatangkan banyak manfaat yang bahkan juga dirasakan oleh perekonomian negara. Ini tidak terlepas dari kemampuannya untuk membangun dan mengkoordinasikan kinerja setiap anak perusahan.

Tidak sampai situ saja, manfaat holding company adalah dapat memperkuat posisi strategi di pasar dengan cara ekspansi dan mengintegrasikannya secara horizontal dan vertikal atau juga diversifikasi usaha.

Sementara itu, tujuan holding company adalah untuk memberikan batasan tanggung jawab, menciptakan manajemen yang efisien, dan mempertahankan kepemilikan atas setiap bisnis anak perusahaan.

Perusahaan induk menyediakan titik pusat kontrol atas bisnis. Perusahaan induk akan memegang kepentingan ekuitas atau aset karena ia tidak terlibat dalam operasi bisnis.

Tipe Holding Company

Tipe Holding Company

Ada beberapa tipe perusahaan induk, tergantung pada operasi bisnis yang dijalankan. Beberapa hanya memegang satu anak perusahaan, sementara ada juga yang terlibat dalam operasi bisnis lainnya. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut.

1. Pure (Alami)

Tipe ini adalah perusahaan yang hanya ada sebagai kendaraan untuk kepemilikan perusahaan lain. Perusahaan-perusahaan ini tidak berpartisipasi dalam jenis bisnis lainnya.

2. Mixed (Campuran)

Mixed holding company adalah perusahaan yang memiliki operasi bisnisnya sendiri, selain mengelola anak perusahaannya. Sebutan lain untuk tipe ini adalah holding-operating company.

3. Immediate (Segera)

Immediate atau tipe segera adalah perusahaan induk yang dimiliki oleh perusahaan induk lain. Atau dengan kata lain, perusahaan ini juga menjadi anak perusahaan dari perusahaan lain.

4. Intermediate (Menengah)

Perusahaan induk tipe ini adalah perusahaan holding yang juga merupakan anak perusahaan dari perusahaan yang lebih besar.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Sengketa Perusahaan Sesuai Aturan Hukum

Jenis Holding Company

Terdapat dua jenis holding company yang terdapat dalam ekosistem bisnis, yaitu:

1. Investment Holding Company

Jenis ini adalah perusahaan induk yang memiliki status kepemilikan saham pada anak perusahaan dalam bentuk investasi. Kehadirannya di sini untuk membantu proses pengelolaan bisnis anak perusahaan.

2. Operation Holding Company

Sedangkan operation holding company adalah perusahaan yang punya peran penting dalam pengawasan serta melakukan pengambilan keputusan anak perusahaan. Pada jenis ini, perusahaan mempunyai hak veto.

Tugas Holding Company

Tugas Holding Company

Tugas holding company adalah melakukan perencanaan, pengelolaan, serta audit di kondisi tertentu. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Melakukan Perencanaan dan Pengendalian

Tugas yang pertama adalah melakukan perencanaan yang berlaku umum untuk setiap anak perusahaan di bawah naungannya. Setiap anak perusahaan harus menjalankan semua rencananya dengan strategi masing-masing.

Selain itu, perusahaan induk bisa melakukan pemeriksaan dan audit untuk memastikan setiap anak perusahaan telah melakukan rencana awal.

2. Operasional Perusahaan

Holding company juga mengurus manajemen operasional anak perusahaan. Wewenang ini dimiliki dalam rangka mengurangi risiko terjadinya kerugian atau kebangkurtan dari anak perusahaan.

Setiap perusahaan induk punya tanggung jawab pada setiap kerugian yang dialami oleh anak perusahaan. Begitu juga sebaliknya, ketika anak perusahaan sukses, itu juga akan berdampak positif pada perusahaan induk.

3. Melakukan Merger dengan Produk atau Layanan Sejenis

Tugas selanjutnya yaitu melakukan penggabungan atau merger perusahaan yang punya produk atau layanan yang sama. Tujuannya agar perencanaan dan pengelolaan operasional lebih efektif dan efisien di masa depan.

Baca juga: 15 Contoh Visi Misi Perusahaan Inspiratif dan Cara Membuatnya

Contoh Holding Company

Ada banyak contoh holding company di Indonesia, salah satunya PT Semen Indonesia yang merupakan perusahaan BUMN yang menaungi beberapa perusahaan seperti PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa.

Selain itu, ada juga PT Pupuk Indonesia yang menjadi perusahaan induk untuk PT Pupuk Sriwidjaja, PT Pupuk Kujang, dan lainnya.

Di level internasional ada Berkshire Hathaway, yang merupakan perusahaan induk dari Dairy Queen, Clayton Homes, Duracell, GEICO, Fruit of the Loom, RC Wiley Home Furnishings, dan Marmon Group.

Itulah hal-hal yang perlu Anda pahami mengenai holding company. Secara garis besar, holding company adalah perusahaan induk yang memiliki anak perusahaan.

Tidak jauh berbeda dengan perusahaan lainnya, anak-anak perusahaan dari perusahaan induk juga membutuhkan karyawan-karyawan yang hebat dengan kompetensi dan juga skill mumpuni untuk membantu perusahaan mencapai tujuan.

Salah satu cara mendapatkan karyawan terbaik adalah dengan memasang lamaran kerja di job portal terbaik dan terpercaya yang menawarkan berbagai kemudahan bagi perusahaan untuk mendapatkan kandidat.

Hal ini bisa Anda dapatkan saat memasang iklan lowongan pekerjaan di KitaLulus. Memasang iklan lowongan di KitaLulus prosesnya cepat dan gratis. Selain itu juga memungkinkan perusahaan Anda menjangkau 3 juta talent yang tersebar di seluruh kota di Indonesia.

Ketika Anda memasang iklan lowongan di KitaLulus, Anda akan mendapat full support dari tim KitaLulus sehingga akan menghemat waktu dan Anda pun bisa mengerjakan pekerjaan lainnya. Kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan akan langsung tersaring dan terhubung dengan Anda. Yuk gabung sekarang juga!

cari karyawan
Berlangganan informasi tentang rekrutmen dan dapatkan penawaran terbaik kami
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd
Close Pop up