6 Tipe Kepemimpinan dan Karakteristiknya, Manakah Tipe Anda?

Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

hrd
Isi Artikel

Dalam sebuah perusahaan, kepemimpinan atau leadership menjadi bagian terpenting dan merupakan inti dari manajemen perusahaan. Tipe-tipe kepemimpinan sendiri ada banyak, bisa jadi pemimpin satu akan berbeda dengan pemimpin lainnya.

Dengan kepemimpinan yang baik, akan meningkatkan manajemen untuk dapat mencapai tujuannya. Pasalnya seorang pemimpin memiliki peran penting untuk dapat menggerakkan anggotanya mencapai tujuan bersama.

Kepemimpinan dalam perusahaan harus bisa diandalkan dalam mengambil segala keputusan perusahaan yang dibuat. Keputusan ini tentunya akan memberikan dampak ke perusahaan.

Lalu, bagaimana dengan contoh kepemimpinan yang baik? Apa saja jenis kepemimpinan dalam perusahaan? Bagaimana dengan sistem manajemen perusahaan? Berikut penjelasan lengkapnya.‍

Apa itu Kepemimpinan?

‍Manajemen perusahaan tidak akan berjalan tanpa adanya sosok pemimpin. Agar tujuan perusahaan dapat dicapai dengan optimal dan efektif, seorang pemimpin perlu menerapkan gaya kepemimpinan dalam perusahaan dengan baik dan benar.

Kepemimpinan adalah sebuah proses di mana seorang individu mempengaruhi sekelompok individu lainnya untuk mencapai tujuan bersama.

Selain itu, pengertian kepemimpinan yang baik juga bisa diartikan sebagai bentuk memberi inspirasi kepada orang lain untuk mengejar visi sesuai dengan ketentuan yang sudah ditentukan, menjadi upaya bersama, visi bersama, dan kesuksesan bersama.

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

1. William G. Scott (1962)

Kepemimpinan ialah proses memengaruhi aktivitas yang diorganisir dalam suatu kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

2. F. I. Munson

Kepemimpinan sebagai kesanggupan atau kemampuan untuk mengatasi orang-orang yang sedemikian rupa agar mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan kemungkinan pergesekan yang sekecil-kecilnya dan sebesar mungkin terjalinnya kerja sama.

3 Sondang P. Siagian

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menjabat suatu posisi sebagai pimpinan organisasi atau perusahaan tertentu dalam memengaruhi orang lain, khususnya bawahan atau tim kerja lainnya demi tercapainya tujuan dengan mudah.

4. Weschler dan Massarik (1961)

Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, dan diarahkan melalui proses komunikasi, untuk mencapai tujuan tertentu.

‍Baca juga: Kepemimpinan Transformasional: Definisi, Ciri, Bedanya dengan Transaksional

Aspek Penting Kepemimpinan

Perlu diketahui, kepemimpinan dalam perusahaan memegang peran penting, dominan, krusial, dan kritikal dalam seluruh rangkaian upaya untuk meningkatkan prestasi kerja.

Seorang pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu mengelola manajemen perusahan dan mampu melaksanakan kepemimpinan dalam perusahaan secara efektif sehingga bisa mencapai tujuan.

Berikut aspek penting yang tidak boleh dilupakan.

1. Seorang Pemimpin Harus Melibatkan Orang Lain

Dalam sebuah perusahaan, Anda tidak bekerja sendiri. Ada banyak karyawan yang terlibat. Aspek pertama yang perlu diperhatikan pada kepemimpinan perusahaan adalah dengan melibatkan orang lain.

Kesediaan anggota tim untuk menerima arahan dari seorang pemimpin dapat membantu menegaskan status pemimpin tersebut. Sehingga hal ini nantinya akan terjadi proses kepemimpinan di perusahaan.

2. Kepemimpinan Meliputi Distribusi Kekuasaan

Aspek penting kedua adalah distribusi kekuasaan. Artinya, kekuasaan seorang pemimpin dalam kelompok jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anggota tim lainnya.

Meskipun bisa bebas memilih anggota tim, kekuasaan antara pemimpin dan tim lainnya tidaklah sama. Pemimpin harus bisa menunjukkan bahwa ia yang memegang kendali penuh atas apa yang terjadi di kelompok atau timnya.

3. Kepemimpinan Memiliki Kemampuan untuk Menggunakan Kekuasaan

Aspek terakhir yaitu memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaan. Pada umumnya, kekuasaan ini digunakan untuk memengaruhi tindakan anggota kelompok atau timnya.

Seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan tentu akan membawa kelompok atau timnya untuk mencapai tujuan tertentu dengan optimal dan efektif.

Oleh karena itu, pemimpin diharapkan untuk bisa mempertimbangkan etika ketika sedang atau akan mengambil keputusan.

Baca juga: Apa Itu Kepemimpinan Otoriter? Ini Ciri, Plus Minus, Contohnya

Contoh Kepemimpinan yang Baik

Faktor utama dari seorang pemimpin adalah bagaimana ia bisa memberikan pengaruh bagi para pengikutnya. Berikut beberapa contoh kepemimpinan yang baik yang bisa Anda ikuti:

1. Menginspirasi dan Memotivasi

Seorang pemimpin adalah penggerak yang mengarahkan anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. Seorang pemimpin juga harus memiliki sikap ambisius dalam mencapai tujuan tersebut.

Terutama di perusahaan. Anda harus menunjukkan sikap pantang menyerah dan selalu inisiatif untuk melakukan perubahan bagi kelompok atau tim, dan juga bagi perusahaan.

2. Bertanggung Jawab

Semua orang tentunya harus memiliki sikap tanggung jawab. Begitu pula seorang pemimpin, harus mampu menunjukkan bahwa Anda memiliki keinginan kuat untuk memimpin anggota mencapai tujuan.

Selain itu, Anda juga harus menunjukkan keinginan untuk bertanggung jawab atas perbuatan Anda dan anggota tim yang memengaruhi perusahaan. Sebab sebagai pemimpin, Anda akan menjadi orang pertama yang dicari terkait hal-hal tertentu.‍

3. Jujur dan Berintegritas

Contoh pemimpin yang baik selanjutnya adalah individu yang jujur dan berintegritas. Anda harus bisa membangun sebuah hubungan dengan anggota kelompok atau tim yang dilandasi oleh rasa percaya.

Pemimpin harus bisa selaras dengan apa yang diucap dan apa yang diperbuat. Sehingga akan timbul rasa percaya tinggi dari anggota tim lainnya.‍

4. Percaya Diri

Rasa percaya diri adalah salah satu contoh ciri pemimpin yang baik. Tujuannya tidak lain adalah untuk dapat meyakinkan anggota lainnya bahwa mereka melakukan sesuatu yang benar guna mencapai tujuan bersama.

Jika Anda menunjukkan rasa percaya diri, maka anggota kelompok atau tim akan merasa yakin dan percaya terhadap semua keputusan yang Anda buat.‍

5. Cerdas dan Mudah Berkomunikasi

Pemimpin juga harus cerdas dan memiliki pengetahuan luas. Terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan tujuan perusahaan. Hal ini membantu Anda dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan.

Selain itu, pemimpin juga harus pandai berkomunikasi. Artinya, Anda adalah seorang yang mudah bersosialisasi dan jarang bersikap diam. Dengan begini, hubungan Anda dengan anggota lainnya pun bisa berjalan dengan baik.

‍Baca juga: 8 Perbedaan Leader dan Boss, yang Mana Karakter Anda?

Tipe-tipe Kepemimpinan dalam Organisasi

Tipe-tipe Kepemimpinan dalam Organisasi

Setelah mengetahui contoh kepemimpinan yang baik, ternyata ada beberapa tipe kepemimpinan dalam perusahaan ketika mengatur para anggotanya. Di antaranya adalah:

1. Otokratik

Jenis kepemimpinan yang pertama adalah otokratik. Pemimpin otokratik merupakan individu yang egois dan sangat otoriter. Pemimpin tipe ini menganggap karyawan merupakan mesin untuk mencapai tujuannya. Sehingga jarang dari mereka yang bisa menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

2. Paternalistik

Tipe selanjutnya adalah paternalistik. Biasa dikenal dengan gaya kepemimpinan tradisional. Pada umumnya, pemimpin ini memilih direksi atau anggota yang sudah senior dan berpengalaman.

Sehingga ciri khas dari tipe kepemimpinan paternalistik yaitu seluruh anggota wajib menghormati mereka dan menjadikannya panutan. Kelebihan dari kepemimpinan ini adalah bisa mengutamakan kebersamaan.

3. Karismatik

Dalam mengurus manajemen perusahaan, pemimpin harus bisa memikat para anggotanya untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin dengan tipe karismatik biasanya dapat dengan mudah melakukan hal ini.

Pada umumnya, anggota atau karyawan lainnya akan memuja dan rela melakukan apa saja yang diminta oleh sosok pemimpin tersebut. Sehingga lebih mudah dalam mencapai tujuan bersama.

4. Laissez Faire

Selanjutnya ada tipe kepemimpinan yang tidak suka melakukan intervensi, yaitu Laissez Faire. Karakteristik kepemimpinan Laissez Faire adalah memiliki kepercayaan penuh pada kemampuan anggota kelompok atau timnya.

Jika pemimpin sudah menaruh kepercayaan penuh pada anggotanya, maka hal ini bisa memberikan pengaruh untuk setiap tindakan yang akan dilakukan guna mencapai tujuan bersama. Alhasil perusahaan bisa berjalan lancar dengan sendirinya.

5. Militeristis

Militeristis adalah tipe pemimpin yang suka memerintah dan segala perintahnya harus dipatuhi.

Pada umumnya, jenis kepemimpinan ini melibatkan pangkat atau jabatan yang memiliki kekuatan dan kekuasaan. Namun, biasanya mereka tidak bisa menerima kritik dari bawahan atau anggotanya.

6. Demokratis

Salah satu karakteristik tipe kepemimpinan demokratis adalah tipe pemimpin yang menganggap bawahannya berharga. Pemimpin demokratis senantiasa menyelaraskan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi bawahan-bawahannya. Mereka senang menerima saran dan kritik dari bawahan.

Indikator yang dapat dilihat dari gaya kepemimpinan demokratis adalah terciptanya hubungan baik antar atasan dan bawahan, karyawan merasa selalu dihargai, dan manajemen yang selalu mendengarkan aspirasi karyawan.

Itulah penjelasan mengenai tipe-tipe kepemimpinan dalam organisasi atau perusahaan yang sering dijumpai. Perlu diingat, bahwa karyawan merupakan aset penting dalam sebuah perusahaan agar bisa berjalan optimal.

Oleh karena itu, jika Anda merupakan seorang pemimpin, jangan sampai melupakan atau mengabaikan kebutuhan karyawan. Sebab, tanpa mereka belum tentu perusahaan Anda bisa berjalan dan mencapai kesuksesan.

Jika Anda membutuhkan karyawan baru yang berkualitas, Anda bisa menaruh info lowongan di KitaLulus. Sebagai aplikasi pencarian kerja yang diakses oleh lebih dari 3 juta pengguna, KitaLulus bisa membantu Anda mendapatkan karyawan dengan cepat.

Gabung sekarang juga dan dapatkan karyawan yang berintegritas untuk tim di perusahaan Anda bersama KitaLulus!

cari karyawancari karyawan