8 Jenis Pajak Perusahaan yang Wajib Dibayar & Cara Menghitungnya

Close Pop up
Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Passion menulis di bidang karir dan bisnis. Mulai aktif menulis dari 2012 dan sampai kapan pun.

Pajak perusahaan adalah
Isi Artikel

Sebagai bentuk penghargaan pada negara, setiap perusahaan domestik atau internasional yang mendirikan usaha di Indonesia wajib membayarkan pajak perusahaan setiap periode tertentu.

Hukum ini tidak hanya berlaku untuk perusahaan multinasional yang sudah punya ribuan karyawan saja. Lebih dari itu, pajak perusahaan juga berlaku pada bisnis kecil (CV atau Firma), walau jumlahnya tentu tidak sama dengan perusahaan besar.

Mau tahu lebih banyak tentang apa itu pajak perusahaan? Apa saja jenis pajak perusahaan yang perlu Anda bayar dan bagaimana regulasinya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

BACA JUGA: Begini Cara Menghitung Bonus Tahunan Karyawan & Pajaknya, Sudah Tahu?

Sekilas Tentang Pajak Perusahaan

pengertian pajak perusahaan

Pajak penghasilan atau yang disebut dengan PPh merupakan pajak negara yang dikenakan kepada setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima wajib pajak.

Pajak penghasilan akan dikenakan kepada penghasilan wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan yang diterima selama satu tahun. Tidak hanya diberlakukan untuk perorangan, pajak penghasilan juga diberlakukan ke perusahaan atas produk yang dikelola.

Dengan kata lain, pajak perusahaan adalah pemungutan atau penarikan pajak yang diambil dari barang atau jasa yang dikelola. Pajak penghasilan perusahaan yang dipungut nantinya akan dikelola untuk kepentingan negara dan akan dikembalikan lagi ke rakyat.

Pajak perusahaan wajib dibayarkan untuk badan usaha berbentuk Perusahaan Terbatas (PT), Perusahaan Firma (Fa), Perseroan Komanditer (CV), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimana sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan.

Tidak hanya itu, pajak perusahaan juga bisa dikenakan kepada perusahaan yang berbentuk kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, lembaga, bentuk usaha tetap, dan bentuk badan lainnya.

Besaran Pajak Penghasilan Perusahaan

Nominal pajak penghasilan perusahaan

Dilansir dari laman resmi pajak, ada beberapa langkah untuk mengetahui besaran pajak perusahaan berapa persen. Langkah-langkah ini nantinya akan memberikan hasil pajak yang harus dibayarkan.

Berikut langkah-langkah untuk mengetahui besaran pajak perusahaan berapa persen:

1. Hitung Seluruh Penghasilan

Langkah pertama untuk mengetahui besaran pajak perusahaan berapa persen adalah dengan menghitung seluruh penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam satu tahun pajak.

Penghasilan yang dimaksud adalah penghasilan yang bukan merupakan objek pajak dan penghasilan yang sudah dikenakan pajak penghasilan perusahaan yang bersifat final.

2. Kurangkan Biaya-biaya

Langkah selanjutnya untuk mengetahui besaran pajak perusahaan berapa persen adalah dengan mengurangi biaya-biaya. Meliputi seluruh biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan operasional usaha. Biaya penyusutan dan amortisasi juga harus diikutsertakan dalam pengurangan biaya ini.

3. Perhatikan Biaya yang Tidak Bisa Dikurangi

Satu lagi langkah untuk mengetahui besaran pajak perusahaan berapa persen adalah untuk memperhatikan biaya yang tidak bisa dikurangi. Hal ini diatur dalam perundang-undangan perpajakan beserta regulasi turunanya.

Artinya, Anda harus mengeluarkan biaya-biaya yang tidak bisa dikurangi dalam penghitungan pajak penghasilan perusahaan.

Apabila hasil bruto perusahaan Anda setelah dikurangi biaya-biaya mendapat kerugian dan tidak bisa dipotong Penghasilan Kena Pajak (PKP), maka hal tersebut akan dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikut sampai lima tahun mendatang.

8 Jenis Pajak Perusahaan yang Harus Dibayar

Dilansir dari laman resmi pajak, besaran pajak perusahaan untuk tahun 2022 ini turun menjadi 20%. Sebelumnya, tarif pajak penghasilan perusahaan dari tahun 2019 sebesar 25% dari penghasilan kena pajak.

Sementara untuk Wajib Pajak Badan yang berbentuk perseroan mendapatkan tarif lebih rendah 3% dari yang ditentukan, apabila jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) paling sedikit 40% dan memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan.

Akan tetapi, jenis pajak perusahaan tidak terbatas pada itu saja. Ada 8 jenis pajak perusahaan lain yang barangkali berlaku juga untuk perusahaan Anda, yaitu:

1. Pajak Perusahaan PPh 15

Pajak perusahaan pertama yang harus dibayarkan adalah Pajak Penghasilan Perusahaan Pasal 15. Jenis pajak perusahaan ini merupakan laporan pajak yang berhubungan dengan Norma Perhitungan Khusus untuk golongan Wajib Pajak tertentu.

Ketika Anda mendirikan perusahaan dan Anda selaku pelaku usaha sudah langsung menjadi Wajib Pajak. Jenis perusahaan yang dikenakan Pajak Perusahaan PPh 15 ini meliputi:

  • Perusahaan pelayaran atau penerbangan internasional
  • Perusahaan pelayaran dan penerbangan dalam negeri
  • Perusahaan asuransi luar negeri
  • Perusahaan pengeboran minyak, gas, dan panas bumi
  • Perusahaan dagang asing
  • Perusahaan investor dalam bentuk BOT (build, operate, transfer)

BACA JUGA: Cara Menghitung Pajak Penghasilan Potongan PPh 21 untuk Karyawan

2. Pajak Perusahaan PPh 21

Pajak Perusahaan PPh 21 adalah pajak atas penghasilan upah, gaji, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya yang berhubungan dengan jabatan, jasa, dan kegiatan yang diterima oleh Wajib Pajak dan harus dibayarkan setiap bulannya.

Biasanya, perusahaan akan mengelola pemotongan pajak perusahaan PPh 21 ini dengan memotong langsung penghasilan para karyawannya dan menyetorkannya ke kas negara melalui bank. Lalu siapa saja yang berhak mendapatkan potongan PPh 21 ini?

  • Pegawai tetap dan penerima pensiun berkala
  • Pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas
  • Anggota Dewan Pengawas dan Dewan Komisaris yang tidak merangkap sebagai pegawai tetap
  • Penerima imbalan lain yang bersifat tidak teratur
  • Peserta program pensiun berstatus pegawai yang menarik dana pensiun

3. Pajak Perusahaan PPh 22

Pajak perusahaan PPh 22 adalah jenis Wajib Pajak perusahaan yang melakukan kegiatan impor dari pembeli atas penjualan barang mewah. Biasanya ada pihak tertentu yang akan memungut pajak penghasilan perusahaan ini. Di antaranya adalah:

  • Bendahara Pemerintah Pusat atau Daerah, instansi atau lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga negara lainnya yang berkaitan dengan pembayaran atas penyerahan barang
  • Badan-badan tertentu seperti badan pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan kegiatan di bidang impor
  • Wajib Pajak Badan tertentu yang ditugaskan untuk memungut pajak pembeli atas penjualan barang mewah

4. Pajak Perusahaan PPh 23

Pajak Perusahaan PPh 23 adalah jenis pajak yang dipotong oleh pemungut pajak dari Wajib Pajak saat melakukan transaksi. Meliputi transaksi dividen (pembagian keuntungan saham), royalti, bunga, hadiah dan penghargaan, sewa dan penghasilan yang berkaitan dengan penggunaan aset selain tanah, bangunan, atau jasa.

Besaran pajak perusahaan yang dikenakan pajak PPh 23 ini berdasarkan pada nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau jumlah bruto dari penghasilan. Seperti:

  • Tarif 15% dari jumlah bruto dikenakan pada transaksi dividen, hadiah dan penghargaan selain yang dipotong PPh 21
  • Tarif 2% dari jumlah bruto dikenakan pada transaksi sewa dan penghasilan kecuali tanah dan bangunan, transaksi imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, dan jasa konsultan, hingga jasa lainnya yang tercantum pada Peraturan Menteri Keuangan No. 141/PMK.03/2015

5. Pajak Perusahaan PPh 25

Selanjutnya adalah jenis Pajak Perusahaan PPh 25 yang berasal dari jumlah pajak penghasilan perusahaan terutang menurut SPT Tahunan PPh dikurangi oleh PPh yang dipotong serta PPh terutang di Luar Negeri yang boleh dikreditkan.

Pembayaran pajak perusahaan ini harus dilakukan sendiri dan tidak boleh diwakilkan serta dilakukan secara berangsur. Tujuanya adalah untuk meringankan beban Wajib Pajak dalam pembayaran pajak tahunannya.

Jika Anda terlambat dalam membayar pajak perusahaan PPh 25 maka akan dikenakan bunga sanksi pajak per bulan dihitung dari tanggal jatuh tempo hingga tanggal pembayaran.

Jenis pajak perusahaan dan fungsinya

6. Pajak Perusahaan PPh 26

Pajak Perusahaan PPh 26 adalah jenis pajak yang dikenakan atas penghasilan yang bersumber dari Indonesia yang diterima Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap di Indonesia.

Besaran pajak perusahaan berapa persen pada PPh 26 adalah sebesar 20%. PPh 26 merupakan penghasilan yang bersumber dari Indonesia yang dinikmati oleh orang atau badan di luar Indonesia dan dikenakan pajak. Berikut jenis penghasilan yang dipotong:

  • Dividen
  • Bunga yang meliputi premium, diskonto, dan imbalan
  • Royalti, sewa, dan penghasilan lain yang berkaitan dengan penggunaan harta
  • Imbalan jasa, pekerjaan, dan kegiatan
  • Hadiah dan penghargaan
  • Pensiun dan jenis pembayaran berkala lainnya
  • Premi swap dan transaksi lindung nilai lainnya
  • Keuntungan karena pembebasan utang

7. Pajak Perusahaan PPh 29

Pajak Perusahaan PPh 29 adalah pajak penghasilan perusahaan yang dihasilkan dari nilai lebih pajak terutang dikurangi kredit pajak. PPh 29 dikenakan saat jumlah pajak terutang suatu perusahaan dalam satu tahun pajak lebih besar dari jumlah kredit pajak yang telah dipotong oleh pihak lain dan telah disetor sendiri.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah, Pajak Perusahaan PPh 29 harus dibayarkan sebelum SPT Tahunan PPh Badan dilaporkan. Ketentuan untuk Wajib Pajak Badan yang harus dibayarkan adalah:

  • Angsuran PPh 25 = PPh terutang tahun lalu x 12
  • PPh 29 yang harus dilunasi = PPh terutang – Angsuran PPh 25

8. Pajak Perusahaan PPh Pasal 4 ayat (2)

Merupakan jenis pajak penghasilan perusahaan yang dipotong dari bunga deposito dan tabungan lainnya, bunga obligasi dan surat utang negara, bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi, hadiah undian, transaksi saham dan sekuritas lainnya, dan jenis transaksi lainnya yang sudah diatur dalam regulasi.

Perlu Anda ketahui, pajak penghasilan perusahaan yang dikenai pajak bersifat final dan tidak bisa dikreditkan.

Contoh Laporan Pajak Perusahaan

Contoh laporan pajak perusahaan

Ada empat contoh laporan pajak perusahaan yang bisa dibuat oleh perusahaan, diantaranya adalah:

1. Laporan Keuangan Neraca

Contoh laporan pajak perusahaan yang pertama ini adalah sebuah data yang memperlihatkan kondisi nilai dan posisi aktiva serta pasiva yang harus seimbang. Berikut contoh laporan keuangan neraca sebuah perusahaan:

Contoh laporan pajak perusahaan dalam neraca

2. Laporan Keuangan Laba Rugi

Contoh laporan pajak perusahaan selanjutnya adalah laporan keuangan laba rugi. Laporan ini berisikan rangkuman data kerugian serta keuntungan sebuah perusahaan. Berikut contoh laporan keuangan laba rugi:

Contoh laporan keuangan laba rugi single step

Contoh laporan pajak perusahaan dalam laba rugi single step

Contoh laporan keuangan laba rugi multiple step

Contoh laporan pajak perusahaan dalam laba rugi multiple step

3. Laporan Keuangan Perubahan Modal

Laporan keuangan perubahan modal adalah contoh laporan pajak perusahaan yang digunakan untuk melihat kondisi modal perusahaan dan data baru ketika adanya perubahan modal. Sehingga akan terlihat jumlah modal awal dan saldo akhir sebuah perusahaan.

Contoh laporan pajak perusahaan dalam perubahan modal

4. Laporan Keuangan Arus Kas

Laporan keuangan arus kas adalah contoh  laporan pajak perusahaan yang berisikan data arus kas untuk mengetahui arus keluar-masuk uang kas perusahaan. Biasanya laporan ini disebut juga dengan laporan cash flow.

Contoh laporan pajak perusahaan dalam laporan arus kas

Itulah pembahasan dari KitaLulus tentang pajak perusahaan, jenis, rumus, dan cara menghitungnya! Kesusahan melaporkan pajak perusahaan sendirian? Cari tim untuk membantu Anda, yuk!

Di KitaLulus, Anda bisa mendapatkan talenta pajak terbaik yang dijamin expert di bidangnya, baik secara hard skill maupun soft skill. Jadi tunggu apalagi, yuk pasang lowongan pekerjaan Anda di KitaLulus sekarang!


Dapatkan konten Kitalulus

Terima Kasih telah berlanggan pada newsletter Kitalulus!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok