Prive Adalah: Karakteristik, Kategori, Cara Menghitungnya

Annissa Manystighosa

Penulis, pengajar, dan penerjemah yang sedang menekuni pengetahuan seputar bisnis.

hrd
Isi Artikel

Demi menjaga kelancaran usaha, Anda harus mengawasi dan menuliskan setiap arus kas keuangan dalam bisnis kecil Anda. Jika Anda tidak melacak dan mencatat setiap pengeluaran dan menetapkan aturan ketat untuk penggunaannya, usaha Anda dapat kehilangan pendapatan yang sangat besar dengan cepat, terutama jika investor Anda menarik prive.

Apa itu prive? Prive adalah istilah penting yang perlu Anda pahami. Untuk memahaminya, simak penjelasan berikut, yuk!

Apa Itu Prive?

Prive adalah penarikan sejumlah dana atau aset oleh investor yang jumlahnya sama dengan yang pertama kali mereka setorkan. Tujuan penarikan ini bisa beragam, tetapi kebanyakan untuk keperluan pribadi pemilik modal, bukan keperluan bisnis.

Dalam akuntansi, prive atau withdrawals dicatat pada kolom saldo debet pembukuan perusahaan. Meski akan berdampak pada ekuitas perusahaan, tetap saja prive adalah hak investor yang harus dihormati jika diminta.

Meskipun investor diperbolehkan untuk menarik dana yang telah mereka tanamkan, ada sejumlah batasan dan prosedur yang harus diikuti. Yup, karena keadaan ini akan mempengaruhi operasional perusahaan.

Singkatnya, proses penarikan modal yang dikenal sebagai prive adalah harus diawasi oleh komisaris dan disetujui dewan komisaris. Jika semua investor setuju, maka modal atau aset yang diminta penarikannya dapat digunakan untuk kepentingan pribadi investor.

Karakteristik Prive dalam Akuntansi

Karakteristik Prive dalam Akuntansi

Terdapat tiga karakteristik prive atau withdrawals dalam pembukuan akuntansi. Berikut info detailnya.

1. Membantu Memantau Modal yang Digunakan untuk Keperluan Pribadi

Melalui akun prive, jumlah total modal atau dana yang ditarik oleh investor dari bisnis untuk keperluan pribadi bisa diketahui. Hal ini dapat memfasilitasi pemantauan atas penarikan dana oleh pemilik bisnis dan menjamin bahwa seluruh saldo modal perusahaan terjaga dan sesuai dengan arus kas yang terdokumentasi.

2. Prive Bukan Akun Permanen atau Akun Berkelanjutan

Akun prive tidak termasuk dalam catatan keuangan permanen atau berkelanjutan. Dengan kata lain, akun-akun tersebut diseimbangkan dengan kredit ke buku besar pada akhir periode atau tahun fiskal. Sisanya akan ditransfer ke modal pemilik dan ekuitas dari neraca, dan termasuk dalam jenis debit.

Akun penarikan ini tidak akan digunakan lagi sampai tahun berikutnya untuk mencatat setiap penarikan dari perusahaan selama tahun atau jangka waktu sebelumnya. Oleh karena itu, akun prive tidak dicatat sebagai akun permanen atau berkelanjutan dalam catatan keuangan, melainkan hanya akun sementara.

3. Prive Bukan Akun Pengeluaran Bisnis

Karakteristik prive adalah tidak terdaftar sebagai akun pengeluaran, bahkan ketika total keuangan dalam suatu perusahaan telah berkurang. Jawabannya sederhana, penarikan yang dilakukan oleh pemilik tidak dianggap sebagai pengeluaran bisnis.

Sebaliknya, pengurangan dari prive adalah penurunan jumlah ekuitas perusahaan yang dihabiskan oleh pemilik untuk penggunaan pribadi. Jika akun ini digunakan sebagai akun pengeluaran, pencatatannya hanya akan muncul di laporan laba rugi dan bukan di neraca.

Baca Juga: Rumus dan Cara Menghitung Laba Rugi Perusahaan serta Tipsnya

Kategori Prive

Prive adalah penarikan dana dan aset yang dapat diklasifikasikan ke dalam sejumlah kategori. Keempat kategori transaksi prive tersebut akan dijelaskan secara lengkap di bawah ini.

1. Penarikan Modal oleh Mitra Aktif atau Pasif

Khususnya dalam persekutuan komanditer atau CV, terdapat mitra aktif dan pasif dalam struktur kepengurusannya. Mitra pasif adalah mereka yang mengeluarkan dana atau sumber daya, dan mitra aktif adalah mereka yang mengelola operasional bisnisnya.

Mitra aktif di CV bertanggung jawab terhadap properti pribadi, mengelola perusahaan, dan mengadakan kontrak hukum atau interaksi dengan pihak lain. Sedangkan mitra pasif terbatas pada penyertaan modal dan tidak ikut serta dalam pengelolaan perusahaan.

Kedua belah pihak, baik mitra aktif maupun pasif, yang membebankan penarikan atas aset bisnis, baik dana maupun lainnya yang didokumentasikan dalam pembukuan perusahaan, berhak melakukan prive.

2. Mitra CV yang Menggunakan Dana Perusahaan

Mirip dengan kategori prive sebelumnya, terdapat mitra-mitra yang mungkin memiliki hal untuk membelanjakan uang perusahaan untuk keperluan pribadi. Dana ini akan diklasifikasikan sebagai withdrawals dalam catatan keuangan organisasi.

Umumnya, kebijakan perusahaan dan perjanjian perundingan bersama telah mengatur penarikan dana oleh mitra untuk tujuan pribadi. Semua anggota kemitraan harus memahami dan menerapkan ini agar bisnis dapat menjaga stabilitas keuangannya.

3. Pembagian Keuntungan

Kategori berikutnya dalam transaksi prive adalah pembagian keuntungan. Dalam sebuah perusahaan atau entitas bisnis, keuntungan juga didistribusikan kepada investor.

Bagi hasil ini diklasifikasikan sebagai prive karena menggabungkan dana perusahaan yang berasal dari keuntungan bisnis yang dihasilkan selama periode waktu tertentu. Hal ini dicatat dalam prive karena melibatkan pemilik perusahaan atau investor serta kontrol keuangan secara langsung.

4. Kompensasi atau Upah untuk Mitra Aktif dan Pasif

Secara umum, prive juga terdiri dari kategori gaji milik mitra aktif dan pasif. Beberapa mitra badan usaha berperan aktif dalam pengelolaan perusahaan, sehingga mereka berhak mendapatkan kompensasi sebagai karyawan.

Untuk menghindari kendala keuangan yang dikenakan oleh kriteria ini, dibuatlah akun prive guna menutupi penggajian mitra aktif dan pasif, dengan catatan bahwa itu tidak termasuk dalam rencana pembagian dividen.

Baca Juga: Apa Bedanya CV dan PT? Ini 7 Perbedaan dan Syarat Pendiriannya

Contoh Prive

Berikut merupakan ilustrasi tentang prive adalah:

Carlos mempunyai 20% saham perusahaan X. Kemudian ia ingin membeli apartemen baru dan menarik modalnya dari bagian kemitraan bersama perusahaan X sebesar Rp50 juta. Maka, X akan mencatat penarikan tersebut dengan bentuk sebagai berikut:

[D] Prive Rp50.000.000

[K] Kas Rp200.000.000

Jadi, akibat penarikan tersebut, modal Carlos akan berkurang Rp50 juta setelah tutup buku akhir tahun.

Cara Menghitung Prive

Rumus menghitung prive adalah sebagai berikut.

Prive = Modal akhir - (Modal awal+Laba)

Contoh:

PT Abadi memiliki modal sebesar Rp200 juta. Laba bersihnya Rp50 juta. Salah seorang investor menarik dana sehingga modal akhir PT Abadi menjadi Rp230 juta. Maka, total prive adalah:

Prive = Modal akhir - (Modal awal + Laba)

= Rp230 juta - (Rp200 juta + Rp50 juta)

= Rp230 juta - Rp250 juta

= -Rp20 juta (tanda minus menandakan penarikan modal)

Baca Juga: Tahapan Siklus Akuntansi untuk Membuat Laporan Keuangan

Contoh Prive dalam Laporan Akuntansi

Setelah mempelajari karakteristik dan kategorinya, mari kita pelajari cara memasukkan prive ke dalam laporan.

Sebagai contoh, ada perusahaan PT Baru Berdiri. Pak Carlos, salah satu investor atau pemilik modal, melakukan penarikan modal. Berikut adalah cara mencatatnya dalam laporan.

1. Jurnal Umum

2. Neraca Saldo

3. Laporan Laba Rugi

4. Laporan Perubahan Modal

Itulah penjelasan tentang apa itu prive secara detail. Pengambilan modal ini umum terjadi di dunia usaha, jadi Anda perlu berhati-hati sebab hal tersebut dapat mempengaruhi ekuitas bisnis.

Bagi Anda yang sedang mencari tim finance untuk mencatat penarikan prive, KitaLulus siap membantu Anda. Sebagai platform pencarian kerja teraman di Indonesia, KitaLulus telah digunakan oleh lebih dari 1 juta pengguna, sehingga Anda tak perlu khawatir lowongan Anda akan sepi pelamar.

Segera pasang info loker perusahaan Anda dan dapatkan kandidat terbaik dengan cepat hanya dalam hitungan hari!

cari karyawan
Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
chat whatsapp hrd