Apa Itu Value Proposition? Ini 8 Elemen, Contoh, dan Cara Membuatnya

Shirley Candrawardhani
Shirley Candrawardhani

Berkarir sebagai penulis profesional sejak 2012 yang berantusias menulis topik seputar bisnis, keuangan, dan hukum.

Apa itu value proposition
Isi Artikel

Value propositionValue proposition adalah sebuah elemen penting dalam kegiatan pemasaran di perusahaan Anda. Mengapa? Sebab, hal ini membuat pelanggan tertarik untuk membeli produk Anda dibandingkan kompetitor.

Selain itu, value proposition juga bisa membuat manfaat dan keunggulan produk dan/atau jasa yang Anda pasarkan menjadi jelas sejak awal. Namun pada prakteknya, tidak semua perusahaan memberlakukan hal ini.

Pelajari lebih lanjut terkait apa itu value proposition, faktor utama yang mempengaruhi, elemen, contoh, dan cara membuatnya di bawah ini.

BACA JUGA: 3 Cara Menentukan Unique Selling Point (USP) dan Contohnya

Apa Itu Value Proposition?

Value proposition adalah

Tahukah Anda bahwa, jika perusahaan Anda bisa melakukan value proposition dengan benar, maka Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih dari kompetitor? Hal ini karena Anda bisa menunjukkan keunggulan produk dan/atau jasa dengan mudah.

Pengertian value proposition adalah sebuah nilai yang dijanjikan oleh perusahaan kepada pelanggan agar membeli produk dan/atau jasanya. Umumnya, hal ini bisa dilihat dari call to action seperti kalimat mengajak.

Nilai ini yang kemudian dijadikan sebuah strategi pemasaran untuk menyampaikan pesan kepada pelanggan mengenai produk dan/atau jasa tersebut. Mengapa layak untuk dipilih, kelebihan yang dimiliki, hingga manfaatnya bagi pelanggan.

Value proposition sebuah perusahaan bisa memberitahu pelanggan sebuah alasan mengapa produk dan/atau jasa yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan mereka. Nah, agar pelanggan bisa mengetahui maksud tersebut, maka Anda harus menyampaikannya secara langsung,

Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan promosi. Baik secara online atau offline. Agar value proposition ini bisa berhasil, maka Anda harus membuatnya secara persuasif dan membantu mengubah keputusan pelanggan untuk membeli produk dan/atau jasa dari bisnis Anda.

Elemen Value Proposition

Elemen value proposition

Seperti yang disebutkan diatas, value proposition bisa membedakan produk dan/atau jasa Anda dari kompetitor sejenis. Nah, agar Anda bisa mengoptimalkan hal tersebut, ada beberapa elemen yang harus diperhatikan. Selengkapnya tentang 8 elemen value proposition adalah sebagai berikut:

1. Newness

Elemen value proposition yang pertama adalah newness atau hal baru. Artinya, agar produk dan/atau jasa Anda bisa bersaing dengan kompetitor, maka Anda perlu menawarkan hal yang baru, yang lebih unggul dari produk lainnya.

2. Performance

Setelah newness, Anda juga harus memperhatikan performance produk sebagai elemen value proposition. Artinya, Anda harus memikirkan bagaimana produk dan/atau jasa Anda bekerja selama digunakan oleh pelanggan. Umumnya, pelanggan lebih menyukai produk yang bisa awet dalam jangka waktu yang lama.

3. Customization

Customization atau personalisasi adalah elemen value proposition berikutnya yang harus Anda perhatikan. Artinya, Anda harus menyesuaikan produk dan/atau jasa yang dipasarkan dengan keinginan dan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan.

4. Design

Tanpa visualisasi yang orisinil dan khas, pelanggan akan dengan mudah melupakan produk Anda. Oleh karena itu, jangan lupa memperhatikan elemen value proposition satu ini ya! Anda dapat mewujudkan proposisi nilai desain melalui kemasan produk atau konten promosi.

BACA JUGA: Contoh Desain Kemasan Produk Paling Kreatif dan Cara Buatnya

5. Problem Solving

Elemen value proposition yang kelima adalah problem solving atau pemecahan masalah. Dalam hal ini, pelanggan akan memikirkan apakah produk dan/atau jasa yang Anda tawarkan bisa menyelesaikan masalah yang mereka miliki atau tidak.

6. Brand

Brand atau merek adalah elemen proposisi bisnis berikutnya. Tanpa disadari, pelanggan membeli beberapa merek terkenal dan mahal untuk menaikan status sosialnya. Maka dari itu, brand sangat erat kaitannya dengan status individu.

7. Price

Apakah Anda mengira dengan memurahkan harga, value proposition produk akan membaik di mata konsumen? Belum tentu. Kenyataannya, penentuan elemen value proposition berupa harga harus disesuaikan dengan kelas produk dan daya beli (buying power) konsumen.

Jika Anda membuat perhiasan yang menarget kalangan sosialita menengah ke atas, ada kemungkinan value proposition produk akan lebih baik jika harganya dibuat lebih mahal.

8. Accessibility

Terakhir, elemen value proposition yang harus Anda dan tim perhatikan adalah accessibility atau kemudahan dalam mengakses. Artinya, Anda harus memikirkan apakah produk dan/atau jasa yang dipasarkan bisa menjangkau pasar dengan luas atau tidak. Terlepas dari demografi pelanggan.

Terlepas dari beberapa elemen di atas, Anda juga harus memperhatikan faktor utama value proposition, yang antara lain adalah sebagai berikut:

  • Fungsionalitas: apakah produk dan/atau jasa yang dipasarkan sudah bisa menyelesaikan masalah yang dimiliki pelanggan?
  • Emosi: pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pemasaran produk dan/atau jasa kepada pelanggan
  • Ekonomi: apakah produk dan/atau jasa yang dipasarkan dapat menjangkau semua lapisan ekonomi masyarakat?
  • Simbolis: atribut yang digunakan untuk menonjolkan produk dan/atau jasa di mata masyarakat
  • Nilai akhir: sebuah jaminan yang diberikan kepada pelanggan yang sudah menggunakan produk dan/atau jasa Anda

BACA JUGA: Apa Itu STP (Segmenting, Targeting, Positioning) dalam Bisnis? Ini Contoh dan Cara Analisisnya

Cara Membuat Value Proposition Produk

Cara membuat value proposition

Setelah Anda mengetahui elemen dan faktor utama value proposition, sekarang mari kita membahas bagaimana cara membuat value proposition untuk produk dan/atau jasa yang Anda pasarkan.

Dilansir dari laman Hubspot, ada tiga cara membuat value proposition dengan metode canvas, berikut penjelasan lengkapnya:

1. Buat Profil Pelanggan

Cara membuat value proposition yang pertama adalah dengan membuat profil pelanggan. Anda bisa memulai dengan mencari tahu apa pekerjaan, harapan, dan customer pain point yang dimiliki oleh pelanggan.

Ketiga poin tersebut bertujuan untuk mengetahui untuk siapa produk dan/atau jasa Anda dibuat. Sehingga Anda bisa memberikan solusi atas semua permasalahan yang dirasakan hanya dengan melalui produk dan/atau jasa yang dipasarkan.

2. Buat Pemetaan Nilai

Cara membuat value proposition yang kedua adalah dengan membuat pemetaan nilai terhadap produk dan/atau jasa yang Anda buat. Anda bisa memulai dengan memikirkan “bagaimana produk Anda bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan?”, “bagaimana produk Anda bisa memberikan kepuasan kepada pelanggan?”, dan “bagaimana produk Anda bisa menghasilkan keuntungan dan disaat bersamaan bisa berguna untuk pelanggan?”

3. Tentukan Value Proposition

Cara terakhir adalah dengan menentukan value proposition pada produk dan/atau jasa Anda. Hal yang perlu dilakukan adalah menentukan bagaimana proposisi nilai ini bisa cocok dengan profil pelanggan Anda.

Cara membuat value proposition dengan metode canvas ini digunakan untuk melihat apakah ada kecocokan antara produk dan/atau jasa Anda dengan pasar dan targetnya (pelanggan).

Contoh Value Proposition

Contoh value proposition

Jika Anda masih bingung bagaimana menentukan value proposition dari produk dan/atau jasa, mungkin Anda bisa melihat beberapa contoh value proposition dari brand terbesar dan ternama di dunia, seperti:

1. Apple

Apakah Anda penasaran mengapa Apple masih memiliki banyak peminat meskipun memiliki harga jual yang tinggi? Hal ini karena Apple memberikan kesan “pengalaman adalah produk terbaik”.

Value proposition yang ditawarkan oleh Apple adalah “smartphone harus lebih dari sekedar kumpulan fitur”. Apple tahu betapa ketatnya persaingan di luar sana. Maka dari itu, mereka fokus pada “pengalaman” yang dirasakan oleh pelanggan.

Apple menawarkan beberapa fitur yang tidak dimiliki oleh ponsel pintar lainnya. Mulai dari sistem operasi yang berbeda, desain simpel yang minimalis, hingga fitur keamanan yang canggih. Hal tersebutlah yang menjadi value proposition Apple hingga saat ini.

2. Airbnb

Selanjutnya kita akan membahas contoh value proposition dari Airbnb. Nilai yang ditawarkan oleh perusahaan ini adalah sistem two in one, dimana target pelanggannya adalah tamu yang membutuhkan tempat menginap, dan pemilik rumah yang ingin menyewakan tempat mereka.

Dari value proposition yang ditawarkan, Airbnb bisa membuat para wisatawan merasakan pengalaman berbeda saat menginap, dan juga pemilik rumah mendapatkan pemasukan tambahan. Airbnb menawarkan sensasi menginap rasa “lokal”.

Dimana hal tersebut sesuai dengan tagline “Airbnb menciptakan dunia dimana siapapun bisa berada dimana saja”. Bahkan kebanyakan tempat menginap yang ditawarkan lebih unik dan memiliki pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan menginap di hotel berbintang.

Demikianlah penjelasan terkait value proposition, elemen dan faktor utamanya, cara membuat, hingga contoh dari dua brand ternama dan terbesar di dunia yang perlu Anda ketahui.

Jika Anda membutuhkan karyawan untuk membuat value proposition produk dan/atau jasa yang dipasarkan, maka Anda bisa menaruh informasinya di KitaLulus. Sebagai salah satu komunitas pencari kerja terbesar, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Gowa, Makassar, Medan, Semarang, dan Surabaya.

Segera daftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan kerja di KitaLulus secara gratis. Dapatkan kandidat terbaik dan berpotensi di bidangnya #LebihMudah bersama KitaLulus!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok