Biaya Variabel: Arti, Fungsi, Contoh, Bedanya dengan Biaya Tetap

Shirley Candrawardhani
Admin KitaLulus adalah content writer dan editor profesional yang mengelola konten artikel di KitaLulus.
Biaya variabel adalah
Biaya Variabel: Arti, Fungsi, Contoh, Bedanya dengan Biaya Tetap

Dalam contoh laporan keuangan, biaya variabel adalah salah satu hal yang harus disertakan dalam penghitungan. Biaya ini selalu ada di setiap proses produksi.

Itulah mengapa setiap pebisnis sebaiknya memahami dengan baik apa itu bisnis variabel beserta jenis-jenisnya.

Pahami lebih lanjut terkait pengertian biaya variabel, contoh, hingga cara menghitungnya melalui penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Biaya Variabel?

Apa itu biaya variabel

Secara umum, pengertian biaya variabel adalah biaya yang berubah-ubah terhadap jumlah barang atau jasa yang diproduksi. Artinya, ketika jumlah barang atau jasa meningkat, maka biaya variabel juga akan meningkat.

Biaya variabel atau variable cost juga bisa diartikan sebagai biaya yang naik turun tergantung pada volume produksi perusahaan.

Adapun beberapa jenis biaya variabel adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya transaksi, komisi, biaya utilitas, dan masih banyak lagi.

Ciri-ciri Biaya Variabel

Selengkapnya tentang ciri-ciri biaya variabel adalah sebagai berikut:

  • Perubahan jumlah total dalam produksi sama dengan perubahan volume.
  • Meskipun jumlah produksi mengalami perubahan, biaya per unit cenderung konstan.
  • Dapat dibebankan kepada departemen yang berkaitan dengan proses produksi dengan mudah dan tepat.
  • Dapat dikendalikan.

Baca juga: Biaya Overhead: Pengertian, Manfaat, Jenis, & Cara Hitungnya

Perbedaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Selain variable cost, di dunia bisnis juga dikenal istilah biaya tetap. Perbedaan biaya tetap dan biaya variabel akan dijelaskan sebagai berikut.

  • Biaya tetap adalah pengeluaran yang tetap dan konstan dalam jangka waktu tertentu, terlepas dari volume produksi atau penjualan. Sedangkan biaya variabel adalah pengeluaran yang berubah sesuai dengan volume dan tingkat aktivitas bisnis.
  • Biaya tetap atau fixed cost juga dikenal sebagai biaya periodik, biaya overhead, atau biaya suplemen. Sementara variable cost juga disebut sebagai biaya langsung atau biaya utama, karena biaya ini dipengaruhi langsung oleh tingkat hasil produk.
  • Sifat biaya tetap bersifat konstan seiring waktu, sedangkan biaya variabel berkaitan dengan perubahan dan volume.
  • Fixed cost selalu berlaku, bahkan jika produksi sedang tidak ada. Sementara variable cost meningkat dan menurun seiring dengan volume produksi atau penjualan.

Dalam rangka merencanakan bisnis yang sukses, penting bagi seorang pebisnis untuk memahami perbedaan biaya tetap dan biaya variabel, serta bagaimana kedua jenis biaya tersebut dapat mempengaruhi keputusan bisnis.

Dengan pemahaman yang tepat tentang konsep biaya, seorang pebisnis dapat merencanakan strategi bisnis yang lebih baik dan efektif.

Fungsi Biaya Variabel

Fungsi biaya variabel untuk perusahaan

Ada beberapa fungsi biaya variabel yang bisa membantu perusahaan untuk mengetahui kondisi finansialnya. Fungsi tersebut dijabarkan dalam ulasan di bawah ini.

1. Mengendalikan BIaya Perusahaan

Hal pertama yang menjadi fungsi biaya variabel adalah untuk mengendalikan biaya perusahaan. Artinya, perusahaan bisa memisahkan mana yang membutuhkan variable cost dan mana yang membutuhkan fixed cost.

Adanya pemisahan jenis biaya ini juga membantu Anda dalam menghitung laporan keuangan. Selain itu perusahaan juga bisa lebih fokus pada penghitungan biaya tetap.

2. Merencanakan dan Menganalisis Keputusan Jangka Pendek

Fungsi berikutnya adalah untuk merencanakan dan menganalisis keputusan jangka pendek.

Hal ini bisa terjadi ketika perusahaan mendapatkan pesanan khusus dalam jumlah tertentu yang bisa merubah jumlah variable cost. Sehingga Anda bisa memperhitungkan dan menentukan harga yang ditawarkan.

3. Menetapkan Nilai

Variable cost juga berfungsi untuk membantu Anda menetapkan nilai masing-masing divisi. Artinya, manajemen bisa menilai efektivitas produksi yang dihasilkan oleh setiap divisi untuk memenuhi pertanggungjawaban.

Baca juga: Pengertian Biaya Peluang, Manfaat, Cara Hitung, dan Contoh

Jenis dan Contoh Biaya Variabel

Contoh biaya variabel perusahaan

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa variable cost adalah jenis biaya yang mengalami naik turun tergantung jumlah produksi yang dihasilkan.

Ada beberapa contoh biaya variabel yang umumnya harus masuk perhitungan dalam laporan keuangan, misalnya:

1. Bahan Baku

Contoh biaya variabel yang pertama adalah bahan baku untuk kegiatan produksi. Bahan baku tersebut adalah bahan-bahan berwujud yang dapat diukur dan berkontribusi dalam proses produksi.

Jika perusahaan mendapatkan permintaan khusus, maka bahan baku yang diperlukan pun turut mengalami perubahan dari yang biasa digunakan.

2. Upah Tenaga Kerja

Selanjutnya yaitu upah tenaga kerja. Artinya perusahaan membayar upah langsung kepada tenaga kerja yang berkontribusi dalam proses produksi.

Contoh variable cost satu ini juga turut mengalami perubahan mengikuti permintaan atau jumlah yang diproduksi.

Upah tenaga kerja bukanlah gaji. Melainkan upah yang dibayarkan berdasarkan jumlah produk yang dihasilkan.

3. Biaya Distribusi

Biaya distribusi produk atau jasa ke pelanggan atau ke daerah-daerah juga merupakan contoh biaya variabel yang paling umum dikeluarkan perusahaan.

Biaya ini biasanya dikeluarkan dalam bentuk bensin, upah kurir, uang makan, uang jalan, biaya promosi, dan lainnya.

4. Komisi Penjualan

Contoh variable cost berikutnya adalah komisi penjualan yang diberikan kepada tim penjual yang berhasil memenuhi target penjualan. Biasanya ini diberikan berdasarkan keuntungan perusahaan.

Artinya, jika perusahaan mengalami peningkatan dalam penjualan dan mendapatkan keuntungan, makan tim penjual akan mendapatkan komisi.

5. Upah Lembur

Satu lagi yang termasuk ke dalam contoh biaya variabel adalah upah lembur tenaga kerja.

Jika ada permintaan produk dalam jumlah banyak, maka mau tidak mau perusahaan akan meminta waktu lembur untuk menyelesaikan kuota pesanan.

Namun tentunya upah lembur ini tidak setiap saat diberikan. Misalnya upah hanya diberikan pada waktu-waktu tertentu saja, seperti ketika mengerjakan pesanan dalam jumlah banyak.

Baca juga: 9 Cara Mengoptimalkan Biaya Produksi Perusahaan Agar Makin Efisien

Cara Menghitung Biaya Variabel

Cara menghitung biaya variabel

Tahukah Anda, variable cost memiliki dua karakteristik utama, yaitu biaya yang berubah secara proporsional dengan perubahan volume produksi, dan biaya per unit tetap atau konstan.

Kedua karakteristik tersebut menjadikan ada dua cara menghitung biaya variabel. Pada umumnya, rumus biaya variabel yang digunakan adalah:

Total biaya variabel = Biaya per unit x Jumlah total unit

Misal perusahaan Anda mendapatkan permintaan khusus untuk membuat 50 unit produk. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat 1 (satu) unit produknya adalah Rp20 ribu. Maka cara menghitung biaya variabel adalah sebagai berikut:

Rp20.000 x 50 = Rp100.000

Jadi jumlah variable cost yang harus dikeluarkan perusahaan adalah sebesar Rp100.000 untuk pembuatan 50 unit produk.

Sedangkan untuk cara menghitung biaya variabel per unit dalam BEP, rumus variable cost yang digunakan adalah:

BEP = Biaya tetap / (Harga jual per unit – Biaya variabel per unit)

Contohnya di setiap bulan perusahaan Anda mengeluarkan Rp50 juta untuk biaya tetap. Sedangkan untuk variable cost membutuhkan Rp30 ribu, dan harga jual per unit adalah Rp5 ribu. Maka cara menghitung variable cost per unit dalam BEP adalah:

Rp50.000.000 / (Rp30.000 – Rp5.000)

= Rp50.000.000 / Rp25.000

= Rp2.000

Jadi dalam penghitungan BEP (Break Even Point) biaya variabel per unit yang diproduksi adalah Rp2.000,00.

Demikianlah penjelasan terkait pengertian biaya variabel, fungsi, bedanya dengan biaya tetap, contoh, hingga cara menghitung dan rumusnya yang perlu Anda ketahui.

Adanya biaya tetap dan biaya variabel adalah bagian dari total biaya yang harus ditanggung perusahaan untuk setiap proses produksi. Tentunya total biaya tersebut adalah hal penting untuk kelangsungan operasional perusahaan.

Maka dari itu, ada baiknya Anda memahami dan mengerti mengenai variable cost ini.

Apakah perusahaan Anda membutuhkan seorang akuntan? Anda bisa menaruh informasinya di KitaLulus. Sebagai komunitas pencari kerja terbesar dan nomor satu, KitaLulus sudah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Makassar, Surabaya, Medan, Semarang, dan Gowa.

Segera daftarkan diri Anda untuk memasang iklan lowongan pekerjaan di KitaLulus dengan gratis. Dapatkan seorang akuntan yang memenuhi kualifikasi perusahaan Anda dalam hitungan hari, bersama KitaLulus mulai dari sekarang!

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top