Apa Itu Spin Off, Tujuan, dan Bedanya dengan Split Off

Putri Prima
Lulusan Ilmu Komunikasi yang mendalami dunia content writing, khususnya di bidang karir dan bisnis.
spin off adalah
Apa Itu Spin Off, Tujuan, dan Bedanya dengan Split Off

Spin off adalah salah satu metode yang digunakan perusahaan sebagai upaya untuk membentuk entitas bisnis baru yang mandiri. Layaknya perusahaan pada umumnya, entitas baru ini juga memiliki struktur manajemen serta nama sendiri.

Ada banyak alasan dan tujuan dari dilakukannya hal ini. Untuk memahaminya, Anda bisa membaca artikel KitaLulus berikut.

Apa Itu Spin Off Perusahaan?

Pengertian spin off adalah proses di mana perusahaan memisahkan unit bisnis tertentu menjadi entitas terpisah yang berdiri sendiri secara hukum dan operasional. Banyak orang juga menyebut hal ini dengan starburst atau spin out.

Ketika pemisahan terjadi, maka secara otomatis menyebabkan aktiva dan pasiva perusahaan juga mengalami peralihan secara hukum.

Dalam ekonomi, spin off sering disebut sebagai bentuk pemisahan yang tidak murni. Ini karena proses di dalamnya tidak akan menghilangkan eksistensi dari perusahaan induk. Perusahaan baru bisa berdiri sendiri tanpa menjadi anak dari perusahaan induk.

Perusahaan baru akan mendapatkan nama dan struktur organisasi baru segera. Perusahaan induk akan memberikan dukungan SDM, finansial, teknologi, produk, infrastruktur, serta kekayaan intelektual untuk membantu perusahaan baru ini.

Antara perusahaan baru dan perusahaan induk tidak saling tergantung dan bisa saling bekerja sama.

Banyak perusahaan induk yang melakukan metode ini ketika melihat sub-unit atau divisi di dalam perusahaan mampu beroperasi secara mandiri dan mendatangkan laba.

Tujuan Spin Off

Banyak perusahaan induk melakukan spin off dengan tujuan untuk mengurangi biaya, melakukan restrukturisasi perusahaan, meningkatkan value perusahaan, serta menciptakan perlindungan pajak atau juga memasuki industri baru dengan target pasar yang berbeda.

Spin out juga bertujuan menyederhanakan alur kerja dengan melepaskan divisi untuk membentuk perusahaan baru dan mandiri.

Pahami lebih jelasnya mengenai tujuan spin off perusahaan di bawah ini.

1. Manajemen yang Lebih Baik

Adanya pemisahan membuat manajemen eksekutif perusahaan induk dapat lebih fokus kepada unit yang mereka kuasai.

Sementara unit yang tidak dikuasai akan diawasi oleh manajemen baru sehingga dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik di perusahaan yang independen.

2. Pemisahan Lintas dan Strategi Pertumbuhan

Di dalam perusahaan, mungkin saja ada unit bisnis yang lamban mendatangkan revenue dan menjadi hambatan bagi unit sejenisnya untuk tumbuh.

Bila demikian, akan sulit bagi para eksekutif untuk menyusun strategi yang tepat dalam situasi tersebut.

Akan tetapi, bila dua unit tersebut dipisah dan tidak lagi di bawah perusahaan induk yang sama, maka mereka dapat tumbuh dengan kecepatannya masing-masing.

3. Analisis Sekuritas yang Lebih Baik

Perusahaan melakukan spin off dengan tujuan untuk menyederhanakan rangkaian bisnisnya.

Dengan begitu, mereka dapat melakukan analisis sekuritas yang lebih fokus dan bisa memberikan prediksi akurat tentang perkembangan perusahaan.

Baca Juga: Apa Itu Ekspansi? Ini Jenis, Tujuan, dan Strategi Terbaiknya

Alasan Perusahaan Melakukan Spin Off

Mengharapkan keuntungan adalah salah satu alasan mengapa perusahaan induk melakukan spin out. Metode ini sering kali efektif meningkatkan keuntungan para pemegang saham karena perusahaan baru dapat memprioritaskan produk tertentu.

Selain itu, berikut beberapa alasan lainnya:

  • Memisahkan segmen yang tidak sesuai struktur sebagai upaya meningkatkan nilai pemegang saham.
  • Mengurangi biaya overhead dan pajak.
  • Memperluas operasi bisnis.
  • Meningkatkan profitabilitas divisi dengan mengelola struktur administrasinya secara mandiri.
  • Menghindari konflik dengan pemegang saham.
  • Fokus pada produk, layanan, dan sumber daya tertentu.

Keuntungan dan Kerugian Spin Off

Spin off perusahaan tentu saja mendatangkan beberapa keuntungan. Di samping bisa meningkatkan fokus manajemen, hal ini juga dapat mengurangi risiko utang.

Pasalnya, dengan berdirinya perusahaan baru, maka tercipta kemandirian finansial yang terpisah dan perusahaan baru bisa memiliki cara pengaturan keuangan sendiri dengan lebih efisien.

Alhasil alokasi dana bisa dilakukan lebih baik dan mengurangi biaya overhead.

Namun, pemisahan perusahaan juga memiliki kekurangan, salah satunya yaitu membutuhkan biaya yang besar. Ini dikarenakan prosesnya memang memerlukan banyak perizinan hingga pendirian PT.

Kemudian, spin off juga mungkin saja menimbulkan karyawan merasa tidak nyaman. Sebab restrukturisasi yang ada berpotensi menyebabkan efisiensi tenaga kerja.

Baca Juga: Pengertian Merger Perusahaan, Penyebab, Risiko, Contohnya

Perbedaan Spin Off dan Split Off

Perbedaan Spin Off dan Split Off

Selain spin off, terdapat juga istilah split off. Keduanya memiliki perbedaan yaitu sebagai berikut.

Spin off adalah bentuk dari pemisahan perusahaan yang tidak murni dan prosesnya dilakukan berdasarkan hukum.

Sedangkan pada split off, pemisahan dilakukan sepenuhnya. Ini adalah upaya perusahaan induk untuk memisahkan bisnis seluruhnya menjadi bisnis baru dan diatur oleh hukum.

Pemegang saham split off perusahaan induk juga diharuskan untuk memilih antara menyimpan saham di perusahaan induk atau anak perusahaan.

Perbedaan spin off dan split off berikutnya adalah terkait kepemilikan dan pembagian sahamnya.

Pada metode spin off, saham perusahaan induk dan anak perusahaan baru didistribusikan di antara para pemegang saham. Sementara dalam split off, pemegang saham wajib melepas kepemilikan saham perusahaan induknya ke anak perusahaan.

Selain itu, dari segi penggunaan sumber daya, pada spin off, perusahaan induk akan menggunakan sumber daya sendiri untuk mendirikan entitas baru. Sedangkan pada split off, tidak demikian.

Langkah Melakukan Spin Off Perusahaan

Setiap perusahaan yang memiliki divisi berbeda dapat melakukan spin off. Berikut ini langkah-langkahnya.

1. Persiapan

Proses spin off tidaklah sederhana, hal ini harus disepakati dalam RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham.

Sebagai persiapan awal, Anda perlu membuat rancangan pemisahan. Perusahaan induk perlu mempublikasikan rancangan tersebut di surat kabar nasional, dan menyebarkan informasinya kepada kreditur, karyawan, serta mitra usaha. Waktu maksimal adalah 30 hari sebelum RUPS diselenggarakan.

Bila ada yang keberatan dengan rencana ini, maka harus disampaikan selambat-lambatnya 14 hari sejak pengumuman diterbitkan.

Jika pihak direksi tidak sanggup menyelesaikan keberatan yang diajukan, maka akan diserahkan dalam RUPS. Sebelum keberatan tersebut diselesaikan, maka spin off tidak bisa dilakukan.

2. Menyelenggarakan RUPS

RUPS dilakukan sebagai langkah mengambil keputusan final terhadap rencana pemisahan perusahaan. Rapat ini wajib dihadiri minimal tiga perempat dari seluruh pemegang saham.

Bila tidak terpenuhi, maka pengambilan keputusan akan dilakukan dengan sistem voting. Jika tidak berhasil, maka spin off batal dilakukan.

3. Proses Spin Off

Jika dalam RUPS spin off telah disepakati oleh sebagian besar pemegang saham, maka prosesnya dapat langsung dijalankan.

Perusahaan baru dengan status PT (Perseroan Terbatas) pun bisa secara resmi didirikan bersamaan dengan pemindahan sebagian aktiva dan pasiva dari perusahaan induk.

4. Pengesahan

Pemisahan perusahaan harus melalui proses pengesahan secara hukum oleh notaris sehingga bisa mendapatkan status secara legal.

Bentuk pengesahan ini akan berwujud akta pemisahan yang menjelaskan bahwa perusahaan baru dan peralihan pasiva dan aktiva dari perusahaan induk ke entitas baru sudah sah dan legal.

Baca Juga: Fungsi Akta Pendirian Perusahaan, Cara Cek Nomor, dan Syarat Membuatnya

Aturan dalam Spin Off

Bagi perusahaan non-perbankan, spin off telah diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) No. 4o Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Sedangkan untuk perusahaan perbankan telah diatur dalam UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah (UUPS).

Sesuai dengan peraturan UUPT, untuk bisa melakukan aktivitas bisnis, perusahaan baru yang terbentuk dari pemisahan perusahaan harus memiliki izin resmi dan pengesahan dari Kemenkumham.

Sementara untuk perusahaan perbankan, diperlukan izin dari Kemenkumham dan Bank Indonesia.

Itulah dia penjelasan mengenai apa itu spin off dan bedanya dengan split off. Secara sederhana, metode ini adalah metode yang dilakukan perusahaan induk untuk membuat entitas baru dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Selain melakukan spin off, Anda juga bisa mengisi SDM perusahaan dengan orang-orang yang kompeten. Hal ini lebih mudah dilakukan jika Anda memasang iklan lowongan kerja di job portal yang tepat seperti KitaLulus.

Pasang loker di KitaLulus akan memperbesar peluang perusahaan mendapatkan kandidat terbaik dengan cepat karena menggunakan teknologi canggih.

Hal yang tidak kalah penting, pasang loker di KitaLulus gratis! Ayo daftarkan perusahaan atau bisnis Anda sekarang juga!

Share this article:
Share this article: Share Tweet
To top