13 Alasan Berhenti Kerja yang Masuk Akal dan Tetap Profesional

Shirley Candrawardhani
Admin KitaLulus adalah content writer dan editor profesional yang mengelola konten artikel di KitaLulus.
Alasan berhenti kerja yang masuk akal
13 Alasan Berhenti Kerja yang Masuk Akal dan Tetap Profesional

Saat ingin resign, pasti kamu memikirkan beberapa alasan berhenti kerja yang masuk akal untuk diberikan kepada atasan dan HRD. Hal ini wajar kok. Tentu kamu ingin memberikan kesan baik, bukan?

Mungkin tidak semua karyawan yang ingin resign bisa mengungkapkan alasan resign yang masuk akal. Ditambah lagi dengan pemikiran jika alasan yang kamu ajukan tidak diterima. Waduh, gimana tuh?

Eits, tenang saja. KitaLulus sudah merangkum beberapa alasan berhenti kerja yang masuk akal yang bisa membantumu. Baca selengkapnya di bawah ini, ya!

Alasan Berhenti Kerja yang Baik dan Masuk Akal

Alasan berhenti kerja yang tepat dan masuk akal

Sebenarnya, ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang memilih untuk berhenti kerja dari perusahaan. Faktor yang paling umum adalah budaya perusahaan atau lingkungan kerja yang tidak mendukung.

Beberapa faktor ini bisa kamu jadikan alasan resign kerja, lho. Hal yang perlu kamu perhatikan adalah menyampaikannya dengan baik, formal, dan sopan. Sebab bagaimanapun juga, perusahaan itu sudah memberikan kesempatan untuk karir kamu.

Nah, jika kamu ingin mengundurkan diri dan bingung memberikan alasan resign yang tepat, coba lihat beberapa contoh di bawah ini.

1. Mendapatkan Penawaran yang Lebih Baik

Alasan berhenti kerja yang pertama adalah mendapatkan penawaran kerja yang lebih baik. Siapa sih yang tidak menginginkan penawaran kerja yang lebih baik dibandingkan perusahaan saat ini?

Kamu bisa menyebutkan beberapa tawaran yang diberikan perusahaan lain pada kamu, misalnya perusahaan baru memberikan gaji yang lebih tinggi, fasilitas kerja lebih lengkap, hingga tunjangan yang menjanjikan.

Kamu bisa menyampaikan hal tersebut kepada HRD dan atasanmu. Jangan lupa untuk mengatakannya dengan formal, baik, dan sopan, ya!

2. Pekerjaan yang Tidak Sesuai dengan Kontrak Kerja

Pada saat awal kita diterima kerja di sebuah perusahaan, terdapat beberapa deskripsi pekerjaan di kontrak kerja. Namun pada nyatanya, seiring berjalannya waktu, atasan bisa saja memberikan beban kerja yang tidak sesuai dengan kapasitas kamu.

Pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak bisa menjadi alasan resign kerja yang tepat. Kamu dapat menyampaikannya jika merasa beban kerja yang diberikan sudah jauh dari apa yang disepakati di awal.

Namun, sebelum kamu menyampaikannya, pastikan kembali dengan apa yang ada di kontrak kerja, ya! Biar tidak ada salah paham dan miskomunikasi.

3. Tidak Adanya Pengembangan Karir

resign karena tidak ada perkembangan karir

Alasan berhenti kerja selanjutnya yang bisa kamu gunakan adalah tidak adanya pengembangan karir. Semua karyawan tentu ingin berkembang dan terus belajar. Baik dalam hal karir maupun skill yang dimilikinya.

Namun sayangnya tidak semua perusahaan mampu memberikan dukungan untuk karyawannya. Jika kamu merasa stuck di tempat dan rutinitas yang sama, kamu bisa menggunakan ini sebagai alasan resign yang masuk akal untuk disampaikan kepada atasan dan HRD.

Selain itu, tidak adanya pengembangan karir juga bisa kamu jadikan alasan pindah kerja saat interview di perusahaan baru. Sampaikan dengan jujur, formal, sopan, dan baik, ya!

4. Ingin Meneruskan Pendidikan

Tahukah kamu, meraih pendidikan setinggi mungkin adalah hak setiap orang. Jadi, jika kamu ingin meneruskan pendidikan, jangan ragu untuk menggunakan hal tersebut sebagai alasan berhenti kerja.

Tidak ada yang salah dengan mengorbankan karir demi mengejar pendidikan. Toh nantinya jika pendidikan kamu sudah tinggi, akan ada banyak lowongan kerja yang menantimu.

Bahkan kamu bisa mendapatkan jenjang karir yang lebih bagus dan tinggi dibandingkan sebelum mendapatkan gelar pendidikan baru. Sangat bermanfaat sekali, bukan?

Baca juga: Apa Itu Notice Period? Ini Peraturan, Tujuan, & Batas Waktunya

5. Diperlakukan Tidak Adil

resign kerja karena lingkungan toxic

Lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung sangat diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Tapi terkadang ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Bahkan, ada beberapa karyawan yang diperlakukan tidak adil.

Nah, hal ini bisa menjadi alasan resign yang tepat. Kamu bisa mengutarakannya dengan jujur kepada HRD. Sebaiknya kamu sampaikan dengan baik tanpa menjatuhkan orang yang menyebabkan kamu berhenti kerja.

Tujuannya adalah untuk memberikan kesan profesional tanpa menjatuhkan lawan. Namun biasanya jika kamu menyampaikan alasan ini, HRD akan memintamu untuk mengambil cuti sementara waktu.

Tapi jika keputusanmu sudah bulat, mereka tentu akan menyetujui pengunduran diri kamu.‍

6. Ingin Mengubah Karir

Mengubah karir adalah contoh alasan berhenti kerja yang bisa kamu gunakan. Sebab, tidak selamanya kita bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat kita.

Bahkan terkadang pekerjaan pertama kita bisa tidak sesuai dengan jurusan saat kuliah. Betul?

Selain menjadi alasan resign untuk disampaikan kepada HRD, kamu juga boleh menggunakan alasan ini ketika interview di perusahaan baru.

Kamu bisa katakan bahwa di perusahaan baru memiliki karir yang sudah sangat kamu inginkan sejak lama, dan hal-hal baik lainnya.

7. Mendirikan Usaha Sendiri

berhenti kerja karena membuka usaha sendiri

Semenjak pandemi, banyak orang mulai banting setir menjadi seorang pengusaha. Jika kamu termasuk salah satunya, maka kamu bisa menyampaikannya ke atasan dan HRD.

Namun sebelum memutuskan mendirikan usaha sendiri, sebaiknya kamu juga mempersiapkan diri dan hal-hal lain yang dibutuhkan. Jangan sampai ketika kamu sudah resign, eh malah zonk alias gagal mendirikan usaha sendiri.

8. Pindah Tempat Tinggal

Alasan selanjutnya yang dapat kamu gunakan untuk berhenti kerja adalah pindah tempat tinggal. Ini bisa kamu gunakan ketika ternyata jarak tempuh dari tempat tinggal baru ke perusahaan sangat jauh dan memakan waktu yang lama. Peluang alasan kamu diterima akan sangat besar. 

Baca juga: 12 Cara Resign Mendadak Tanpa Meninggalkan Kesan Buruk ke Perusahaan

9. Keluarga

Keluarga bisa menjadi alasan berhenti kerja yang masuk akal selanjutnya. Terutama jika kamu memang berniat untuk merawat anggota keluarga yang sakit atau bagi seorang ibu ingin mengurus anak di rumah.

Hal yang perlu kamu perhatikan adalah kamu tidak perlu menyampaikan detail lengkapnya kepada HRD dan atasan. Cukup sampaikan secara garis besar dan intinya saja.

10. Kesehatan

Berhenti kerja karena alasan kesehatan

Ketika kondisi kesehatan menurun sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan pekerjaan dengan beban yang sama, tak ada salahnya kamu mengajukan resign.

Apalagi jika pekerjaan di perusahaan memberikan kamu tekanan tinggi sehingga bisa menimbulkan stres yang berlebih. Ini dapat menjadi alasan resign yang tepat.

11. Kondisi Ekonomi

Ketika terjadi kondisi ekonomi yang buruk, banyak perusahaan merasakan tekanan finansial yang signifikan dan seringkali harus mengambil tindakan drastis untuk mengurangi biaya operasional.

Salah satu tindakan yang sering dilakukan adalah dengan memotong gaji dan tunjangan karyawan atau bahkan mengurangi jumlah karyawan.

Jika kamu terkena dampak dari kondisi tersebut, kamu bisa memilih untuk mencari pekerjaan baru di tempat yang lebih stabil secara finansial.

12. Kondisi Kerja yang Tidak Aman atau Tidak Sehat

Kondisi kerja yang tidak aman atau tidak sehat dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan kesehatan seseorang.

Banyak perusahaan mungkin tidak memerhatikan aspek ini dengan serius, terutama ketika harus mempertimbangkan biaya dan waktu untuk menyelesaikan sebuah proyek.

Jika perusahaan tidak dapat menangani kondisi kerja yang berbahaya atau berisiko dengan baik, kamu bisa jadikan ini sebagai alasan untuk memilih mencari pekerjaan baru di tempat yang lebih aman dan sehat.

13. Masalah dengan Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Jika kamu merasa bahwa pekerjaanmu saat ini mengambil terlalu banyak waktu dan energi dari kehidupan pribadimu, kamu dapat menyampaikannya pada HRD sebagai alasan kamu mengundurkan diri.

Katakan juga bahwa kamu ingin mencari pekerjaan baru yang lebih fleksibel dan memungkinkan lebih banyak waktu untuk kehidupan pribadi.

Hal ini karena keseimbangan yang baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi penting untuk kesejahteraan dan kebahagiaan seseorang.

Baca juga: 8 Contoh Surat Pengunduran Diri Karyawan yang Baik dan Benar

Nah, itulah beberapa alasan berhenti kerja masuk akal yang bisa kamu sampaikan ke atasan dan HRD perusahaan. Apapun alasan yang kamu pilih, usahakan sebisa mungkin untuk menyampaikannya dengan baik, sopan, formal, dan profesional. Hal ini akan memberikan kesan baik untuk kamu sebelum meninggalkan perusahaan.

Jika setelah resign ingin mencari pekerjaan baru, kamu bisa cari di aplikasi KitaLulus. Di aplikasi ini ada banyak pekerjaan yang bisa kamu lamar. Mulai dari part time, freelance, work from home, work from anywhere, hingga full time.

Ayo download aplikasi KitaLulus secara gratis di Play Store maupun App Store dan rasakan pengalaman melamar kerja menjadi #LebihMudah tanpa harus ribet keluar rumah!

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top