7 Ciri Lingkungan Kerja Toxic dan Cara Menghadapinya

Shirley Candrawardhani
Admin KitaLulus adalah content writer dan editor profesional yang mengelola konten artikel di KitaLulus.
Ciri lingkungan kerja toxic
7 Ciri Lingkungan Kerja Toxic dan Cara Menghadapinya

Setiap karyawan pasti mendambakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan mendukung. Nyatanya, tidak semua lingkungan kerja bisa seperti itu. Maka dari itu, kamu harus mengetahui apa saja yang menjadi ciri lingkungan kerja toxic agar bisa menghadapinya.

Salah satu ciri lingkungan kerja toxic adalah tidak adanya dukungan dari rekan kerja lainnya. Padahal dukungan dari rekan kerja adalah satu hal yang bisa membuat kita bertahan.

Apalagi ciri lainnya? Yuk simak lebih lengkapnya di bawah ini!

Ciri Lingkungan Kerja Toxic yang Perlu Kamu Waspadai

Ciri Lingkungan Kerja Toxic yang Perlu Kamu Waspadai

Pada faktanya, masih ada beberapa karyawan yang belum bisa menyadari atau mengetahui lingkungan kerja toxic seperti apa. Padahal mungkin mereka sudah merasakan salah satu tandanya.

Hal tersebut sangat disayangkan, mengingat kita bekerja di sebuah perusahaan selain untuk mendapatkan penghasilan tetapi juga untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru di dunia kerja.

Ingin tahu apa saja ciri lingkungan kerja toxic? Berikut daftarnya.

1. Adanya Agresi Mikro di Tempat Kerja

Hal pertama yang menjadi ciri lingkungan kerja toxic adalah adanya agresi mikro di tempat kerja. Agresi mikro adalah interaksi atau penilaian yang menunjukkan perilaku bias terhadap sekelompok orang yang tidak begitu menonjol.

Singkatnya, agresi mikro ini sama seperti tindakan diskriminasi di tempat kerja. Sekelompok orang yang melakukan agresi mikro biasanya suka bergosip, menyebar kasak-kusuk, bahkan mem-bully langsung secara verbal. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, bisa berdasarkan jenis kelamin, ras, prestasi kerja, dan hal-hal lainnya.

2. Atasan yang Selalu Merasa Berkuasa

Jika di tempat kerja kamu ada atasan yang selalu merasa berkuasa, mungkin itu bisa jadi ciri lingkungan kerja toxic. Terutama jika kamu merasa tidak dihormati, tidak dihargai atas kontribusi yang sudah kamu berikan.

Ditambah kamu juga merasa bahwa kebutuhan kamu sebagai karyawan tidak terpenuhi. Berarti kamu sudah berada di lingkungan kerja yang toxic. Atasan yang selalu merasa berkuasa biasanya sering mengabaikan dan tidak begitu menghargai karyawannya.

Baca juga: Sebelum Putuskan Resign, Coba 17 Cara Menghadapi Atasan Toxic Berikut Ini

3. Tidak Ada Kesempatan Berkembang

Setiap karyawan tentu ingin berkembang dalam karirnya. Bisa dari pengalaman dan pengetahuan atau kenaikan jabatan. Jika ternyata kamu merasa tidak ada kesempatan untuk berkembang, berarti saatnya kamu harus segera keluar dari lingkungan kerja toxic tersebut.

Bukan sekedar berada di zona nyaman, tetapi jika diteruskan hal ini bisa mempengaruhi jenjang karir kamu di masa depan. Zaman sudah berkembang dan lebih maju dari sebelumnya, masa kamu masih mau stuck di posisi kamu yang sekarang?

4. Beban Kerja Tidak Normal

Beban kerja tidak normal adalah salah satu ciri lingkungan kerja toxic selanjutnya. Misal, atasan memberikan beban kerja yang berlebihan atau tidak sesuai dengan kapasitas kamu sehingga kamu tidak bisa menyelesaikannya.

Perlu diketahui, kondisi seperti ini bisa berpengaruh pada tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi. Hal ini bisa memberikan kamu efek jangka panjang, lho. Seperti tidak ada semangat untuk bekerja, hingga kamu mengalami kelelahan yang berlebih alias burnout.

5. Jam Kerja Tidak Sesuai

Pemerintah menetapkan bahwa jam kerja karyawan per harinya adalah 8 jam. Tapi terkadang ada saja yang perusahaan yang memberlakukan lebih dari 8 jam sehari dan ini diluar jam lembur.

Jika jam kerja kamu tidak sesuai dengan peraturan atau kesepakatan kerja, maka tempat kerja kamu tergolong ke dalam lingkungan kerja yang toxic. Hasil penelitian menyebutkan bahwa orang yang bekerja selama berjam-jam tanpa berhenti bisa menyebabkan depresi.

6. Gosip Kerja

Satu lagi tanda lingkungan kerja toxic adalah gosip kerja. Biasanya, berawal dari sebuah gosip yang disebarkan, seorang karyawan bisa saja merasa terintimidasi dan/atau dimanipulasi.

Salah satu sifat dasar manusia adalah mudah terpengaruh. Hal ini bisa berbahaya jika kamu terpengaruh hal-hal buruk, seperti gosip kantor yang belum tentu benar adanya. Maka dari itu, jika kamu menemukan gosip di tempat kerja, sebaiknya tidak perlu menambahkan komentar apapun.

7. Tidak Adanya Transparansi

Kamu perlu berhati-hati apabila perusahaan tempatmu bekerja cenderung menghindari pembahasan terkait deskripsi pekerjaan, besaran gaji, bonus, hingga periode bekerja. Apalagi jika informasi-informasi tersebut tidak dicantumkan dalam kontrak kerja. Sebab hal tersebut dapat menimbulkan potensi eksploitasi karyawan.

Baca juga: Mau Resign? Ini 5 Alasan Pindah Kerja dan Pertimbangan yang Bisa Kamu Sampaikan ke HRD

Cara Mengatasi Lingkungan Kerja Toxic

Cara Mengatasi Lingkungan Kerja Toxic

Setelah tahu apa saja tanda-tanda lingkungan kerja, sekarang saatnya kamu belajar mengatasinya. Jika tidak memungkinkan keluar dari lingkungan tkamu bisa belajar menghadapinya dengan cara sebagai berikut:

1. Buat Batasan

Cara mengatasi lingkungan kerja toxic yang pertama adalah membuat batasan yang jelas. Caranya adalah dengan memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan kerja kamu, dengan mengutamakan prinsip work life balance.

Jangan sampai karena kamu tidak membuat batasan, kesehatan mental kamu akan terganggu. Jika memang di tempat kerja kamu memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan mental, sebaiknya kamu keluar dari lingkungan tersebut.

2. Jalin Hubungan Baik dengan Orang Terpercaya

Perlu kamu sadari dan pahami bahwa tidak semua orang di kantor bisa dipercaya. Maka dari itu, kamu perlu menjalin dan menjaga hubungan dengan orang yang terpercaya sebagai cara mengatasi lingkungan kerja toxic.

Hal ini perlu dilakukan karena kamu membutuhkan semacam support system di tempat kerja. Sebisa mungkin cari teman yang tidak menyebarkan rumor negatif.

3. Cari Support System di Luar Kantor

Hal berikutnya yang bisa kamu lakukan adalah mencari support system di luar kantor. Setelah seharian bekerja, tentu kita akan merasa lelah.

Tidak ada salahnya mengganti suasana dengan orang-orang lain yang kamu percaya selain rekan kerjamu. Hal ini juga bisa menjadi solusi di saat kamu ingin mengeluarkan unek-unek tetapi rasanya tidak pantas untuk dikeluarkan di depan rekan kerja.

4. Luangkan Waktu untuk Me Time

Di tengah penat dan lelahnya bekerja, tidak ada salahnya untuk mengambil me time sebentar saja. Cara mengatasi lingkungan kerja toxic ini bisa membantu kamu meningkatkan work life balance.

Tidak hanya itu, me time juga bisa memberikan ruang untuk menghindari kegiatan yang bisa menyebabkan stres berlebih. Kamu bisa keluar kantor sebentar untuk membeli kopi atau cemilan favorit.

5. Rencanakan Waktu Resign yang Pas

Satu lagi cara menghadapi lingkungan kerja toxic yaitu merencanakan waktu resign yang pas. Jangan sampai kamu keluar ketika sedang mendapatkan banyak tugas. Hal ini malah akan membuatmu terlihat tidak profesional.

Tips ini bisa menjadi solusi terakhir jika kamu sudah tak tahan lagi dan ingin keluar dari lingkungan tersebut.

Baca juga: 11 Ciri-Ciri Penjilat di Kantor dan Cara Menghadapinya

Itulah penjelasan terkait ciri-ciri lingkungan kerja toxic dan cara mengatasinya. Bagi kamu yang memang merasa terjebak di lingkungan seperti di atas, ada baiknya untuk keluar dengan secepatnya.

Jangan sampai kamu mengorbankan kesehatan mental dan waktu kamu untuk bertahan di lingkungan kerja yang tidak mendukung karir kamu sama sekali. Nah, kalau kamu mau mencari tempat kerja baru, kamu bisa mencarinya di aplikasi KitaLulus.

Di aplikasi KitaLulus, kamu akan menemukan banyak jenis pekerjaan yang sesuai dengan passion! Kamu tinggal download aplikasi KitaLulus dan lengkapi profilmu. Setelah itu kamu bisa melamar pekerjaan baru, deh. Bersama KitaLulus, melamar kerja menjadi #LebihMudah dan tentunya dijamin aman!

Bagikan Artikel Ini:
Bagikan Artikel Ini: Share Tweet
To top