Apa Itu System Development Life Cycle (SDLC)? Ini Fungsi dan Metodenya

Nisa Maulan Shofa

Penulis profesional sejak tahun 2017. Berspesialisasi dalam penulisan di bidang karir dan seputar dunia kerja.

Isi Artikel

SDLC adalahSystem development life cycle atau SDLC adalah sebuah siklus yang digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak secara efektif. Dengan sistem ini diharapkan perangkat yang disusun memiliki kualitas yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan.

Untuk lebih mengetahui tentang SDLC, kamu menyimak artikel ini hingga selesai ya. KitaLulus akan membahas lebih dalam tentang apa itu SDLC, fungsi, dan metodenya.

Apa Itu System Development Life Cycle (SDLC)?

System development life cycle adalah

Perkembangan teknologi membuat segala hal dapat terakses dengan mudah. Dengan perkembangan ini pula, banyak perusahaan mengembangkan software sebagai produk untuk dipasarkan kepada masyarakat. Pada umumnya, dalam pengembangan produk ini membutuhkan tahapan runut. Tahapan inilah yang disebut SDLC.

Jadi, bisa didefinisikan bahwa SDLC adalah alur pengerjaan suatu perangkat sehingga bisa terselesaikan dengan baik dan menghasilkan perangkat yang sesuai tujuan. Setiap pengembang akan mengikuti SDLC jadi tidak ada miscommunication yang berarti.

Fungsi SDLC

Karena SDLC adalah alur dalam pembuatan suatu perangkat, maka sistem ini sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Sebab, fungsi SDLC sangat berarti bagi setiap tim. Berikut adalah fungsi SDLC yang bisa kamu pahami lebih lanjut:

  • SDLC menjadi media komunikasi setiap tim yang terlibat dalam pengembangan perangkat lunak.
  • SDLC akan langsung membagi tugas dan tanggung jawab setiap karyawan yang termasuk dalam tim pengembang perangkat.
  • Dengan SDLC, tim memiliki gambaran bagaimana dalam proses pengelolaan perangkat, mulai dari awal hingga hasil akhirnya nanti.

Tahapan SDLC

Tahapan SDLC

Sesuai dengan namanya, SDLC memiliki tahapan yang harus dipatuhi sehingga bisa menghasilkan perangkat berkualitas. Tahapan SDLC adalah sebagai berikut:

1. Planning

Tahapan SDLC pertama adalah planning atau perencanaan. Pada tahapan ini, para tim pengembangkan harus mengetahui tujuan sebuah perangkat dibuat. Dengan mengetahui tujuan ini, perangkat nantinya akan menjadi suatu produk yang tepat guna bagi target market dan perusahaan.

2. Analysis

Setelah mengetahui tujuan sebuah perangkat dibuat, tim perencanaan perangkat melakukan analisis, baik analisis pasar maupun kompetitor. Dengan analisis ini, nantinya akan terbentuk perangkat yang unggul karena memiliki fungsi yang kompleks dan sesuai kebutuhan.

3. Design

Setelah itu, bagian desain, seperti UI/UX designer akan melakukan perancangan interface. Biasanya, perancangan ini dilakukan sesuai dengan analisis yang sudah dimiliki.

4. Implementation

Tahapan SDLC berikutnya adalah mengimplementasikan desain yang telah dibuat ke dalam sistem. Tim yang melakukan tentu saja sudah berbeda sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Biasanya, tim yang bertugas di sini adalah bagian programmer mulai dari front end hingga back end engineer.

5. Testing

Setelah semua sistem sudah jadi, perangkat tidak langsung siap diberikan ke publik. Perlu uji coba yang akan dilakukan tim inti terlebih dahulu. Setelah itu, uji coba akan dilakukan kepada para tim di luar pengembang untuk mendapatkan masukan bagian mana lagi yang harus diperbaiki sehingga perangkat lebih sempurna saat digunakan oleh masyarakat luas.

6. Maintenance

Perangkat jadi dan sudah disebarluaskan tidak berarti tugas tim pengembang berhenti di sana. Perangkat harus selalu dijaga dan diawasi supaya jika terjadi error bisa langsung diperbaiki. Biasanya, melakukan maintenance ini untuk menjaga data pengguna agar aman dan tidak bocor.

BACA JUGA: UX Researcher: Tugas, Tools, Jenjang Karir, dan Bedanya dengan UX Writer

Metode SDLC

metode SDLC

Dalam proses pelaksanaan suatu perangkat, SDLC memiliki beberapa metode pengembangan. Untuk lebih jelasnya, metode SDLC adalah sebagai berikut:

1. Waterfall

Sesuai dengan namanya, metode SDLC yang pertama ini harus diselesaikan setiap bertahap secara tuntas baru bisa berpindah ke tahap selanjutnya. Metode waterfall ini sangat cocok digunakan untuk perangkat yang memang sudah jelas tujuannya sejak awal dikembangkan. Jadi, setiap output di tiap tahapnya akan menjadi input di tahap selanjutnya.

2. Prototype

Metode waterfall dianggap sebagai metode yang mentah dan kurang memuaskan bagi pengembang sehingga muncullah metode prototype. Model prototype SDLC adalah metode yang membutuhkan partisipasi pengguna secara aktif untuk memberikan masukan fitur atau sistem apa saja yang masih harus diperbaiki.

3. Rapid Application Development

Sesuai namanya, metode SDLC ini berlangsung jauh lebih cepat dibanding metode lain, yaitu hanya sekitar 2 hingga 3 bulan saja. Metode ini cocok untuk suatu proyek pengembangan perangkat yang hanya memiliki waktu singkat dalam prosesnya.

4. Evolutionary Development

Evolutionary development menjadi metode SDLC yang lengkap. Metode ini mengombinasinal waterfall dan prototype sekaligus. Jadi, hasil akhir dari perangkat nantinya memiliki kelengkapan sistem dengan kualitas sempurna.

5. Agile

Metode agile sangat mengutamakan kecepatan. Metode ini juga nantinya lebih mengutamakan pendapat klien sehingga rencana pengembangan yang dibentuk di awal bisa saja diabaikan dalam pengerjaannya.

6. Fountain

Seperti halnya prototype, fountain menjadi metode SDLC yang menyempurnakan waterfall. Namun, jika prototype akan melibatkan pengguna, fountain tetap menggunakan langkah yang sama seperti waterfall. Hanya saja, tidak semua langkah dipakai, bisa saja beberapa langkah dilewati atau dibalik dalam pelaksanaannya.

7. Synchronise & Stabilise

Jika prototype akan melibatkan pengguna dalam pengujian produk saat masih dalam pengembangan, metode synchronise & stabilise akan melihatkan target market dalam proses analisis dalam untuk pengembangan perangkat. Dari analisis yang didapat dari pengguna tersebut kemudian perangkat dibuat.

Namun, yang unik dari metode ini adalah saat proses pengembangan terjadi pembagian proses. Yang mana, ketika metode lain langsung digarap dalam tim besar, metode ini akan membagi tim pengembang ke dalam beberapa tim kecil untuk membangun perangkat bagian-bagiannya.

8. Rational Unified Process

metode system development life cycle terbaik

Rational unified process menjadi metode SDLC yang berbasis objek. Siklusnya adalah empat, yaitu insepsi, elaborasi, konstruksi, dan transisi.

9. Built & Fixed Method

Metode SDLC adalah sebuah tahapan lengkap dalam proses pengembangan perangkat. Namun, dalam metode built & fixed method menghilangkan tahap analisis. Oleh karena itu, metode ini menjadi metode paling lemah di antara metode SDLC lainnya.

Akan tetapi, tahap testing di metode ini akan memberikan kepercayaan dari pengguna karena tim pengembang selalu memperbaiki masukan dari pengguna.

10. Extreme Programming Development

Extreme programming development menjadi metode yang paling banyak digunakan. Hal ini dikarenakan dalam prosesnya, metode ini memiliki tahapan SDLC yang memang telah dipelajari secara umum.

11. Big Bang Model

Metode ini kebalikan dari metode waterfall. Hal ini dikarenakan tujuan pengembangan perangkat tidak jelas sehingga prosesnya sangat sederhana. Big bang model sangat cocok untuk programmer yang memang masih dalam tahap belajar.

12. The V-Model

The V-Model menjadi metode perluasan dari waterfall. Seluruh rangkaiannya sama persis. Hanya saja, jika waterfall membentuk alur pengerjaan seperti air terjun, The V-Model akan memiliki tahapan berulang dengan siklus yang membentuk huruf V. Jadi, akan lebih kompleks dan memakan waktu yang lebih lama.

BACA JUGA: Gajinya Tinggi, Ini Tugas Web Developer, Jenis, dan Skill yang Wajib Dikuasai

Itulah berbagai hal tentang system development life cycle yang bisa kamu pelajari. SDLC adalah hal yang wajib diketahui oleh kamu jika ingin berkarir di bidang programming.

Jika kamu sekarang sedang mencari posisi untuk bagian pemprograman, di aplikasi KitaLulus banyak menyediakan lowongan kerja tersebut. Kamu bisa menginstal aplikasi KitaLulus di Playstore dan lakukan registrasi dengan akun Google aktif kamu.

Ada banyak informasi lowongan kerja yang bisa kamu akses. Ada berbagai fitur yang bisa membantu kamu menambah ilmu dan jaringan juga, lho, di bagian Komunitas. Jadi, bisa sekaligus saling berbagi ilmu dengan anggota komunitas lain sesuai bidang yang kamu senangi.

Yuk, instal aplikasi KitaLulus di smartphone kamu. Dapatkan informasi lowongan kerja #LebihMudah dan terpercaya hanya dari aplikasi KitaLulus!

Ikuti BangLulus di sosial media
KitaLulus on Facebook
instagram kitalulus
Tiktok
KitaLulus Andoid App available on Google Play

Lihat ribuan lowongan kerja dan berkomunikas secara langsung dengan HRD atau pemilik usaha

Download Aplikasi KitaLulus sekarang!

#MulaiSekarang demi masa depan yang lebih baik!